~ The Art of News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Inilah Suka Duka Café Survive Dalam Kondisi Pandemi Covid-19

Inilah Suka Duka Café Survive Dalam Kondisi Pandemi Covid-19

  • account_circle Agus Yuwono
  • calendar_month Kamis, 26 Nov 2020
  • visibility 400
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Ditinggalkan pelanggan hingga menolak pelanggan karena tidak mau menerapkan protokol kesehatan Covid-19.

ADADIMALANG – Siapa yang pernah menyangka, kehidupan akan berubah begitu drastis menjadi sangat bertolakbelakang dari yang biasa dilakukan setiap hari.

Hal-hal yang biasa dilakukan dengan begitu nyaman dan bebas menjadi begitu terbatasi dengan adanya virus Corona (Corona Virus Desease/Covid-19) yang diyatakan menjadi pandemi sejak bulan Maret 2020 lalu.

Pandemi yang diduga akan segera berakhir ternyata belum mampu berakhir hingga delapan bulan lamanya yang membuat dampaknya sangat terasa di segala lini kehidupan masyarakat kota Malang. Bagaimana tidak, dari dunia pendidikan hingga hiburan malam juga terdampak. Usaha dari skala kecil hingga skala besar dengan jumlah karyawan yang banyakpun juga merasakan dampaknya.

Dampak di bidang perekonomian sangat terasa, yang membuat daya beli masyarakat juga mengalami penurunan sehingga para pelaku usaha juga merasakan dampaknya. Salah satunya adalah para pelaku usaha kuliner di kota Malang yang juga dikenal dengan kepiawaiannya memanjakan para pecinta kuliner kekinian.

Pelaku usaha kuliner yang selama ini menjadikan mahasiswa sebagai salah satu pangsa pasar di kota Pendidikan ini mengalami penurunan drastis jumlah pengunjungnya. Hal ini disebabkan mahasiswa yang banyak dari luar kota Malang akhirnya harus kembali ke daerah asalnya masing-masing dan menempuh pendidikan secara daring.

Pembatasan Dine In

Setelah dihajar dampak pandemi Covid-19 dengan kembalinya mahasiswa ke daerah asalnya masing-masing, para pelaku usaha kuliner di kota Malang juga harus menelan pil pahit untuk kedua kalinya.

Mereka harus mengurangi jam operasional usahanya dan hanya menerima pemesanan di bawa pulang (dibungkus/take away) sesuai aturan baru dari Pemerintah Kota Malang untuk mengurangi potensi penyebaran Covid-19. Salah satunya adalah café Cheesebury Kopitiam yang ada di jalan dr Soetomo nomor 26 kota Malang.

“Kami tetap bertahan meski jumlah pengunjung terjun bebas. Belum lagi kemudian ada kebijakan untuk pengunjung dilarang makan di tempay (dine in) hingga pembatasan jam operasional di awal-awal munculnya pandemi Covid-19,” ungkap Manager Operasional Cheesebury Kopitiam Malang, Angelika Astrid saat ditemui AdaDiMalang sore tadi, Kamis (26/11/2020).

Suasana di Café Cheesebury Kopitiam Malang

Dampak dari minimnya pengunjung dan pelbagai pembatasan yang diberlakukan sempat membuat café yang bernuansa Bali di jalan dr. Soetomo kota Malang ini sempat mengalami tidak ada penjualan sama sekali dalam beberapa hari.

“Sebagai upaya tetap survive dalam kondisi pandemi ini, kami juga sempat berinovasi dengan banting setir mengoptimalkan penjualan secara online meski hanya beberapa saja menu kami yang dapat terjual,” ungkap perempuan berkacamata ini.

Perempuan yang akrab dengan panggilan Astrid ini menyampaikan bahwa Cheesebury Kopitiam yang termasuk jenis coffee shop, sehingga pelanggan sengaja datang ke cafenya untuk bersantai sembari menikmati kopi dan live music.

“Dengan kebijakan dilarang dine in akhirnya jumlah pengunjung yag sudah terjun bebas juga semakin menipis. Pilihan berjualan secara daring (online) mau tidak mau harus kami ambil, termasuk membuat menu makanan berat dalam waktu yang amat singkat agar kami tetap ada pemasukan,” ungkap perempuan asli Malang yang sempat lama di Pulau Dewata ini.

https://youtu.be/7Vb3QNtew1U

Penerapan Protokol Kesehatan Covid-19 di cheesebury Kopitiam

Pencabutan larangan Dine In

Angin segar sempat dirasakan saat larangan makan di tempat (dine in) dicabut dengan catatan penerapan protokol kesehatan Covid-19 harus benar-benar diterapkan secara ketat.

Meski demikian, sedikit kelonggaran yang diberikan tanpa adanya perubahan jumlah pengunjung membuat upaya untuk tetap dapat survive tetap tidak dapat dilonggarkan. Salah satunya adalah menciptakan promo berupa diskon yang di luar kewajaran dengan tujuan barang tidak terbuang karena rusak harus dilakukan.

“Kami juga menekan biaya operasional dengan cara membuat karyawan kami masuk kerja secara bergantian supaya tidak sampai ada yang terpaksa kena PHK. Dan sampai saat ini kami terus berjuang untuk tetap dapat survive di kondisi seperti saat ini,” ungkap Astrid.

Seiring waktu berjalan, kondisi mulai membaik meski menurut Astrid kondisinya masih 40 persen dari kondisi normal sebelum terjadi pandemi.

Penerapan Protokol Kesehatan Secara Ketat

Kondisi yang lebih bebas untuk dapt menerima kunjungan pelanggan di cafenya, rupanya belum menjamin angka penjualan dan kunjungan di Cheesebury Kopitiam Malang dapat mulus kembali normal.

Kesadaran akan pentingnya penerapan Protokol Kesehatan Covid-19 rupanya tidak semua dipahami dan mau dilakukan oleh para pengunjung café.

“Kami lakukan semuanya sesuai prosedur protokol kesehatan Covid-19 seperti penyediaan tempat cuci tangan sebelum masuk café. Pengecekan suhu, pendataan pengunjung hingga penataan meja kursi sesuai dengan physical distancing sudah kami lakukan. Namun tidak sedikit juga pelanggan banyak yang tidak mau mematuhi protokol kesehatan Covid-19,” ungkap Astrid gemas.

Faktor pengunjung yang tidak mau mematuhi protokol kesehatan seperti tidak mau memakai masker atau tidak mau diukur suhu tubuh hingga merubah penataan tempat duduk agar dapat berdekat-dekatan membuat Astrid dan crew Cheesebury Kopitiam menjadi was-was jika terkena sanksi akan pelanggaran tersebut.

“Daripada kami harus terkena sanksi, akhirnya dengan terpaksa kami menolak pengunjung yang tidak bersedia menggunakan masker dan diukur suhu tubuhnya sebagai bagian protokol kesehatan Covid-19,” ungkap perempuan berambut pendek ini.

Bahkan Astrid menceritakan tentang rombongan pelanggan yang sudah datang lebih memilih meninggalkan café karena diminta tempat duduk mereka berjarak (physical distancing).

“Semoga pandemi Covid-19 ini dapat segera berlalu dan semuanya akan berjalan normal kembali. Ayo semuanya berjuang…!!!,” pungkas Angelika Astrid. (A.Y)

  • Penulis: Agus Yuwono

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Rekomendasi Untuk Anda

  • Diamond In You mengadakan workshop dan coaching untuk pelatihan intuisi

    Diamond In You mengadakan workshop dan coaching untuk pelatihan intuisi

    • calendar_month Selasa, 18 Jul 2017
    • account_circle redaksi
    • visibility 460
    • 0Komentar

    Kota Malang – Dalam rangka melatih kemampuan intuisi agar mampu mengambil keputusan terbaik dari pilihan-pilihan yang selalu ada dalam hidup, Lembaga Hypnotherapi Diamond In You Malang melaksanakan acara Workshop dan Coaching Intuitive. Acara workshop dan coaching tersebut dilaksanakan di Hotel Best Western OJ kota Malang dengan menghadirkan Krishnamurti, motivator nasional yang menciptakan Fun Game Board […]

  • Nanda Gudban : menangkan Paslon Menawan tanpa harus menciderai Pilkada

    Nanda Gudban : menangkan Paslon Menawan tanpa harus menciderai Pilkada

    • calendar_month Jumat, 16 Mar 2018
    • account_circle redaksi
    • visibility 473
    • 0Komentar

    Kota Malang – Bertempat di Resto Ocean Garden kota Malang, sekitar 200 kader dan pengurus dari DPD Partai Amanat Nasional (PAN) kota Malang berkumpul untuk melaksanakan rapat konsolidasi anggota. Rapat konsolidasi yang dilaksanakan tersebut menurut Sekretaris DPD PAN kota Malang, Dito Arief merupakan rapat konsolidasi untuk memenangkan Pasangan calon (Paslon) Nanda-Wanedi (Menawan) dalam momen Pemilihan […]

  • 10 Anggota Dewan Kota Malang Tak Punya BPJS Kesehatan

    10 Anggota Dewan Kota Malang Tak Punya BPJS Kesehatan

    • calendar_month Rabu, 24 Mei 2017
    • account_circle redaksi
    • visibility 386
    • 0Komentar

    Kota Malang – Berdasarkan hasil temuan dari BPKP tahun 2017, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Malang Hendry Wahjuni menyampaikan temuan bahwa diketahui ada 10 orang anggota DPRD Kota Malang yang masih belum mengikutsertakan dirinya menjadi peserta BPJS Kesehatan. Oleh karenanya, pihak BPJS Kesehatan mengaku akan segera melakukan koordinasi dengan pihak DPRD Kota Malang. “Kami akan koordinasi dengan Sekwan […]

  • Yayasan Kupu Parahita dan FKUB gelar seminar dan Beauty Classical untuk pasien Lupus

    Yayasan Kupu Parahita dan FKUB gelar seminar dan Beauty Classical untuk pasien Lupus

    • calendar_month Minggu, 6 Mei 2018
    • account_circle redaksi
    • visibility 798
    • 0Komentar

    Kota Malang – Kondisi kesehatan yang menurun atau selama menjalani proses pengobatan ataupun perawatan seringkali membuat pasien kurang memperhatikan kondisi diri sendiri. Dengan wajah yang pucat dan penampilan yang kurang terurus tentunya akan mempengaruhi pandangan orang lain yang berinteraksi dengan si pasien ataupun psikologi pasien itu sendiri. Berkaca dari kondisi yang seperti itu setiap harinya, […]

  • Alfamart dan BMCI Kembali Semprot Masjid Dengan Disinfektan

    Alfamart dan BMCI Kembali Semprot Masjid Dengan Disinfektan

    • calendar_month Jumat, 1 Mei 2020
    • account_circle Agus Yuwono
    • visibility 316
    • 0Komentar

    ADADIMALANG – Setelah melakukan berbagai kegiatan untuk mendukung pemutusan rantai penularan Virus Corona (Corona Virus Desease/Covid-19), Alfamart bersama dengan Yayasan Bahrul Maghfiroh Cinta Indonesia (BMCI) kembali melaksanakan kegiatan sosial mengantisipasi Covid-19. Kegiatan sosial yang dilaksanakan kali ini berupa penyemprotan disinfektan yang menyasar ke beberapa masjid dan mushola sebagai tempat ibadah dan fasilitas umum lainnya yang […]

  • Gelar Expo Inovasi, FTAB Universitas Brawijaya Serahkan 57 Alat Teknologi Tepat Guna untuk Kelurahan se-Kota Malang

    Gelar Expo Inovasi, FTAB Universitas Brawijaya Serahkan 57 Alat Teknologi Tepat Guna untuk Kelurahan se-Kota Malang

    • calendar_month Senin, 29 Jun 2026
    • account_circle Agus Yuwono
    • visibility 206
    • 0Komentar

    Kota Malang | ADADIMALANG.COM — Hilirisasi hasil riset dan inovasi akademik dari ruang laboratorium kampus kini benar-benar menyentuh sektor pelayanan publik dan pemberdayaan masyarakat akar rumput. Sebagai penutup dari rangkaian program pengabdian masyarakat, Fakultas Teknologi Agroindustri dan Biosistem (FTAB) Universitas Brawijaya resmi menggelar perhelatan Expo Inovasi Program Mahasiswa Membangun Mitra (3M) pagi ini, Senin (29/6/2026). […]

expand_less