Termasuk pengelolaan kearsipan desa dan warga secara individu.

ADADIMALANG – Dalam rangka penerapan pengelolaan arsip secara tertib sesuai dengan Gerakan Nasional Sadar Tertib Arsip, Dosen Politeknik Negeri Malang (Polinema) melakukan pendampingan masyarakat desa Wringinsongo Tumpang dalam penggunaan aplikasi SIM-RIwink.

Dosen Polinema yang melakukan pendampingan masyarakat dalam rangka Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) tersebut juga melakukan kegiatan literasi akan pentingnya kearsipan terutama dokumen kependudukan.

“Jadi kami dari Polinema bermitra dengan pihak Pemerintah Desa Wringinsongo kecamatan Tumpang dalam rangka melakukan pendampingan masyarakat dalam penggunaan aplikasi SIM-RIwink maupun membantu proses pengelolaan kearsipan,” jelas Ketua Tim Dosen Polinema, Siti Amerieska.

Selain Siti Amerieska, beberapa dosen Polinema lainnya yang terlibat kegiatan PKM tersebut antara lain Farika Nikmah, Andi Kusuma, Fadelis Sukya dan Rokhimatul Wakhidah.

Kegiatan sosialisasi merupakan kegiatan pertama yang dilaksanakan dalam memberikan pemahaman akan pentingnya pengarsipan yang disampaikan oleh Farika Nikmah selaku tim PKM.

“Ada beberapa kriteria dikatakan tertib arsip seperti arsip disimpan dengan baik pada tempat yang aman, arsip diberkaskan dengan sistem klasifikasi, sarana penyimpanan arsip memenuhi standar keamanan dan yang tak kalah penting penemuan kembali arsip dapat dilakukan dengan cepat dan akurat,” ungkap Farika Nikmah dalam paparannya.

Semangat kepedulian pengarsipan tersebut menurut Farika hendaknya tidak hanya dilakukan di tingkat Pemerintah Desa saja, tetapi juga dilakukan oleh warga desa mulai dari arsip personal hingga arsip keluarga.

“Yang jelas dengan menerapkan tertib arsip tersebut, maka tatkala berkas atau arsip tersebut dibutuhkan maka akan mudah ditemukan,” ungkap perempuan yang juga merupakan Ketua Program Studi D4 Kearsipan Polinema ini.

Kegiatan kedua Pengabdian Dosen Polinema kepada Masyarakat Wringinsongo Tumpang adalah melakukan pendampingan penggunaan aplikasi SIM-RIwinK berbasis Web maupun android.

Kegiatan pendampingan penggunaan aplikasi SIM-RIwinK tersebut dilaksanakan oleh tim E-Layanan yang beranggotakan Rokhimatul Wakhidah, Fadelis Sukya dan Andi Kusuma yang dibantu mahasiswa dari program S2 Magister Terapan Sistem Informasi Akuntansi yakni Bagas Brian Pratama.

Pemberian pelayanan prima perlu didukung dengan adanya sarana dan prasarana yang menunjang pelayanan, sehingga Tim PKM Polinema juga memberikan bantuan peralatan berupa Anjungan Surat Mandiri kepada pihak Pemerintah Desa Wringinsongo.

“Dengan adanya Anjungan Surat Mandiri ini harapannya akan memudahkan warga desa untuk melakukan pelayanan mandiri dalam rangka pengurusan surat kependudukan,” ungkap Siti Amerieska.

Pejabat Pemerintah Desa Wringinsongo Tumpang bersama Dosen politeknik Negeri Malang yang melaksanakan Pengabdian Kepada Masyarakat
Pejabat Pemerintah Desa Wringinsongo Tumpang bersama Dosen politeknik Negeri Malang yang melaksanakan Pengabdian Kepada Masyarakat

Sementara itu, Kepala Desa Wringinsongo yakni Heri Firmansyah menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih atas kemitraan program Pengabdian Kepada Masyarakat dari kampus Polinema tersebut.

“Dengan adanya Anjungan Surat Mandiri maupun aplikasi SIM-RIwinK ini maka dapat meningkatkan pelayanan menjadi pelayanan prima kepada masyarakat,” ungkap Heri Firmansyah.

Berbagai program dan pelayanan yang diberikan Polinema menurut Heri akan mendukung Desa Wringinsongo yang juga terpilih untuk mengikuti Desa Cantik yang digaungkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS).

“Desa cantik merupakan program peningkatan kompetensi aparatur desa dalam pengelolaan dan pemanfaatan data sehingga perencanaan pembangunan desa menjadi lebih tepat sasaran. Semoga program PKM Dosen Polinema ini dapat mendukung desa kami mengikuti kegiatan Desa Cantik tersebut. Terimakasih Polinema ,” pungkas Kepala Desa Wringinsongo Tumpang, Heri Firmansyah. (A.Y)