Kota Malang | ADADIMALANG.COM — Pelantikan Pengurus Pimpinan Cabang (PC) Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) Kota Malang Masa Khidmat 2025-2030 mendapatkan atensi dan apresiasi mendalam dari jajaran pimpinan struktural NU tingkat kota.

Ketua Tanfidziyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Malang, KH. Dr. Isroqunnajah, M.Ag., memberikan ucapan selamat sekaligus menaruh harapan besar atas diresmikannya kepengurusan baru di bawah komando Sahabat Widiarini, M.Kes. Pria yang akrab disapa Gus Is ini mengapresiasi kesabaran dan kerja keras seluruh panitia serta pengurus terpilih yang telah melewati proses persiapan administratif jangka panjang hingga momen pelantikan resmi ini dapat terealisasi.

Gus Is menegaskan, sebagai badan otonom (banom) NU yang bergerak di ranah pemudi, PC Fatayat NU Kota Malang memiliki tanggung jawab strategis yang sangat besar. Dirinya menitipkan tiga poin krusial yang wajib menjadi atensi utama program kerja Fatayat NU Kota Malang selama lima tahun ke depan.

1. Penguatan Kedaulatan Digital dan Ketahanan Keluarga

Poin pertama yang disoroti oleh Gus Is adalah tantangan di era digital yang kian kompleks. Ia meminta Fatayat NU Kota Malang untuk hadir sebagai benteng bagi ketahanan keluarga muslimah dari infiltrasi paham-paham yang tidak sesuai dengan ajaran Islam Ahlussunnah wal Jama’ah.

“Fatayat harus mampu membentengi institusi keluarga dari serangan ideologi transnasional yang hingga hari ini gerakannya belum selesai. Selain itu, kader Fatayat harus melek digital dan cakap dalam memfilter konten-konten negatif di media sosial yang berpotensi merusak moral generasi muda,” ujar Gus Is.

2. Kemandirian Ekonomi Perempuan dan Melahirkan Sociopreneur

Menyikapi kondisi ketidakpastian ekonomi global, Gus Is mendorong Fatayat NU Kota Malang untuk gencar melakukan program pemberdayaan ekonomi perempuan. Ia berpesan agar para kader tidak sekadar ikut larut dalam tren mengkritik atau menyindir situasi sosial-politik melalui platform digital seperti TikTok tanpa arah yang jelas, melainkan harus mampu menghadirkan solusi konkret.

“Format kembali tentang kemandirian ekonomi di tengah ketidakpastian dunia saat ini. Sinergikan program Fatayat dengan elemen organisasi sosial keagamaan lain maupun Pemerintah Kota Malang. Tujuannya adalah melahirkan para sociopreneur yang adaptif di kalangan kader, agar ekonomi keluarga tetap tangguh dan mampu bertahan dalam menghadapi badai ekonomi global,” terangnya.

3. Edukasi Isu Sosial Kontemporer dan Perlindungan Anak di Pesantren

Poin ketiga yang menjadi penekanan paling mendalam dari Ketua PCNU Kota Malang adalah keterlibatan aktif Fatayat dalam mengawal isu perlindungan anak dan pencegahan kekerasan. Gus Is menyatakan keprihatinan yang mendalam terkait maraknya pemberitaan media belakangan ini mengenai tindakan asosial yang menyudutkan institusi pesantren.

Gus Is meminta Fatayat NU Kota Malang secara masif memberikan literasi dan edukasi dini tentang keamanan diri kepada anak-anak dan kader di tingkat akar rumput. Anak-anak harus diajarkan memiliki keberanian untuk menolak perlakuan yang melanggar batas kemanusiaan.

Menutup arahannya, Gus Is mengingatkan kembali kepada seluruh pengurus PC Fatayat NU Kota Malang mengenai falsafah luhur al-mar’atu imadul bilad, yang menegaskan bahwa perempuan adalah tiang penyangga suatu negara.

“Jika perempuan memiliki ketangguhan, ketahanan keluarga yang kuat, kepekaan sosial, serta tingkat literasi yang cukup, maka masa depan kader-kader kita ke depan akan aman. Sekali lagi, selamat bertugas kepada seluruh pengurus PC Fatayat NU Kota Malang yang dilantik hari ini. Mari kita bersama-sama memastikan agar roda organisasi dapat terselenggara dengan baik,” pungkas Gus Is. (A.Y)