Blitar | ADADIMALANG.COM – Di tengah udara sejuk lereng Gunung Kawi, Kabupaten Blitar, sebuah nama perkebunan telah berdiri tegak melampaui waktu. Sejak 1870, Kawisari tak hanya menjadi hamparan hijau yang menawan, tetapi juga saksi bisu sejarah panjang kopi di Jawa Timur. Kini, warisan rasa itu dapat dinikmati langsung di jantung perkebunan, melalui destinasi baru yang memanggil para penikmat kopi, yakni Wit Kopi Kawisari Café 1870. Café ini bukan sekadar tempat singgah, melainkan sebuah gerbang yang membawa pengunjung langsung ke dalam filosofi mendalam: ‘from beans to cups’.
Wit Kopi Kawisari Café 1870 hadir sebagai perpanjangan dari sejarah Kawisari Coffee Plantation, perkebunan kopi tertua di Jawa Timur. Konsep “dari biji ke cangkir” yang diusung menjamin bahwa setiap tegukan kopi adalah refleksi dari kualitas dan keseriusan proses yang dilalui.
Biji-biji kopi premium yang disajikan berasal dari tanaman yang dirawat secara organik, dipetik dengan ketelitian oleh tangan-tangan petani lokal yang telah mewarisi pengetahuan budidaya turun-temurun. Proses ini memastikan bukan hanya kesegaran dan kualitas, tetapi juga kisah tentang keberlanjutan dan dukungan nyata terhadap kesejahteraan komunitas di sekitar perkebunan.

Di café yang berlokasi di Wlingi Blitar ini, pengunjung diajak merasakan perjalanan autentik kopi, dari aroma tanah pegunungan yang menenangkan hingga rasa kaya yang tersaji hangat di meja.
Menu unggulan di Wit Kopi Kawisari menampilkan kekayaan varian khas yang berasal langsung dari tanah Kawisari. Pengunjung dapat memilih harmoni sempurna antara Arabika dan Robusta dalam Kawisari Premium Blend yang kaya aroma cokelat dan kacang, atau karakter unik Single Origin Kawisari Arabika dengan sentuhan fruity tropis.
Bahkan, tersedia varian istimewa yang menyimpan narasi unik perkebunan, seperti Kawisari Peaberry (Kopi Lanang), Honey Coffee, dan Wine Coffee.
Inovasi rasa juga menjadi daya tarik, terutama bagi generasi muda. Kreasi khas seperti Kawisari Signature Ice Coffee hadir dengan tiga lapisan kenikmatan—mulai dari kukis renyah, cokelat putih, hingga es krim karamel. Tak kalah menarik, Es Kopi Cincau Hijau menawarkan kesegaran dan kelembutan yang unik.

Bagi mereka yang memilih non-kopi, perkebunan ini juga memproduksi olahan unggulan lainnya. Tersedia Ice Kawisari Chocolate yang dibuat dari biji cokelat premium hasil kebun sendiri, serta teh herbal khas seperti Cascara Tea dan Cascara Mix yang diberi sentuhan rempah jahe dan serai.
Pengalaman menikmati kopi di Wit Kopi Kawisari terasa lengkap dengan pilihan hidangan Nusantara yang sederhana namun membangkitkan selera. Menu utama yang bisa dicoba antara lain Nasi Bakar Sambal Tempe, Nasi Bakar Teri Petai, Nasi Bakar Peda, hingga Ayam Goreng Goela Merah dan Lodeh Pakis Kawisari.
Sementara untuk teman bersantai, tersedia camilan khas seperti Pisang Goreng Madu, Singkong Keju Merekah Kawisari, Getuk Kawisari, serta hidangan manis seperti Banana Coffee Cake dan Brownie Kopi.
Wit Kopi Kawisari Café 1870 pada dasarnya adalah undangan untuk merayakan warisan Nusantara, yang terus hidup dan lestari. Di tengah panorama alam yang menenangkan, setiap pengunjung tidak hanya menyeruput minuman, tetapi juga merasakan kembali kehangatan tanah, kesejukan udara, dan cerita yang diwariskan lintas generasi.
”Setiap cangkir bukan sekadar minuman, tetapi kisah tentang warisan, keberlanjutan, dan kebanggaan atas hasil bumi Nusantara,” demikian narasi yang diusung oleh Wit Kopi Kawisari Café 1870. (Red)
