Kota Malang | ADADIMALANG.COM – Upaya nyata memperkuat industri pangan lokal ditunjukkan oleh tim dosen dari Politeknik Negeri Malang (POLINEMA) melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) DRPM Kementerian Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi Tahun 2025. Program yang berlangsung sejak bulan Agustus hingga September 2025 ini berfokus pada transformasi UMKM Pie Ngalam Heritage melalui pendekatan multi-disiplin.

Kegiatan PkM kali ni melibatkan kolaborasi solid dari Jurusan Teknik Kimia, Teknik Mesin, dan Akuntansi POLINEMA dengan fokus utamanya adalah meningkatkan kapasitas produksi dan efisiensi proses, disertai penerapan standar keamanan pangan berbasis Hazard Analysis and Critical Control Points (HACCP) serta digitalisasi pencatatan keuangan pada UMKM yang berlokasi di Jalan Bandulan Baru Kota Malang ini.

Mengatasi persoalan dan kendala yang ada, maka Tim PkM POLINEMA juga memberikan bantuan hibah peralatan baru untuk pelaku UMKM Pie Ngalam Heritage.

Hal tersebut disampaikan Ketua Tim Pengabdian kepada Masyarakat POLINEMA, Nike Nur Farida, S.Pd., M.T., yang menjelaskan bahwa bantuan peralatan produksi tersebut secara signifikan akan dapat menunjang peningkatan kapasitas produksi UMKM Pie Ngalam Heritage.

Penyerahan bantuan hibah peralatan produksi untuk menunjang produksi UMM Pie Ngalam Heritage (Foto : Ist)
Penyerahan bantuan hibah peralatan produksi untuk menunjang produksi UMM Pie Ngalam Heritage (Foto : Ist)

“Bantuan peralatan ini menjadi solusi nyata bagi UMKM yang selama ini masih mengandalkan proses manual. Mesin ini kami lengkapi dengan fitur switch timer otomatis, sensor suhu real time, bowl guard, dan stand box mixer agar hasil adonan lebih homogen, proses lebih efisien, dan keamanan pangan lebih terjamin,” ungkap Nike, merinci fitur dari bantuan alat dough mixer kapasitas 20 liter dan mesin continuous sealer yang diserahkan.

Diharapkan, kehadiran alat berkapasitas besar dan mesin sealer otomatis tersebut mampu menjadikan proses produksi Pie Ngalam lebih cepat, higienis, dan efisien.

Selain aspek produksi, tim pengabdian dari kampus vokasi ini juga memperkuat manajemen internal UMKM. Pelatihan dan Pendampingan Digitalisasi Pencatatan Keuangan dan Akuntansi Dasar digelar pada 11 hingga 13 Agustus 2025. Pelatihan ini dipandu oleh Yasin Nur Rohim, S.E., M.M., dari Jurusan Akuntansi POLINEMA.

Menggunakan metode workshop interaktif, peserta dilatih mengoptimalkan Microsoft Excel dan Google Spreadsheet untuk mencatat transaksi harian, menyusun laporan bulanan, hingga menganalisis kesehatan keuangan usaha.

Rangkaian kegiatan padat berlanjut dengan Pelatihan dan Pendampingan HACCP yang dilaksanakan pada 19 hingga 21 Agustus 2025. Materi ini mencakup identifikasi titik kendali kritis (Critical Control Points – CCP), prinsip dasar HACCP, dan pengendalian risiko kontaminasi produk pangan. Hasil dari pelatihan ini membuat karyawan Pie Ngalam Heritage mulai menyusun draf dokumen rencana HACCP sebagai langkah awal menuju sertifikasi.

“Kesadaran pekerja terhadap praktik keamanan pangan meningkat. Mereka kini lebih memperhatikan kebersihan area produksi dan pengemasan,” ungkap Mona, salah satu anggota tim pengabdian dosen dari Jurusan Teknik Kimia.

Program ini didukung penuh oleh dosen lain seperti Dr. Susanto, S.Pd., M.Sc., Ratna Monasari, S.T., M.T., Agus Dwi Putra, S.Pd., M.T., dan Ulfiana Ihda Afifa, serta melibatkan mahasiswa POLINEMA. Kolaborasi lintas disiplin ilmu ini menjadi kunci sukses.

“Kami ingin memberikan dampak nyata melalui sinergi keilmuan. Dari sisi teknik kimia untuk keamanan pangan, teknik mesin untuk efisiensi produksi, dan akuntansi untuk pengelolaan keuangan. Semua aspek ini penting agar UMKM bisa tumbuh berkelanjutan,” terang Agus Dwi Putra, S.Pd., M.T.

Seluruh rangkaian kegiatan ditutup dengan penyerahan alat dan pendampingan peningkatan kapasitas produksi pada 6 hingga 9 September 2025. Diharapkan, Pie Ngalam Heritage mampu memproduksi lebih banyak pie dengan kualitas konsisten, daya simpan lebih lama, serta sistem pencatatan keuangan yang rapi.

Usai menerima bantuan, Pemilik usaha Pie Ngalam Heritage, Lailatus Saidah, menyampaikan apresiasi mendalam. “Kami sangat terbantu dengan adanya pemberian pelatihan dengan berbagai materi hingga bantuan hibah alat baru yang membuat produksi kami menjadi lebih cepat, higienis, hasil lebih bagus, dan tercatat dalam pencatatan keuangan yang lebih tertib,” ujarnya.

Program PkM DRPM ini menjadi bukti bahwa sinergi perguruan tinggi dan dunia usaha mampu melahirkan solusi teknologi terapan yang berdampak langsung dan berkelanjutan bagi masyarakat. (Red)