Hikmah Ramadhan Hari ke 14.
ADADIMALANG – Adalah sebuah keniscayaan bagi manusia untuk senantiasa meningkatkan ketaqwaan dan rasa syukur kita kepada Allah SWT yang telah memberikan berbagai nikmat yang tak bisa dihitung satu persatu.
Memasuki hari ke-14 bulan Ramadan ini perlu disadari bahwa nikmat dari Allah SWT bukan hanya dalam bentuk materi saja, melainkan nikmat kesehatan, kesempatan, Islam dan iman lebih berharga dari sekedar nikmat materi yang kita miliki.
“Bayangkan bagaimana rasanya jika harta banyak namun tidak bisa menikmatinya karena sakit-sakitan. Bagaimana rasanya jika jabatan tinggi namun hati tidak merasa tenang. Oleh karenanya, sebagai seorang makhluk, kita harus menyadari bahwa ada yang memiliki segalanya dari kita dan berhak atas segala perjalanan kehidupan kita di dunia ini yakni sang khalik, sang Pencipta, Allah SWT,” ungkap Pengasuh PPIQ Darul Hidayah, Gus Hisa Al Ayyubi.
Menurut Gus Hisa, di era modern saat ini banyak manusia yang semakin menunjukkan sikap hedonisme yang merupakan ajaran atau pandangan bahwa kesenangan atau kenikmatan merupakan tujuan hidup.
“Pandangan ini mengakibatkan manusia berusaha mencari kebahagiaan dengan mengumpulkan harta sebanyak-banyaknya dengan berbagai daya upaya. Cara-cara mendapatkan hartapun tidak mempedulikan norma-norma agama dan aturan yang ada. Halal haram hantam saja yang penting harta banyak dan kebahagiaan bisa dirasa,” ungkap pria yang juga pengasuh Majelis Hikmah Islam ini.
Menurut Gus Hisa, banyak orang bekerja yang pergi pagi pulang sore memeras keringat, banting tulang hingga berani meninggalkan shalat dan ibadah wajib lainnya namun kehidupan ekonominya begitu-begitu saja. Sementara ada yang bekerja dengan biasa-biasa saja dan dapat menjalankan ibadah dengan tenang, namun rezeki yang didapatnya terus mengalir dan berlipat ganda.
“Ini menjadi renungan kita bersama bahwa Allah SWT telah memberikan rizki berupa harta kepada masing-masing manusia. Rezeki manusia tak akan tertukar dengan rezeki orang lain. Yang terpenting dari kita adalah harus terus berusaha dengan baik seraya berdoa dan menyadari bahwa Allah telah membagi rezeki kepada orang-orang yang dikehendaki,” ungkap Gus Hisa Al Ayyubi.
Allah Ta’ala berfirman : إِنَّ اللَّهَ يَرْزُقُ مَنْ يَشَاءُ بِغَيْرِ حِسَابٍ
“Sesungguhnya Allah memberi rizki kepada siapa saja yang dikehendaki-Nya tanpa batas.” (QS. Ali ‘Imran [3]: 37).
Segala hal terkait dengan rezeki yang sudah didapatkan harus disyukuri. Dengan syukur, kita tidak lagi selalu menghitung-hitung jumlah harta yang kita miliki. Harta adalah washilah (lantaran) saja untuk kita bisa beribadah dengan tenang kepada Allah. Karena perlu dicatat dan diingat bahwa tugas utama kita hidup di dunia ini adalah memang untuk beribadah menyembah Allah SWT.
Allah Ta’ala berfirman : وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ
“Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku.” (QS. Adz Dzariyat: 56)
“Syukur ini akan membawa kita tenang dalam menghadapi kerasnya kehidupan dunia. Walau sedikit harta yang dimiliki, jika kita bersyukur kita akan hidup dengan tenang bersama keluarga. Dan sebaliknya biarpun bergelimang harta tapi rasa syukur tak ada, maka kegersangan hidup dan ketidaknyamanan akan selalu terasa dalam langkah kehidupan kita,” ungkap Gus Hisa Al Ayyubi.
Kesadaran bahwa harta hanya sebuah titipan ini akan memunculkan sikap senang berbagi, bersedekah dan berzakat.
“Kita tak perlu khawatir jika kita memberikan harta kita kepada orang lain, harta kita akan berkurang. Sekali lagi hidup bukanlah matematika. Sesuatu yang kita berikan kepada sesama, pada suatu hari pasti akan kita dapatkan kembali karena hakikat memberi adalah menerima. Jika kita ingin hidup dalam ketenangan maka hiduplah dalam ketakwaan dengan menjalankan segala perintah Allah dan menjauhi laranganNya. Selain akan diberikan ketenangan hidup dan jalan keluar dari segala permasalahan di dunia, jika kita bertakwa, kita juga akan diberi rezeki dari arah yang tidak kita duga-duga,” pungkas Gus Hisa Al Ayyubi. (A.Y)

Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.