Lebih dari 90 orang penyandang Disabilitas di Bhakti Luhur Kota Malang mengikuti vaksinasi.

ADADIMALANG – Komitmen Pemerintah Kota Malang untuk mempercepat pelaksanaan vaksinasi sekaligus memenuhi permintaan pengelola panti yang menangani penyandang disabilitas di kota Malang mulai dilaksanakan.

Hal ini diwujudkan dengan melaksanakan vaksinasi di lokasi panti atau perawatan para penyandang disabilitas di kota Malang, salah satunya di Yayasan Bhakti Luhur kota Malang pagi hari tadi, Senin (30/08/2021).

Keseriusan vaksinasi penyandang disabilitas ini terlihat dengan kehadiran Wakil Wali Kota Malang Ir. H. Sofyan Edi Jarwoko di lokasi vaksinasi.

“Rencananya hari ini akan ada 73 penyandang disabilitas yang akan divaksin tetapi harus dilihat terlebih dahulu kesiapan dan kondisi kesehatannya. InsyaAllah akan ada penambahan peserta sebanyak 18 orang sehingga total akan ada 90 orang lebih yang divaksin hari ini,” jelas Sofyan Edi Jarwoko.

Wakil Wali Kota Malang yang ramah ini lebih lanjut menegaskan Pemkot Malang akan melakukan vaksinasi secara door to door bagi penyandang disabilitas yang tidak memungkinkan untuk datang ke puskesmas atau lokasi vaksin.

“Harapan kita dari sekitar 2.900 penyandang disabilitas di kota Malang ini seluruhnya akan dapat tervaksinasi. Penyandang disabilitas ini juga warga Indonesia yang harus mendapatkan pelayanan yang sama termasuk dalam hal vaksinasi ini,” ungkap Sofyan Edi Jarwoko.

Sementara itu, Kordinator Wisma Bhakti Luhur kota Malang yakni Agnes Sapta menjelaskan sebelum kegiatan vaksinasi di tempatnya hari ini, pihak Bhakti Luhur telah mengikutsertakan penyandang disabilitas di Bhakti Luhur untuk mengikuti vaksinasi di tiga tempat lainnya.

“Yang pertama di Polresta Malang Kota kemudian di Dinas Sosial dan kemarin di Panti Seruni. Hingga hari ini sudah sekitar 50 persen penghuni Bhakti Luhur yang telah divaksin, sementara yang lainnya terkendala tidak bisa hadir saat vaksinasi ataupun kondisi kesehatan atau mood-nya sedang tidak bagus sehingga tidak dapat mengikuti vaksinasi,” jelas Agnes Sapta.

Agnes menegaskan pihaknya telah mempersiapkan kondisi kesehatan para penyandang disabilitas yang dirawatnya untuk dapat mengikuti vaksinasi sehingga saat screening kesehatan hampir seluruhnya lolos untuk mengikuti vaksinasi.

“Jika ada yang belum divaksin maka nanti akan kami antar dan dampingi vaksinasi di puskesmas meski mendapat perhatian khusus mengingat tidak semua tenaga kesehatan dapat menangani penyandang disabilitas,” ungkap Agnes.

Saat ditanya upaya penanganan Covid-19 agar tidak sampai terkena kepada penyandang disabilitas, Agnes menyatakan Bhakti Luhur sangat ketat dalam menerapkan Protokol Kesehatan Covid-19.

“Kita bekerjasama dengan semua pihak baik itu Dinas Kesehatan, Dinas Sosial atau Pemerintah dan lain sebagainya. Selain itu kembali kepada kita sendiri dimana semua tenaga kerja yang ada di Bhakti Luhur ini, mahasiswa termasuk anak-anak kita awali dengan protokol kesehatan yang ketat,” pungkas Agnes Sapta. (A.Y)