Kota Malang | ADADIMALANG.COM – Tiga pelancong asal Australia, yakni Guy Amon bersama sang istri Alexandra Amon dan juga Sandra Morgan, berkesempatan mengunjungi beberapa kampung tematik yang dibina oleh tokoh lingkungan nasional asal Kota Malang, Ir. H. Bambang Irianto, Senin (07/07/2025).
Ditemani seorang pemandu wisata sekaligus penerjemah, mereka memulai perjalanan dari Rumah Prestasi Glintung Go Green (RP 3G), sebuah pusat edukasi lingkungan yang menjadi tonggak program-program inovatif dari Bambang Irianto. Di tempat ini, ketiganya diperkenalkan dengan program unggulan Water Banking Movement atau gerakan menabung air yang telah mendapat apresiasi di tingkat internasional.

Selepas dari RP 3G, rombongan melanjutkan kunjungan ke Kampung Wonosari Go Green (WNS) yang terletak di RW 19 Kelurahan Purwantoro. Kawasan ini juga merupakan bagian dari komunitas binaan Bambang Irianto, dan dikelola oleh para lansia yang aktif menjalankan berbagai kegiatan berbasis pelestarian lingkungan.
Di kampung ramah lansia ini, para tamu asing disuguhi pemandangan unik di Taman Panci Lorek, di mana perabotan dapur yang sudah tak terpakai seperti panci tua disulap menjadi pot tanaman yang menarik dan estetis. Kegiatan di WNS ditutup dengan penanaman bibit sawi di Taman Garuda, diiringi doa bersama yang dipanjatkan untuk kelestarian bumi dan keseimbangan alam.

Perjalanan mereka dilanjutkan menuju Kampung Semar di Kelurahan Arjosari, yang juga merupakan hasil pembinaan dari Bambang Irianto. Rombongan disambut hangat oleh pengurus kampung dan puluhan mahasiswa dari Universitas Brawijaya (UB) yang tengah menjalani program Kuliah Kerja Nyata (KKN) di lokasi tersebut.
Berbeda dengan WNS yang dikelola para lansia, Kampung Semar dihidupkan oleh berbagai kalangan usia dari remaja, dewasa, hingga manula yang bekerja sama mengembangkan kampung tematik berkonsep partisipatif.
Bersama Ketua PKK Kampung Semar Nurul Wahyuni, para wisatawan diajak berkeliling kawasan dan mengakhiri kunjungan di Sanggar Semar, tempat mereka berdiskusi hangat dengan para mahasiswa.
“Kami sangat bahagia berada di sini, apalagi bisa berbincang langsung dengan mahasiswa. Kami yakin, mereka bisa menjadi agen perubahan besar di masa depan,” ujar Guy Amon.
Dalam kesempatan tersebut, pria berkacamata itu juga berbagi semangat dan motivasi kepada para mahasiswa agar terus mengembangkan kemampuan diri.
“Saat ini kalian perlu terus mengasah keterampilan, mengembangkan bakat, dan membentuk karakter yang kuat,” pesannya.
Guy Amon pun menyampaikan kekagumannya terhadap transformasi luar biasa yang terjadi di kampung-kampung tersebut.
“Saya sangat terinspirasi dengan perubahan yang saya lihat di sini. Dulu saya pernah berkunjung ke beberapa wilayah di luar Jawa dan merasa sedih melihat kondisi yang memprihatinkan. Saya sempat mengira bahwa wilayah di Jawa pun sama, tapi ternyata berbeda jauh. Apa yang saya temui di sini benar-benar memukau,” ungkapnya.
Saat mengunjungi kampung-kampung di Jakarta, Tangerang, hingga Malang, Guy menyaksikan langsung semangat warga dalam merawat lingkungan dan membangun komunitasnya.

“Saya melihat banyak warga yang terlibat aktif membantu komunitas mereka, menjaga lingkungan, dan menciptakan kehidupan yang lebih baik. Itu membuat saya merasa sangat terharu dan bahagia. Saya percaya, siapa pun yang mengikuti jejak dan bimbingan Pak Bambang Irianto akan memiliki kehidupan yang lebih baik,” ujar Guy penuh keyakinan.
Ketika ditanya pendapatnya tentang Bambang Irianto, Guy menjawab tanpa ragu, “Pak Bambang adalah sosok pahlawan bagi saya atas semua kontribusi yang telah beliau lakukan.”
Sementara itu, Bambang Irianto mengungkapkan bahwa keempat wisatawan ini telah melakukan perjalanan darat ke berbagai kampung binaannya di Pulau Jawa.
“Mereka luar biasa. Keliling kampung-kampung dengan mobil, termasuk datang ke Malang hari ini, itu sungguh luar biasa,” tutur Bambang dengan penuh apresiasi. (A.Y)
