Dilaksanakan di Balaikota Malang.

ADADIMALANG – Bertempat di Balaikota Malang, penyanyi yang saat ini menjadi wakil rakyat di DPR RI sebagai anggota Komisi IX asal daerah pemilihan (dapil) Malang Raya yakni Krisdayanti menggelar sosialisasi bersama BKKBN Provinsi Jawa Timur.

“Selama pandemi Indonesia dihadapkan dengan situasi ‘Baby boom’ dimana angka kelahiran bayi yang tidak di rencanakan meningkat pesat. Sebagai anggota Komisi IX DPR RI yang bermitra dengan BKKBN, maka kami juga turut serta dalam menyosialisasikan berbagai program BKKBN,” ungkap Krisdayanti, Sabtu (04/09/2021) lalu.

Menurut perempuan asli kota Batu ini, bersama dengan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BBKBN), dirinya juga berupaya membantu dalam menurunkan angka stunting, angka kelahiran yang tidak di rencanakan, menjaga keberlangsungan pemakaian kontrasepsi, mencegah putus pakai pemakaian kontrasepsi dan seluruh program mitra BKKBN.

“Termasuk menyosialisasikan program unggulan BKKBN yakni Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana) dan Pendataan keluarga. Oleh karena itu saya juga turut menyosialisasikannya sebagai mitra dari BKKBN,” ungkap Krisdayanti.

Dalam sosialisasi yang diikuti para penyuluh KB dan Kader Posyandu kota Malang tersebut Krisdayanti menghimbau asyarakat untuk mengikuti usia ideal bagi wanita untuk melahirkan yaitu di umur 19 tahun dan 21 tahun bagi pria atau suaminya

“Saya berharap dengan mengikuti berbagai program BKKBN ini maka akan berpengaruh pada tingkat kesehatan DAN kesejahteraan keluarga anda karena kelahiran yang sudah direncanakan,” pungkas Krisdayanti.

Salah satu pemateri dari BKKBN Provinsi Jawa Timur yakni Dra Sofia Hanik, MM menyampaikan Program Bangga Kencana harus terus dikenalkan kepada semua lapisan masyarakat.

“Terutama yang perlu disampaikan adalah untuk menghindari 4 T melahirkan yakni Terlalu Muda, Terlalu Tua, Terlalu dekat/rapat dan Terlalu sering,” ungkap Sofia Hanik.

Sosialisasi berjalan dengan meriah serta penuh keakraban meskipun dilaksanakan masih dalam kondisi pandemi covid-19 yang mengharuskan menjaga jarak dan membatasi jumlah peserta sosialisasi tersebut. (A.Y)