Kota Malang | ADADIMALANG.COM — Masyarakat diminta untuk lebih proaktif menyampaikan keluhan terhadap pelaksanaan program pemerintah, baik dari pemerintah pusat maupun daerah.

Hal tersebut disampaikan oleh Ketua DPRD Kota Malang, Amithya Ratnanggani Sirraduhita, S.Sos., yang menyampaikan bahwa masyarakat dapat menyampaikan keluhan atau masukan termasuk pada program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang saat ini mulai berjalan di sejumlah wilayah.

Ajakan tersebut disampaikan Amithya setelah menerima aspirasi dari warga terkait pelaksanaan program MBG di kawasan Kecamatan Kedungkandang. Dalam laporan yang disampaikan warga di wilayah tersebut sempat ditemukan makanan MBG yang sudah basi.

Menurut Amithya, masyarakat seharusnya tidak ragu menyampaikan laporan jika menemukan masalah di lapangan, karena laporan tersebut akan menjadi bahan evaluasi agar pelaksanaan program dapat diperbaiki.

“Jika ada hal yang tidak mengenakan segera dilaporkan saja. Ini akan menjadi bahan evaluasi agar program ini bisa berjalan lebih baik, karena diperbaiki dan diawasi segala outputnya,” jelas Amithya.

Perempuan yang juga menjabat sebagai Ketua DPC Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Kota Malang itu juga menerima keluhan lain dari masyarakat. Beberapa warga menilai keberadaan program MBG berdampak pada menurunnya aktivitas pedagang kantin sekolah karena para siswa telah mendapatkan makanan gratis.

Meski demikian, Amithya menegaskan bahwa DPRD Kota Malang maupun Pemerintah Kota Malang tidak dalam posisi untuk mengubah kebijakan tersebut, mengingat program MBG merupakan kebijakan pemerintah pusat yang bersifat wajib untuk dilaksanakan.

Namun sebagai lembaga legislatif, DPRD tetap memiliki peran dalam menampung aspirasi serta melakukan pengawasan terhadap implementasi program di daerah.

“Jadi memang kami sendiri tidak dalam posisi menolak atau mengubah kebijakan, tetapi apapun itu keluhan, aduan yang dirasakan warga akan kami tampung. Ini akan jadi bahan evaluasi dan kami bisa memberi rekomendasi bagaimana MBG ini kedepan bisa terimplementasi lebih baik,” pungkas perempuan yang akrab disapa Mia ini. (Red)