Polinema laksanakan PKM di Kafe Sawah Pujon Kidul

0

Kabupaten Malang – Dengan memanfaatkan dana DIPA Pengabdian Kepada Masyarakat (PkM) skim Kemitraan Politeknik Negeri Malang (Polinema) tahun 2018, Tim PKM Polinema memfasilitasi pengembangan sebuah destinasi wisata berbasis komunitas yang ada di Pujon Kidul Kabupaten Malang.

Destinasi wisata yang dikenal dengan Kafe Sawah Pujon Kidul Malang ini merupakan sebuah Kafe bernuansa alam yang berada di lereng pegunungan dengan lanskap pandangan yang luas ke arah Barat, Timur dan Utara, sementara di sisi Selatan adalah perkampungan masyarakat dan sebuah pegunungan kecil. Indah, cantik dan sejuk. Pandangan pengunjung akan terasa segar dengan melihat tanaman padi, sayur kol ataupun sayuran lainnya yang beragam, hijau dan segar.

Program Pengabdian kepada Masyarakat Polinema ini dilakukan dalam beberapa bulan selama kurun waktu tahun 2018 yang diketuai oleh Erlin Melani dan didampingi oleh Aang Afandi dan Andi Kusuma.

Pada awalnya, pendampingan didahului dengan aktivitas assesment yang dilakukan dalam bentuk Focus Groud Discussion (FGD) kecil yang bertujuan untuk mengidentifikasi kebutuhan program pendampingan yang mesti dilakukan.

Dari pelaksanaan FGD kecil tersebut akhirnya diketemukan beberapa aktivitas pendampingan sebagai perwujudan pengabdian kepada masyarakat ini seperti pengembangan kemampuan conversation bahasa Inggris tenaga pekerja kafe sawah yang sekaligus berperan sebagai tourguide lokal bagi pengunjung kafe. Kedua, pengembangan pengelolaan akuntansi, yang direpresentasikan dalam bentuk program aplikasi sederhana pengelolaan keuangan, dan ketiga pengembangan manajemen utamanya pemasaran.

Suasana Pelatihan Bahasa Inggris


Seperti diketahui Kafe Sawah ini merupakan usaha desa di bawah Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) Desa Pujon Kidul yang dikelola oleh komunitas anak-anak muda yang ada di Desa Pujon Kidul. Kafe ini mempekerjakan anak–anak muda Pujon Kidul yang memiliki pendidikan mulai tingkat SMP hingga mahasiswa di beberapa perguruan tinggi di Malang.

Untuk pengembangan conversation, didampingi oleh Mahasiswa Polinema jurusan Akuntansi tingkat akhir yang memiliki kemahiran dalam bahasa Inggris, sehingga dengan tingkatan usia yang relatif sama menjadikan kelas conversation ini menjadi lebih hidup, lebih segar dan lebih memotivasi untuk menguasai kamampuan tersebut. Sementara untuk dua bidang lainnya di handle oleh tim inti program PKM.

“Program ini sangat menarik bagi kami karena menyentuh kebutuhan riil kami di lapangan. Dan harapannya ini akan meningkatkan kapasitas kami sebagai sebuah destinasi wisata yang semakin berkembang keberdaaannya,” ujar Manajer SDM Kafe Sawah Pujon Kidul, Badur.

Selanjutnya Badur menyatakan bahwa dengan semakin berkembangnya usaha yang dijalankannya tersebut tentunya  memerlukan berbagai pembenahan.

“Dengan adanya program PKM dari Polinema ini akan memberikan sesuatu yang lebih baik pada usaha kami.” ujar Badur.

Tim PKM Polinema berdiskusi dengan Manager Kafe Sawah

Perlu diketahui, jumlah kunjungan kafe sawah ini semakin meningkat dari waktu ke waktu semakin meningkat, apalagi di akhir pekan mulai hari Jumat hingga Minggu dimana ada pengunjung yang bermalam di rumah penduduk sekitar Kafe Sawah yang didesain sebagai homestay sehingga bisa menikmati kafe sembari berdiskusi dan hidup berdampingan dengan masyarakat lokal.

“Termasuk juga bisa belajar bertani tanaman sayuran ataupun melakukan outbond. Aktivitas ini semakin berkembang, sehingga kami memerlukan pengembangkan kemampuan komunikasi, utamanya menghadapi turis asing menjadi sesuatu yang diperlukan,” ujar Badur.

Selain itu menurut Badur, pengembangan manajemen pemasaran dan pengelolaan keuangan menjadi sesuatu yang juga mesti menjadi perhatian.

Ketua Tim PKM Erlin Melani berdiskusi untuk menyiapkan program sederhana pengelolaan keuangan

Sementara itu, Ketua Program PKM Polinema Malang, Erlin Melani menjelaskan jika tujuan dari program PKM di Kafe Sawah Pujon Kidul kali ini adalah meningkatkan skill bahasa inggris pegawai, meningkatkan kapasitas pengelola pemasaran dan peningkatan tata kelola keuangan.

“Yang tentunya ini mesti dimonitoring dan ditingkatkan dari waktu ke waktu,” ungkap Erlin Melani.

Share.

About Author

Leave A Reply