Adadimalang.com

The Art of News

banner 728x90

FISIP UB Cari Formula Pemberitaan Covid-19 Yang Efektif

FISIP UB Cari Formula Pemberitaan Covid-19 Yang Efektif

Gandeng PWI Malang Raya dalam penyusunannya.

ADADIMALANG – Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Brawijaya (UB) Malang bersama wartawan dan pemangku kebijakan redaksi beberapa media yang juga menjadi anggota Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Malang Raya menggelar Focus Group Discussion (FGD) untuk menemukan formula pemberitaan yang efektif terkait pendemi covid-19 pagi tadi, Sabtu (08/08/2020).

Acara yang berlangsung di Gedung C FISIP tersebut merupakan bagian dari program pengabdian masyarakat yang diprakarsai Anang Sujoko.

Menurut Anang, kegiatan tersebut diilhami dari fenomena pandemi covid-19 yang terjadi di Indonesia. Seiring merebaknya virus, pemberitaan media semakin masif mengalir dan menjadi konsumsi masyarakat. Anang ingin mengetahui dampak pemberitaan tersebut terhadap perilaku masyarakat.

“Media memiliki peran penting mempengaruhi masyarakat secara masif, FISIP UB bersama PWI Malang Raya berupaya meramu sebuah formula pemberitaan yang efektif untuk mengedukasi publik tentang covid-19,” ujar Anang yang juga selaku penanggung jawab program, Sabtu (08/08/2020).

Selain itu, Anang menuturkan arah pemberitaan terkait covid-19 di Indonesia jika dibandingkan dengan beberapa negara lainnya seperti Vietnam, Myanmar, Amerika Setikat, Itali dan Tiongkok terlihat berbeda. Pemberitaan di awal pendemi justru lebih banyak menunjukkan kebijakkan yang saling silang dari para pejabat. Bahkan sempat terjadi perbedaan kebijakan antara pemerintah pusat dan daerah yang menimbulkan keresahan di masyarakat.

Pemberitaan hanya berputar pada pola pembaharuan jumlah angka penyintas covid-19. Di satu sisi, dikatakan Anang, pemberitaan tersebut dapat meembuat masyarakat jenuh.

“Melalui sebuah pengamatan, saya melihat media di Tiongkok lebih mengarah kepada unsur kehati-hatian terkait bahaya virus dan sudut pandang berita yang membangkitkan kepercayaan masyarakat kepada pemerintah. Sementara di Indonesia berita tentang menteri satu dengan yang lain memiliki pernyataan yang berbeda tentang covid-19. Ini adalah sebuah tantangan bagi media untuk duduk bersama membicarakan model atau pola pemberitaan yang efektif sehingga berdampak positif bagi masyarakat,” pungkas Anang yang juga menjabat Wakil Dekan 2 FISIP UB ini.

Program Pengabdian Masyarakat FISIP UB dengan tema ‘Menggagas Kontribusi Asosiasi Wartawan dalam Pemberitaan Humanis pada Kasus covid-19 di Malang’ dalam bentuk FGD dan Pendidikan masyarakat melalui media tersebut melibatkan unsur media cetak,on-line, radio dan TV. Kemudian masing-masing media diberi kesempatakan untuk mempresentasikan format pemberitaan covid-19 yang menjadi ciri khas medianya, frekuensi pemberitaan, sudut pandang berita, hingga permasalahan dalam proses peliputan berita covid-19 di lapangan.

“Setelah FGD, kami harapkan ada sebuah formula pemberitaan covid-19 dan proses uji coba penerapan formula itu dalam waktu tertentu sesuai kesepakatan. Kemudian direncanakan aka ada kegiatan Seminar Web atau Webinar skala Nasional dengan melibatkan Dewan Pers Pusat, Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) dan beberapa pihak lainnya,” tutur pria yang mengambil program doktoral di University of South Australia tersebut.

“Kita harus tahu, masing-masing media memiliki karakter dan segmentasi publik masing-masing. Sehingga dengan formula ini, ada wacana baru untuk menyusun berita sedemikian rupa sehingga bisa memberikan dampak positif bagi masyarakat,” tutur Ketua PWI Malang Raya Ariful Huda,

Kata Arif, FGD tentang formula pemberitaan COVID-19 menjadi yang pertama diikuti. Tidak ada kegiatan setupa yang pernah dilakukan oleh instansi lain. Instansi lain hanya membicarakan berkaitan dengan protokol kesehatan COVID-19 peliputan di lapangan, bukan mengarah pada keredaksian media.

“Dalam keredaksian, media sesungguhnya memiliki tanggungjawab untuk menyampaikan informasi yang positif dan tidak menimbulkan konflik sesuai arahan Dewan Pers. Sehingga dalam kondisi COVID-19 saat ini, media harus benar-benar bisa memilih sudut pandang berita yang tidak menimbulkan kepanikan, menjaga kerahasiaan pasien terpapar virus namun juga harus menjaga agar berita tetap menarik dan itu adalah tantangannya,”pungkasnya. (A.Y)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

One Response

  1. FISIP UB Cari Formula Pemberitaan Covid-19 Yang Efektif – Malang SatuMinggu, 9 Agustus 2020 at 7:40 pmReply

    […] Berita ini telah dimuat di AdaDiMalang […]

Tinggalkan Balasan