DLH Kota Malang Dapat Tambahan Rp4 Miliar untuk Operasional Armada Sampah
- account_circle Fitri Fatma
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 47
- print Cetak

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang, Gamaliel Raymond Hatigoran.(Fatma AdaDiMalang)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Kota Malang | ADADIMALANG.COM — Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang memperoleh tambahan anggaran sekitar Rp4 miliar dalam APBD Perubahan 2026. Tambahan anggaran tersebut dialokasikan sepenuhnya untuk memenuhi kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) armada pengangkut sampah agar layanan persampahan tetap berjalan optimal.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DLH Kota Malang, Gamaliel Raymond Hatigoran Matondang, mengatakan tambahan anggaran tersebut bukan diperuntukkan bagi pembangunan taman atau kebutuhan lainnya, melainkan untuk menutup kekurangan anggaran BBM operasional armada.
“Untuk BBM, Mas. Jadi memang nilai perhitungan BBM seharusnya kita itu sekitar Rp13 miliar. Tetapi dari anggaran induk kemarin kita mendapatkan Rp8 miliar, sehingga ada kekurangan Rp4 miliar lebih. Anggaran tambahan itu murni untuk BBM,” katanya.
Ia menjelaskan, sebelumnya DLH telah melakukan berbagai penyesuaian anggaran agar operasional armada pengangkut sampah tetap berjalan. Namun, tambahan anggaran tetap diperlukan mengingat tingginya kebutuhan BBM untuk melayani seluruh wilayah Kota Malang.
Menurut Gamaliel, saat ini DLH memiliki sekitar 90 unit armada truk. Namun, tidak seluruh kendaraan digunakan untuk pengangkutan sampah dari tempat penampungan sementara (TPS).
“Kalau armada kita truk itu kurang lebih 90 unit. Khusus yang pengambilan sampah di TPS ada sekitar 48 unit, tetapi yang benar-benar operasional hanya sekitar 43 sampai 45 unit karena ada lima unit yang mengalami kerusakan berat,” ujarnya.
Armada yang beroperasi tersebut melayani 74 TPS yang tersebar di Kota Malang. Dalam sehari, setiap TPS rata-rata membutuhkan dua hingga empat kali pengangkutan sampah sehingga kebutuhan operasional kendaraan cukup tinggi.
“Setiap TPS rata-rata membutuhkan dua sampai empat kali pengambilan. Jadi memang membutuhkan pengangkutan yang cukup banyak setiap harinya,” jelasnya.
Selain tambahan anggaran BBM, DLH Kota Malang juga menerima bantuan sarana pengelolaan sampah dari Rumah Sakit Hermina berupa dua unit kontainer sampah.
“Hari ini kami menerima bantuan dari Rumah Sakit Hermina berupa dua kontainer sampah dan langsung kami gunakan untuk mendukung operasional pengangkutan sampah,” katanya.
Menurut Gamaliel, bantuan tersebut akan memperkuat layanan persampahan di lapangan, terutama dalam meningkatkan kapasitas penampungan sampah di sejumlah titik yang membutuhkan.
Dengan tambahan anggaran BBM serta dukungan dua unit kontainer baru, DLH Kota Malang berharap pelayanan pengangkutan sampah dapat berlangsung lebih optimal sehingga kebersihan lingkungan tetap terjaga dan kebutuhan masyarakat terhadap layanan persampahan dapat terpenuhi. (Ftm/A.Y)
- Penulis: Fitri Fatma



