Mahasiswa UB Buat Inovasi Daur Ulang sampah organik

Baca Juga

Plt. Walikota Malang tawari Teh Pucuk Harum Gelar Event Kuliner Skala Nasional di Kota Malang

Kota Malang – Bertempat di lapangan Rampal kota Malang, event festival kuliner ‘Pucuk Coolinary Festival’ dibuka secara resmi sekitar...

1,5 Bulan Ini Naga Menghidupi Ibunya Seorang Diri

Anak 8,5 tahun mengemis untuk hidupi ibunya yang patah tulang korban kecelakaan. ADADIMALANG - Tidak ada yang menyangka bahwa roda...

Organisasi Pemuda Internasional AIESEC lakukan Studi Budaya ke KBP

Mahasiswa Asing mendominasi kunjungan studI budaya AIESEC ke Kampung Budaya Polowijen. Kota Malang - Didominasi oleh mahasiswa asing, orgaanisasi Association...

Memanfaatkan Maggot Black Soldier Fly (BSF) sebagai pendaur ulang alami sampah.

ADADIMALANG – Bertujuan dapat mengurangi jumlah sampah organik yang ada di SMPN 22 Kota Malang, 6 orang mahasiswa Universitas Brawijaya (UB) menciptakan inovasi daur ulang sampah organik dengan lebih cepat.

Tim mahasiswa yang diketuai Annis Safira Nur Aulia dan beranggotakan Femi Tasani, Muhammad Zainurrahman, I Wayan Wira Yuda, Mila Afidah Rahmah dan Abdul Mudjib Sulaiman Wahid ini berinovasi dengan menggunakan larva Black Soldier Fly (BSF) sebagai pendaur ulang alami sampah organik.

Black Soldier Fly (BSF) teraebut dinilai memiliki kemampuan beradaptasi yang tinggi bahkan dalam kondisi yang tidak menguntungkan.

“Larva ini memiliki dua fase major, yaitu fase lalat dan fase maggot. Fase maggot inilah yang berperan sebagai pendaur ulang sampah,” ungkap Annis Safira Nur Aulia.

Bersama dengan anggota ekstrakurikuler Tanaman Organik SMPN 22 Malang, maggot Black Soldier Fly dikembangkan sebagai pengurai sampah organik sekaligus media pembelajaran siswa. Meski demikian muncul persoalan berupa banyak imago lalat yang mati dan pupa yang tidak berkembang.

“Kami membuat sistem yang dapat memperkecil kemungkinan mortalitas maggot. Pengaturan suhu, kelembapan dan cahaya menjadi salah satu bagian yang perlu diperhatikan selain pengecekkan jenis dan jumlah pakan maggot,” kata Annis Safira.

Tim mahasiswa Universitas Brawijaya ini melakukan sosialisasi tentang bagaimana cara budidaya maggot yang baik agar menghasilkan pupuk kompos yang maksimal secara daring yang diikuti oleh 8 orang peserta termasuj pembina ekskul Tanaman Organik SMPN 22 kota Malang hari Senin (14/09/2020) lalu.

“Kami senang, teman-teman SMPN 22 Malang sangat antusias dalam kegiatan sosialisasi. Mereka aktif bertanya tentang seluk beluk maggot,” kata salah satu perwakilan tim Annis.

Demi mensukseskan budidaya maggot tersebut, tim juga membuat buku pedoman budidaya maggot dan aplikasi BLAЄK PINTER dimana dengan aplikasi teraebut maka jumlah kematian maggot dapat ditekan.

“Aplikasi ini memuat update suhu dan kelembapan di sekitar kandang maggot. Ada juga, perhitungan jumlah pakan dan maggot, kalender fase, video tutorial dan buku pedoman,” kata mahasiswa angkatan 2017 tersebut.

Annis juga menambahkan jika program ini akan terus berlanjut dan berkembang untuk mencapai target maggot yang melimpah dan menghasilkan kompos yang berkualitas.

Tidak hanya sebagai dekomposer, maggot bisa dijadikan sebagai alternatif pakan ternak burung dan ikan karena maggot mengandung 35 % protein dan 30% lemak kasar yang baik untuk pertumbuhan ternak. (A.Y)

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -

Berita Terbaru

UB Mendapat Kepercayaan Pemprov Jatim Layarkan Satu Kapal Pelayanan Kesehatan

Akan memberikan pelayanan kesehtan bagi daerah kepulauan yang sulit dijangkau dengan jalur darat. ADADIMALANG - Dalam rangka peningkatan pelayanan kesehatan...

Jawa Timur Menjadi Provinsi Pertama Yang Masuk Level 1

Tersisa Kota Blitar yang masih zona Orange, Gubernur Jatim minta semua tidak kendor protokol kesehatan. ADADIMALANG - Provinsi Jawa Timur menjadi Provinsi pertama dan satu-satunya...

Sandiaga Uno Diapresiasi Sebagai Pemimpin Solutif Dan Gercep

Mampu cepat penuhi keinginan Pengurus Masjid untuk mengganti karpet yang telah usang. Lumajang ADADIMALANG - Ada hal yang tak terduga saat Menteri Pariwisata dan Ekonomi...

Gubernur Jawa Timur Apresiasi Dan Semangati Nakes Di UB

Ajak semua orang yang hadir berdiri dan menyanyikan lagu Padamu Negeri bersama Tenaga Kesehatan. ADADIMALANG - Ada yang menarik dalam kunjungan Gubernur Jawa Timur Drs...

Ikatan Alumni UB Gelar Vaksinasi Hingga Delapan Ribu Selama Empat Hari

Gubernur Jatim Dan Forkopimda Jawa Timur hadir memberikan apresiasi kepada Universitas Brawijaya yang getol melaksanakan vaksinasi. ADADIMALANG - Semenjak kasus paparan Covid-19 semakin meningkat dan...
- Advertisement -

Berita Terkait