Kota Malang | ADADIMALANG.COM — Di usia ke-24 tahun pada 2025 ini, Universitas Tribhuwana Tunggadewi (UNITRI) Malang menandai bukan hanya perjalanan panjang sebagai institusi pendidikan, tetapi juga momentum penting regenerasi kepemimpinan di kampus yang identik dengan warna ungu ini.

Momen puncak Dies Natalis UNITRI yang ke-24 tak hanya diisi dengan perayaan, tetapi juga refleksi masa depan dan arah baru kepemimpinan. Ketua Dewan Pengurus Yayasan Bina Patria Nusantara yang menaungi UNITRI, Prof. Dr. Ir. Wani Hadi Utomo, menegaskan bahwa regenerasi di tubuh kampus adalah bagian alami dari dinamika organisasi.

“Pergantian personil yang menjabat dalam suatu organisasi termasuk perguruan tinggi adalah hal yang biasa. Jadi jangan sampai ada yang merasa disingkirkan saat sudah tidak menjabat lagi,” ujar Prof. Wani Hadi Utomo.

Pergantian tongkat estafet kepemimpinan ini diperkirakan akan berlangsung pada pertengahan Agustus 2025, ditandai dengan serah terima jabatan Rektor UNITRI. Proses ini menjadi bagian penting dari upaya penyegaran struktural dan penguatan tata kelola di lingkungan kampus.

Rektor saat ini, Prof. Dr. Ir. Eko Handayanto, M.Sc., yang telah menjadi bagian dari generasi pertama pendiri dan pelaksana roda institusi, menyampaikan harapannya kepada Rektor yang akan datang. Ia menekankan pentingnya menjaga nilai-nilai dasar UNITRI yang telah menjadi fondasi sejak awal berdirinya.

“Jadi Rektor UNITRI yang mendatang harus tetap berpijak pada nilai-nilai yang sudah ada di UNITRI selama ini,” tegas Prof. Eko.

Lebih jauh, Prof. Eko juga menyoroti tantangan besar yang masih dihadapi kampus, terutama dalam meningkatkan kualitas lulusan. Ia menyadari bahwa masih ada pekerjaan besar yang harus diselesaikan untuk membawa UNITRI semakin kompetitif, terutama dalam menyiapkan mahasiswa menghadapi dunia kerja.

“Jadi bagaimana caranya kita menghasilkan lulusan yang siap dibina untuk bekerja, karena tidak ada lulusan perguruan tinggi yang siap kerja kecuali lulusan Politeknik atau vokasi,” lanjutnya.

Peningkatan kualitas lulusan menjadi fokus strategis yang diharapkan akan terus dikembangkan oleh kepemimpinan selanjutnya. Dengan kompetensi yang lebih matang, lulusan UNITRI diharapkan mampu bersaing di tengah ketatnya pasar kerja nasional maupun global.

Di usianya yang ke-24, UNITRI Malang tidak hanya merayakan capaian, tetapi juga menyusun strategi jangka panjang melalui regenerasi yang sehat dan berkelanjutan. Regenerasi ini diharapkan menjadi titik tolak bagi babak baru perjalanan kampus yang berdiri sejak 2001 itu untuk terus memberi kontribusi nyata di dunia pendidikan tinggi Indonesia. (A.Y)