Emil Dardak : Beruntung Jatim Punya Sosok Ulama Seperti KH Gus Luqman Al Karim

Baca Juga

Plt. Walikota Malang tawari Teh Pucuk Harum Gelar Event Kuliner Skala Nasional di Kota Malang

Kota Malang – Bertempat di lapangan Rampal kota Malang, event festival kuliner ‘Pucuk Coolinary Festival’ dibuka secara resmi sekitar...

1,5 Bulan Ini Naga Menghidupi Ibunya Seorang Diri

Anak 8,5 tahun mengemis untuk hidupi ibunya yang patah tulang korban kecelakaan. ADADIMALANG - Tidak ada yang menyangka bahwa roda...

Organisasi Pemuda Internasional AIESEC lakukan Studi Budaya ke KBP

Mahasiswa Asing mendominasi kunjungan studI budaya AIESEC ke Kampung Budaya Polowijen. Kota Malang - Didominasi oleh mahasiswa asing, orgaanisasi Association...

Wakil Gubernur Jatim berharap akan banyak muncul pola pengelolaan Pondok Pesantren yang profesional dari kota Malang seperti di Bahrul Maghfiroh.

ADADIMALANG – Sudah dua tahun KH Gus Luqman Al Karim telah meninggal dunia dan diperingati Haulnya yang kedua pada pagi hari ini, Minggu (22/09).

Dalam kegiatan yang dihadiri ribuan jamaah dan santri Pondok Pesantren Bahrul Maghfiroh ini juga dihadiri beberapa tokoh dan pejabat di Jawa Timur seperti Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak, Walikota Malang Sutiaji, Danrem 083 Baladhika Jaya Kolonel Inf Zainuddin, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Malang Azka Subhan Aminurridhi, Sekretaris Daerah Kota Malang Wasto dan tokoh-tokoh agama di Malang Raya serta Jawa Timur yang turut hadir.

Dalam sambutannya, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil E. Dardak menyampaikan Jawa Timur beruntung memilikisosok ulama seperti KH Gus Luqman Al Karim yang telah banyak memberikan sumbangsih pemikiran, ketauladanan baik semasa hidup atau hingga KH Gus Luqman Al Karim meninggal dunia masih meninggalkan banyak hal yang sangat bermanfaat bagi masyarakat dan banyak orang.

“Malang ini adalah jantungnya Jawa Timur dan saya berharap agar dari Malang ini akan muncul banyak pola pengelolaan Pondok Pesantren yang profesional seperti yang telah dilaksanakan di Pondok Pesantren Bahrul Maghfiroh ini,” ungkap Emil E. Dardak usai pelaksanaan Haul ke 2 KH Gus Luqman Al Karim.

Oleh karenanya, Emil Dardak mewakili Pemerintah Provinsi Jawa Timur menyampaikan apresiasi dan ucapan terimakasih atas sumbangsih KH Gus Luqman Al Karim semasa hidupnya yang dinilai banyak memberikan warna dalam pembangunan bangsa dan negara.

“Gus Luqman Al Karim ini seseorang yang mengajarkan bagaimana mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan penuh kedamaian termasuk bagaimana bersosialisasi di masyarakat sehingga merefleksikan Islam yang rohmatan lil alamin,” ungkap Wakil Gubernur Jawa Timur.

Dalam acara Haul Ke 2 KH Gus Luqman Al Karim ini diisi ceramah oleh KH Syaifuddin Zuhri yang banyak mengulas tentang kebiasaan dan cara pandang KH Gus Luqman Al Karim semasa hidup yang begitu mencintai agama dan negaranya.

“Gus Luqman itu kepeduliannya kepada umat atau jamaah dan masyarakat yang membutuhkan itu sangat luar biasa hingga seringkali justru tidak memikirkan dirinya sendiri,” ungkap KH Syaifuddin Zuhri.

Banyak hal-hal positif yang patut diteladani dari sosok KH Gus Luqman Al Karim menurut KH Syaifuddin Zuhri, dimana kecintaan terhadap NKRI juga sangat luar biasa.

“Membela Agama dan Membela Negara, Membela Negara Jangan Merusak Agama dan Membela Agama Jangan Merusak Negara itu sangat dipegang teguh oleh Gus Luqman Al Karim,” ungkap KH Syaifuddin Zuhri.

Sementara itu, pengasuh Pondok Peantren Bahrul Maghfiroh sepeninggal KH Gus Luqman Al Karim yakni M. Bisri menyatakan dirinya akan memenuhi beberapa keinginan dari Gus Luqman yang masih belum sempat terwujud.

“Salah satunya adalah menyeimbangkan antara pendidikan umum dan pendidikan kepondokan, sehingga saat ini metode pembelajara di Bahrul Maghfiroh mugkin berbeda dengan yang lain,” ungkap mantan Rektor Universitas Brawijaya ini.

Selain itu Bahrul Maghfiroh juga telah memiliki beberapa pusat pembelajaran seperti laboratorium kewirusahaan (entrepreneur), laboratorium teknologi digital dan lain sebagainya.

“Kami bersinergi dengan berbagai institusi ataupun tokoh-tokoh yang benar-benar mumpuni di bidangnya untuk mengembangkan pondok pesantren Bahrul Maghfiroh ini,” pungkas M. Bisri. (A.Y)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -

Berita Terbaru

Trauma Healing, Wali Kota Sutiaji Beri Semangat untuk Tiga Anak Isoman

Sambang ke lokasi isoman dinilai menjadi upaya penyembuhan trauma pasien Covid-19. ADADIMALANG – Wali Kota Malang Drs. H. Sutiaji memberikan...

Proposal Dosen Dan Mahasiswa ITN Malang Lolos Raih Pendanaan

Laksanakan program Matching Fund Kedaireka, PHP2D dan PKM GT. ADADIMALANG – Meski masih dalam kondisi pandemi Covid-19, namun raihan prestasi tidak terhenti. Bahkan di kampus...

UB Distribusikan 79 Ekor Kambing dan 7 Sapi pada Idul Adha 1442 H

Tahun depan diharapkan dapat membagikan hingga ke wilayah Malang Selatan. ADADIMALANG - Universitas Brawijaya (UB) membagikan 79 ekor kambing dan 7 ekor sapi kepada 50...

Yayasan Wings Peduli Serahkan Donasi 1.500 Ton Beras Bagi Masyarakat Terdampak PPKM Darurat

Hari ini menyerahkan bantuan sebanyak 390.340 kilogram beras melalui Korem 083 Baladhika Jaya. ADADIMALANG - Berkolaborasi dengan Jajaran Korem di empat wilayah di Jawa Timur...

Satgas Covid-19 Alumni UB Merilis Aplikasi Isolasi Mandiri

Dapat dimanfaatkan guna memantau kondisi harian masyarakat yang terpapar Covid-19 dan tengah menjalankan isolasi mandiri. ADADIMALANG – Melonjaknya kasus paparan Virus Corona (Covid-19) yang melanda...
- Advertisement -

Berita Terkait