Kota Malang | ADADIMALANG.COM — Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Malang, Abidin Abdul Haris turut menghadiri pelaksanaan agenda Gathering Media dan UMKM yang digelar oleh AstraPay di Kota Malang siang hari tadi,Sabtu (06/06/2026). Kehadiran otoritas moneter ini menjadi penanda kuat adanya dukungan regulatori terhadap ekspansi ekosistem teknologi finansial di tingkat regional.

Dalam sambutannya, Abidin Abdul Haris menyampaikan apresiasi mendalam sekaligus mengucapkan selamat atas terselenggaranya seluruh rangkaian kegiatan produktif dalam rangka perayaan ulang tahun AstraPay yang keenam pada tahun ini.

“Tentunya sesuai dengan tugas kami sebagai regulator, Bank Indonesia Malang berharap momen ini tidak hanya menjadi perayaan perjalanan dan pencapaian AstraPay semata, tetapi juga bisa menjadi wujud nyata andil AstraPay sebagai salah satu pelaku industri pembayaran digital untuk bersama-sama dengan regulator, bersama dengan pelaku usaha dan masyarakat, untuk meningkatkan pengembangan ekosistem pembayaran digital,” ungkap Abidin Abdul Haris.

Mengulas korelasi antara penetrasi teknologi dan pemberdayaan sektor usaha kecil, Abidin Abdul Haris menambahkan bahwa kedua variabel tersebut tidak dapat dipisahkan pada lanskap ekonomi modern terkini. Sektor komparatif UMKM yang berjumlah lebih dari 69 juta unit usaha secara akumulatif mampu memberikan kontribusi krusial hingga mencapai 97 persen terhadap perekonomian nasional.

“Kami menyadari bahwa sementara kalau kita lihat dari data yang kami miliki dari tujuh wilayah kerja BI Malang, tercatat lebih dari 900 unit usaha UMKM yang berarti potensinya cukup besar dalam mendorong digitalisasi sistem pembayaran. Jadi tentunya usaha kita bersama, perluasan digitalisasi pembayaran ini tidak akan berhasil tanpa dukungan semua pihak. Secara nasional penerimaan dari masyarakat dalam kaitan sistem pembayaran dari awal bulan Januari hingga April 2026 lalu sekitar 4,75 miliar volume transaksi. Jumlah ini meningkat tiga digit yakni 114 persen jika dibandingkan periode yang sama di tahun lalu. Kemudian nilai transaksinya sekitar 700 triliun seluruh Indonesia yang menunjukkan bahwa masyarakat kita itu sudah melek digital,” urai Abidin Abdul Haris.

Akselerasi performa finansial yang signifikan juga tercermin secara nyata di tingkat regional, dimana untuk lingkup tujuh wilayah kerja Bank Indonesia Malang yang meliputi kawasan Malang Raya, Pasuruan, hingga Probolinggo diketahui pergerakan aktivitas transaksi sepanjang periode Januari hingga April 2026 tercatat sangat masif. Volume transaksi melesat tajam dari yang semula lebih dari 36 juta transaksi menjadi lebih dari 99 juta transaksi, atau mencatatkan lonjakan pertumbuhan performa hingga mencapai 173 persen dengan total nilai perputaran dana menyentuh angka Rp7,5 triliun.

“Peningkatan volume dan jumlah uang yang berputar di tujuh wilayah kerja BI Malang ini jumlahnya tidak kalah dengan nasional. Ini kami sampaikan agar diketahui bahwa potensi ke depan dengan jumlah UMKM yang begitu banyak, saya rasa dengan sarana yang difasilitasi oleh bank-bank kita dan AstraPay itu benar-benar akan menjadi partner yang sangat baik mengembangkan kapasitas UMKM ke depan,” jelas Abidin Abdul Haris.

Mengenai korelasi pertumbuhan basis pengguna platform dompet digital dengan target strategis bank sentral dalam memperluas jangkauan merchant serta pengguna baru, manajemen Bank Indonesia Malang menegaskan komitmennya untuk terus melakukan ekspansi jangkauan operasional secara berkelanjutan di lapangan.

“Jadi kalau di tadi mungkin sudah saya sampaikan untuk Kota Malang itu sekitar kalau tidak salah tadi 7,5 triliun. Memang terlihat kecil karena memang di wilayah kota ya, tetapi dari tahun ke tahun naiknya juga cukup tinggi yang menandakan bahwa masyarakat kota Malang ternyata benar-benar memiliki kebutuhan yang tinggi terhadap pembayaran digital dalam hal ini QRIS. Dan kami melihat AstraPay juga sudah mengintegrasikan pemakaian pembayarannya dengan QRIS, sehingga seharusnya tidak ada kendala bagi para pelaku industri, pelaku usaha, dan masyarakat,” pungkas Abidin Abdul Haris. (A.Y)