Kota Malang | ADADIMALANG.COM — Sukses menggelar program pertukaran akademik dan budaya perdana pada tahun 2024 lalu yang diberi tajuk Filkom UB Academic And Cultural Exchange On Information Technology (Face IT), Fakultas Ilmu Komputer (FILKOM) Universitas Brawijaya (UB) hari ini (27/10/2025) kembali menggelar event serupa.
Bedanya, event Face IT 2025 ini menarik animo hingga 397 orang mahasiswa yang bergabung sebagai peserta yang berasal dari 32 negara. Bahkan kegiatan Face IT ini disebut-sebut menjadi salah satu program internasionalisasi terbesar yang pernah digelar di Indonesia.
Terkait dengan pelaksanaan Face IT 2025 tersebut, Dekan FILKOM UB, Tri Astoto Kurniawan, Ph.D., menyampaikan kegiatan Face IT merupakan kegiatan berkelanjutan untuk meningkatkan jumlah pertukaran mahasiswa antar negara, termasuk untuk meningkatkan hubungan di antara mahasiswa antar negara.
“Selain itu juga untuk mengekspos pengalaman yang berbeda tidak hanya masalah kultur dan budaya saja, tetapi juga terkait dengan akademik sehingga harapannya dengan kegiatan ini akan ada rekognisi terhadap kegiatan akademik yang itu bisa diintegrasikan dengan kurikulum kita,” ungkap Dekan FILKOM UB.
Sebelum pelaksanaan kegiatan yang dilaksanakan secra luring di kampus FILKOM UB hari ini, mulai September 2025 lalu juga telah dilakukan prowes pembelajaran secara daring.

Menariknya dalam pelaksanaan Face IT kali ini, berbagai persoalan yang ditemui mahasiswa FILKOM UB saat menjalani program Mahasiswa Membangun Desa (MMD) akan dijadikan bahan diskusi dan juga persoalan yang perlu dipecahkan atau dicarikan solusi oleh para peserta Face IT 2025.
“Nantinya kita akan gelar kompetisi pemecahan permasalahan atau solusi persoalan masyarakat yang nanti akan disampaikan oleh mhasisea FILKOM UB yang telah menjalani program MMD. Dengan cara itu maka kita berusaha menyelesaikan persoalan masyarakat di desa melalui sudut pandang IT,” ungkap Tri Astoto Kurniawan.
Dengan cara seperti itu, maka digital innovation diharapkan akan dapat memberikan dampak langsung kepada masyarakat dengan memberikan solusi atas permasalahan yang ada.
“Pelibatan mahasiswa asing akan menjadi pengalaman yang cukup menarik meskipun idealnya seharusnya kami membawa mahasiswa asing langsung ke desa untuk dapat mengeksplore secara langsung. Namun karena keterbatasan waktu, maka.kami bawa persoalan di desa ke ajang Face IT di kampus hari ini melalui mahasiswa FILK.UB peserta program MMD yang lalu,” jelas Tro Astoto.
Sementara itu, Kepala Kantor Hubungan Internasional Filkom UB, Muhammad Ali Fauzi, Ph.D., menyampaikan minat mahasiswa asing untuk mengikuti event Face IT FILKOM UB pada tahun 2025 ini melonjak drastis hingga 100 persen jika dibandingkan dengan pelaksanaan perdana di tahun 2024 lalu.
“Jadi untuk tahun ini peminatnya mencapai 397 orang mahasiswa yang kemudian kita seleksi menjadi 150,orang peserta saja. Jumlah peminat tahun ini menjngkat hampir dua kali lipat, dimana tahun lalu jumlah peminatnya mencapai 195 orang dan yang tahun ini mencapai 397 orang,” ungkap Ali Fauzi.
Menurut Ali Fauzi, Artificial Intelligence (AI) sebagai solusi global juga dapat dipergunakan dimanapun, termasuk saat dibuat lebih lokal dengan menggunakannya untuk menyelesaikan masalah-masalah lokal yang ada di desa-desa lokasi MMD.
“AI ini bisa membantu berbagai persoalan yang dihadapi dimasyarakat desa misalkan untuk mendapatkan akses yang lebih baik lagi terhadap kesehatan, untuk meningkatkan literasi pemuda-pemuda di desa, dan juga untuk beberapa edukasi lain yang disesuaikan dengan potensi yng dimiliki desa,” jelas Ali Fauzi.
Di ajang Face IT 2025 ini setidaknya akan ditampilkan 20 permasalahan dari desa lokasi MMD FILKOM 2025 dan akan dipilih 10 ide solusi terbaik yang akan dimasukkan di babak final di minggu ini.

Pelaksanaan event Face IT 2025 olen FILKOM UB yang melibatkan ratusan mahasiswa asing dari 30 lebih negara ini mendapat apresiasi dari kantor Urusan Internasional Universitas Brawijaya.
Plt. Kepala UPT International Academic Affairs Universitas Brawijaya, Hendrix Yulis Setyawan Ph.D., yang hadir dalam pembukaan Face IT 2025 ini menyampaikan International Office Universitas Brawijaya memang mendorong fakultas di UB untuk mengundang sebanyak mungkin mahasiswa asing untuk datang ataupun berinteraksi dengan mahasiswa UB mengingat UB adalah kampus internasional.
“Harapannya mahasiswa kita ya semakin terbiasa berkolaborasi dan belajar bersama dengan teman-teman dari negara lain. Sehingga acara-acara seperti Face ITbini sangat-sangat penting sebagai upaya dari menginternasionalisasikan UB,” ungkap Hendrix.
Hendrix juga mengakui minat mahasiswa asing untuk menempuh pendidikan di Universitas Brawijaya masih sangatlah tinggi, di mana pada tahun lalu diketahui ada 2.400 mahasiswa asing yang mendaftar sebagai mahasiswa di Universitas Brawijaya.
“Tetapi karena keterbatasan biaya yang dikeluarkan oleh UB maka setiap tahunnya kita hanya bisa menerima 100 mahasiswa asing yang mendapatkan beasiswa dari UB, meskipun ada juga yang berkuliah di UB dengan pendanaan Mandiri ataupun dari pembiayaan lainnya di luar UB,” pungkas Hendrix Yulis Setyawan.
Di momen Face IT 2025, para mahasiswa asing peserta Face IT juga mencoba untuk melakukan proses pembuatan batik di kampus FILKOM UB siang hari tadi. (A.Y)
