Kota Malang | ADADIMALANG.COM — Membawa semangat inovasi ke dunia pendidikan, Vinilon Group hadir di Politeknik Negeri Malang (POLINEMA) untuk membedah potensi besar pipa plastik dalam industri konstruksi masa depan. Melalui program Vinilon Goes To Campus edisi ke-72 siang hari tadi, Kamis (16/04/2026), para mahasiswa Teknik Sipil diajak untuk melihat lebih dekat bagaimana teknologi perpipaan modern bekerja.

Kuliah tamu bertajuk ‘Era Baru Pipa Plastik Di Dunia Konstruksi’ ini bukan sekadar pertemuan formal, melainkan ruang diskusi bagi 73 peserta yang terdiri dari mahasiswa dan dosen. Fokus utamanya sederhana namun krusial, yakni mengedukasi calon kontraktor masa depan agar tidak salah langkah dalam memilih dan memasang sistem perpipaan.

Marketing Brand Vinilon Group, Wildan Nabhani menekankan bahwa pemahaman teknis mengenai perkembangan dunia perpipaan juga perlu untuk diketahui, termasuk tentang jenis pipa seperti PPR dan HDPE yang kini ada di pasaran. Ia mengingatkan bahwa kesalahan kecil dalam penyambungan bisa berdampak besar pada kantong pemilik bangunan di kemudian hari.

“Karena pipa harganya murah, tapi kalaupun ada kesalahan pemasangan di awal, pas nanti sudah dilakukan pemasangan yang kurang benar bisa saja terjadi kebocoran dimana harga perbaikannya bisa jauh lebih mahal dari harga pipa dan pemasangan awalnya,” ungkap Wildan.

Selama ini, praktik di kampus sering kali masih terpaku pada pipa besi atau PVC konvensional, padahal dunia industri sudah berkembang pesat sehingga Vinilon ingin memastikan para mahasiswa paham cara instalasi yang sempurna agar bangunan lebih awet, sesuai dengan karakter produk mereka yang dikenal Kuat dan Lentur.

Respon positif datang langsung dari Ketua Jurusan Teknik Sipil POLINEMA, Mohamad Zenurianto, Dipl.Ing.HTL., MSc., yang menilai bahwa kehadiran praktisi industri ke dalam kampus adalah wujud nyata implementasi link and match antara dunia pendidikan vokasi dengan kebutuhan pasar.

“Kegiatan praktik di jurusan teknik sipil itu namanya perpipaan, baik untuk air bersih maupun air kotor. Karena pihak Vinilon masuk dengan produk yang bermacam-macam, saya nilai ini merupakan ilmu yang cocok karena aplikatif banget di lapangan,” jelas Zenurianto.

Sebagai kampus vokasi, POLINEMA memang menuntut mahasiswanya memiliki keterampilan teknis yang mumpuni. Oleh karenanya Zenurianto berharap kolaborasi kali ini menjadi pembuka untuk kerja sama jangka panjang, di mana mahasiswa tidak hanya belajar teori di kelas, tetapi juga mendapatkan pengalaman praktik langsung dengan standar industri.

Melalui edukasi yang sudah berjalan sejak 2017 ini, Vinilon Group berharap lulusan POLINEMA nantinya tidak hanya menjadi ahli di bidangnya, tetapi juga menjadi mitra strategis yang memahami kualitas material terbaik untuk pembangunan infrastruktur di Indonesia. (A.Y)