Kota Malang | ADADIMALANG.COM — Upaya mendorong pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah agar mampu bertahan sekaligus berkembang di tengah perubahan zaman terus dilakukan. Setelah tahun sebelumnya memberikan pelatihan akuntansi dasar, dosen Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Malangkuçeçwara kembali hadir di tengah masyarakat Bale Arjosari, Kota Malang, melalui kegiatan pengabdian masyarakat bertema digitalisasi UMKM.
Kegiatan bertajuk UMKM Digital Forum dengan tema “Strategi Menumbuhkan UMKM Di Era Digital : Peluang Tantangan dan Solusi” ini digelar di Aula Budaya Yayasan Sedekah Masyarakat Indonesia (SEMAIN) yang diikuti sekitar 50 warga Bale Arjosari yang sebagian besar merupakan pelaku UMKM.
Kegiatan Pengabdian masyarakat kali ini dikoordinatori oleh Enggar Nursasi, SE , M.M., Ak., CA., dengan menghadirkan dua pemateri utama, yakni Happy D., SPsi., M.M, pengusaha sekaligus pembina UMKM, serta Dr. Hanif Mauludin, M.M., dari unsur dosen STIE Malangkuçeçwara. Kegiatan ini juga melibatkan Dr Wiyarni MSi Ak dan Benita Rahmania SE MM sebagai anggota tim pengabdian.
Di awal kegiatan, Dr Wiyarni MSi Ak menjelaskan bahwa tema digitalisasi UMKM bukanlah agenda sepihak dari kampus, melainkan hasil dari aspirasi langsung para pelaku UMKM Bale Arjosari yang telah mengikuti kegiatan pengabdian pada tahun sebelumnya.
“Jadi kalau tahun lalu kita belajar tentang akuntansi dasar yang dapat digunakan untuk pelaku UMKM dan sekarang kita mewujudkan keinginan Bapak Ibu sekalian yang mengharapkan adanya kebahagiaan untuk menjual produk UMKM di mana kita berikan materi tentang digitalisasi untuk menjual produk yang dihasilkan,” jelas Dr Wiryani.
Ia menegaskan bahwa kesinambungan program pengabdian dengan materi yang terus menyesuaikan kebutuhan masyarakat menjadi bentuk keseriusan STIE Malangkuçeçwara dalam mendukung peningkatan kualitas UMKM secara nyata, bukan sekadar kegiatan seremonial semata.

Kegiatan pengabdian kali ini juga dihadiri Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STIE Malangkuçeçwara, Dra Siti Munfaqiroh MSi., dimana dalam sambutannya ia menekankan bahwa digitalisasi bukan lagi isu masa depan, melainkan realitas yang sudah menyatu dengan kehidupan sehari-hari saat ini.
“Bayangkan saja mulai bangun tidur sampai tidur lagi kita sudah berhubungan dengan teknologi. Ada yang sudah sangat familiar, tetapi ada juga yang masih pelan pelan belajar. Sore hari ini kita belajar memanfaatkan teknologi untuk dapat membantu pengembangan usaha yang tengah kita jalankan saat ini,” tegas Siti Munfaqiroh.

Sementara itu, Happy D. dalam paparannya menyoroti pentingnya perubahan pola pikir pelaku UMKM dalam memandang teknologi. Menurutnya, keberhasilan pemanfaatan digital tidak semata soal alat, tetapi bagaimana mindset pelaku usaha dalam menggunakannya.
“Mindsetnya melihat teknologi itu sebagai alat bantu dan kita sebagai pelaku usaha harus tetap berkreasi untuk dapat semakin memperkenalkan produk, mendistribusikan produk dengan teknologi digital saat ini,” ungkap Happy.
Pengusaha krupuk Rambak di Malang ini juga membagikan pengalaman pribadinya dalam memanfaatkan teknologi digital untuk membina UMKM di berbagai daerah. Ia mengaku banyak berinteraksi melalui media sosial dengan pelaku UMKM yang sebelumnya tidak saling mengenal, namun berhasil berkembang setelah menerapkan strategi yang dibagikannya.
“Saya sering mengadakan kelas atau berinteraksi dengan banyak orang melalui media sosial, banyak yang saya tidak kenal tetapi mereka mengikuti dan mau menerapkan apa yang saya ajarkan dan berhasil menjalankan usahanya,” ujar Happy yang hadir bersama beberapa pelaku UMKM binaannya.
Meski demikian, Happy menegaskan bahwa teknologi tidak otomatis membawa keberhasilan, karena semuanya kembali pada cara pelaku UMKM memanfaatkan dan menyikapi perkembangan digital tersebut.
Pada sesi berikutnya, Dr Hanif Mauludin MM menekankan keterkaitan antara kesejahteraan hidup dan kemampuan ekonomi yang diperoleh dari hasil usaha. Ia menyebut kehadiran STIE Malangkuçeçwara dan pemateri dalam forum ini sebagai bentuk ikhtiar untuk membantu pelaku UMKM meningkatkan pendapatan melalui pemanfaatan teknologi.
“Nah kehadiran kami dari STIE Malangkuçeçwara ini menghadirkan mbak Happy adalah sebagai upaya untuk membantu bapak ibu pelaku UMKM sekalian untuk dapat semakin mengembangkan usahanya. Kami mengajak njenengan sekalian untuk bekerja dengan memanfaatkan teknologi saat ini,” ungkap Dr Hanif.
Ia juga menyoroti pemanfaatan media sosial sebagai pasar potensial yang sering kali belum digarap secara optimal oleh pelaku UMKM.
“Njenengan punya group WA atau punya akun media sosial itu merupakan pasar yang bisa digarap untuk memperluas jualan anda dan meningkatkan omset yang dapat diperoleh. Jangan malah dipake rasan-rasan tidak bisa menghasilkan uang itu,” jelasnya.
Kegiatan pengabdian masyarakat ini berlangsung dalam suasana interaktif. Para peserta terlihat aktif berdiskusi dan menunjukkan ketertarikan untuk menerapkan materi yang disampaikan. Bahkan, salah satu peserta secara terbuka berharap adanya kelanjutan kegiatan dalam bentuk kelas praktik.
“Kami berharap ada kelas tambahan yang khusus membahas praktik memanfaatkan teknologi digital untuk membantu usaha kami ini,” ungkap salah satu peserta.
Melalui kegiatan ini, STIE Malangkuçeçwara kembali menegaskan perannya sebagai perguruan tinggi yang tidak hanya fokus pada akademik, tetapi juga hadir langsung menjawab kebutuhan nyata masyarakat, khususnya dalam penguatan UMKM di era digital. (A.Y)
