Pendidikan Melahirkan Ilmu, dan Agama Yang Melahirkan Akhlaq

Baca Juga

Plt. Walikota Malang tawari Teh Pucuk Harum Gelar Event Kuliner Skala Nasional di Kota Malang

Kota Malang – Bertempat di lapangan Rampal kota Malang, event festival kuliner ‘Pucuk Coolinary Festival’ dibuka secara resmi sekitar...

1,5 Bulan Ini Naga Menghidupi Ibunya Seorang Diri

Anak 8,5 tahun mengemis untuk hidupi ibunya yang patah tulang korban kecelakaan. ADADIMALANG - Tidak ada yang menyangka bahwa roda...

Organisasi Pemuda Internasional AIESEC lakukan Studi Budaya ke KBP

Mahasiswa Asing mendominasi kunjungan studI budaya AIESEC ke Kampung Budaya Polowijen. Kota Malang - Didominasi oleh mahasiswa asing, orgaanisasi Association...

Hikmah Ramadhan Hari ke 10.

ADADIMALANG – Salah satu aspek yang mendapat perhatian utama dalam Islam adalah akhlak.

Islam memang memuliakan orang-orang yang berilmu, bahkan mewajibkan semua penganut ajaran Islam untuk menuntut ilmu seperti disampaikan dalam hadis yang diriwayatkan dari Ibnu Majah : “Menuntut ilmu wajib hukumnya bagi setiap Muslim (baik perempuan maupun laki-laki),” namun Islam juga mensyaratkan akhlak untuk kesempurnaan ilmu.

Dalam Syarhul Hilyah Fii Thalabul Ilmi, syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin menjelaskan bahwa orang yang menuntut ilmu wajib menghiasi dirinya dengan akhlak, sebab tanpa akhlak, ilmu yang didapat tak akan memiliki faedah sama sekali.

“Kepandaian dalam bidang keilmuan tertentu tak akan bisa memberi manfaat secara maksimal jika tak diiringi dengan akhlak yang mulia, sebab akhlak adalah ruh utama untuk kebermanfaatan ilmu,” ungkap Gus Hisa Al Ayyubi, pengasuh PPIQ Darul Hidayah Kota Malang.

Para ulama jaman dahulu terbiasa mendahulukan dan memberi porsi lebih untuk belajar akhlak daripada ilmu, salah satunya adalah Abdullah bin Mubarak yang bertutur dalam Ghayatun-Nihayah fi Thobaqotil Qurro : “Saya mempelajari adab selama tiga puluh tahun dan saya mempelajari ilmu (agama) selama dua puluh tahun, dan mereka (para ulama) memulai pelajaran mereka dengan mempelajari adab terlebih dahulu kemudian baru ilmu.”

Begitu pentingnya akhlak dalam Islam hingga Rasulullah Muhammad menyebut dirinya diutus Allah bukan untuk tujuan lain selain untuk menyempurnakan akhlak.

Dengan begitu, akhlak seharusnya tetap digunakan sebagai pijakan utama bagi setiap Muslim dalam melakukan berbagai hal, baik yang terkait dengan dirinya sendiri maupun dengan orang lain.

Dilihat dari fungsinya, akhlak adalah pembeda untuk pintar dan benar. Orang yang berilmu tentulah pintar, namun jika tidak melengkapi dirinya dengan akhlak, maka tak ada jaminan kepintaran yang dimilikinya mampu mengantarkan pada kebenaran.

Sekalipun orang tersebut mengaku sebagai ulama, namun jika akhlak yang ditampilkan tercela, maka tak ada kebenaran yang bersemayam di setiap wejangan yang disampaikan.

Akhlak juga berfungsi sebagai benteng yang melindungi orang berilmu dari berbagai macam godaan. Sebab, orang berilmu tak akan pernah lepas dari godaan. Salah satu yang paling sering menghantui adalah kesombongan.

Orang yang berilmu cenderung mengira dirinya sudah tahu segala, merasa kebenaran hanyalah apa yang keluar dari mulutnya.

Tanpa akhlak, orang berilmu hanya akan menjadi hantu tak jelas wujud dan manfaatnya.

Padahal akhlak itu sangatlah sederhana; berbuat baik kepada orang lain, menghindari sesuatu yang dapat menyakitinya (baik fisik maupun hati) dan menahan diri ketika disakiti (Madarijus Salikin II/318-319).

“Karenanya, selalu lengkapi diri kita dengan akhlak, sebab hanya dengan cara itu, ilmu yang kita miliki dapat memberi kebaikan untuk diri sendiri dan orang lain,” ungkap pria yang juga pembuna Majelis Hikmah Islam ini.

Gus Hisa berharap agar umat Islam menjadikan akhlak sebagai ukuran dalam menilai keilmuan seseorang.

“Jangan sampai kita terperosok dalam lubang kelam akibat salah memilih panutan. Jika ilmu adalah cahaya, maka akhlaklah penyempurnanya. Selamat menjalankan ibadah puasa,” pungkas Gus Hisa Al Ayyubi. (A.Y)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -

Berita Terbaru

Hakekat Memberi Adalah Menerima

Hikmah Ramadan Hari ke 27 ADADIMALANG - Tidak satu haripun di mana pada pagi harinya seorang hamba ada padanya melainkan...

Persada Hospital Kini Juga Melayani Orang Sehat

Luncurkan layanan Nutribite untuk memenuhi kebutuhan serat agar masyarakat tetap sehat. ADADIMALANG - Setelah melaunching Aesthetic Center sebagai layanan baru dalam hal menunjang keindahan wajah...

Libur Lebaran, Hawai Group Potong 45% Harga Tiket

Berlaku untuk semua wahana Hawai Group mulai tanggal 12 Mei hingga 23 Mei 2021. ADADIMALANG - Meski dalam kondisi pandemi Covid-19, namun momentum Hari Raya...

Perumda Tugu Tirta Gelar Istighotsah Dan Beri Tali Asih

Sebagai bagian Sambung Seduluran Saklawase. ADADIMALANG - Jajaran Direksi Perumda Air Minum Tugu Tirta Kota Malang bersama karyawan dan karyawati menggelar istighosah di Sumber Binangun,...

Dosen Polinema Ajarkan Inovasi Produksi Kripik Pepaya dan Jemblem

Termasuk melatih bagaimana memasarkan produk dagangan secara daring (online). ADADIMALANG - Meski masih dalam kondisi pandemi Covid-19, para dosen pendidik kampus Politeknik Negeri Malang (Polinema)...
- Advertisement -

Berita Terkait