Adadimalang.com

The Art of News

banner 728x90

Limbah Batok Kelapa Dirubah Menjadi Pupuk Cair Organik Dan Pupuk Karbon

Limbah Batok Kelapa Dirubah Menjadi Pupuk Cair Organik Dan Pupuk Karbon

Diolah untuk neningkatkan ekonomi masyarakat Kelompok Tani di Desa Sutojayan kabupaten Blitar.

ADADIMALANG – Kekayaan wilayah desa Sutojayan, kabupaten Blitar dengan jumlah pohon kelapa yang melimpah menghasilkan jumlah limbah batok kelapa yang cukup banyak pula.

Dalam satu tahun saja diketahui ada 15 ton limbah Batok Kelapa yang hanya dimanfaatkan untuk kerajinan tangan, bahan bakar gamping dan sisanya yang tak terpakai akan dibuang begitu saja.

Padahal dalam Batok kelapa tersebut diketahui memiliki kandungan Lignin, selulosa, hemiselulosa dan karbon  yang dapat dimanfaatkan menjadi bahan baku pembuatan asap cair yang dapat dijual.

Menyadari potensi yang belum tergarap tersebut, tim mahasiswa dari Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya (FTP UB) yang terdiri dari Maulana A’inul Yaqin, Bakti Pertiwi Purnama Sari, Wakhidatul Fitriyah, Yohana Christine Tiurma Manurung dan Muhammad Usman Sihab melakukan oengabdian masyarakat dengan program yang diberi tajuk LIKE-TOK dengan Judul ‘Produksi Asap Cair Batok Kelapa Guna Memberdayakan dan Meningkatkan Ekonomi Masyarakat Kelompok Tani di Desa Sutojayan’.

LIKE-TOK merupakan program sosialisasi dan pelatihan secara bertahap melalui media online untuk menangani masalah limbah organik khususnya batok kelapa di Desa Sutojayan yang bertujuan memberikan edukasi dan pendampingan kepada masyarakat dalam produksi asap cair dan produk samping berupa pupuk karbon dari limbah batok kelapa.

Dengan produksi asap cair dan pupuk karbon tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan konsep pemberdayaan termasuk menciptakan kelompok tani yang mandiri.

“Limbah batok kelapa dimanfaatkan sebagai asap cair dengan menggunakan alat pirolisis sehingga dapat dimanfaatkan sebagai pestisida organik untuk tanaman dan pupuk karbon guna menyuburkan tanaman,” ungkap salah satu anggota tim, Maulana A’inul Yaqin.

Melalui program LIKE-TOK ini akan dapat mengurangi limbah batok kelapa sebanyak 98,8% setiap bulannya serta meningkatkan ekonomi masyarakat Desa Sutojayan dengan penjualan produk pestisida asap cair dan pupuk karbon sebesar Rp 5.519.900 per bulan.

Rencana tahapan berikutnya dari program LIKE-TOK yaitu melakukan penjualan secara online dengan menggunakan e-commerce untuk menjangkau pasar yang lebih luas, serta bekerja sama dengan toko penjualan bahan pertanian dan dinas pemerintahan terkait. (A.Y)

Tags: , , ,

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

One Response

  1. Mahasiswa FTP UB Rubah Limbah Batok Kelapa Menjadi Pupuk Cair Organik Dan Pupuk Karbon – Malang SatuJumat, 18 September 2020 at 9:00 pmReply

    […] Artikel ini telah dimuat di AdaDiMalang […]

Tinggalkan Balasan