Kota Malang | ADADIMALANG.COM — Politeknik Negeri Malang (POLINEMA) menunjukkan komitmen kuat dalam menjaga kelestarian alam. Bertepatan dengan peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia, kampus vokasi ini resmi meluncurkan berbagai program strategis untuk mewujudkan lingkungan kampus yang asri dan berkelanjutan. Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari partisipasi aktif dalam pemeringkatan UI Green Metric World University Ranking.
Peringatan tersebut diawali dengan deklarasi menuju kampus Go Green, dimana pihak sivitas akademika POLINEMA juga telah menyusun panduan taktis yang dapat diterapkan oleh seluruh warga akademik guna mencapai target tersebut.
Seluruh program yang dirancang merujuk pada tujuh aspek utama penilaian lingkungan hidup tingkat universitas.
Hal tersebut disampaikan Kepala UI Green Metric Politeknik Negeri Malang, Diana Rachmawati yang menjelaskan bahwa momentum ini menjadi pijakan penting bagi seluruh elemen kampus untuk mengimplementasikan nilai-nilai keberlanjutan secara nyata. Tujuh aspek yang menjadi fokus utama meliputi infrastruktur, perubahan energi, pengolahan limbah, pengolahan air, transportasi, pendidikan dan riset, serta tata kelola dan digitalisasi.
”Harapannya dengan adanya kegiatan pada pagi hari ini yang bertepatan juga dengan hari lingkungan hidup sedunia, POLINEMA bisa mengamalkan dan juga menerapkan nilai-nilai keberlanjutan di kampus POLINEMA meliputi tujuh aspek tadi,” ujar Diana Rachmawati.
Implementasi dari ketujuh aspek tersebut sebenarnya sudah berjalan secara konsisten di lingkungan dalam kampus POLINEMA. Pada sektor infrastruktur, program penanaman pohon berkala yang dikenal dengan istilah merti bumi rutin dilakukan setiap tahun. Aktivitas ini difokuskan pada area yang masih minim vegetasi, sehingga saat ini kawasan dalam kampus tampak jauh lebih rimbun.
Terkait efisiensi energi dan mitigasi perubahan iklim, manajemen kampus telah mengeluarkan kebijakan resmi untuk menghemat penggunaan pendingin ruangan dan listrik. Selain itu, fasilitas sepeda listrik atau e-bike kini tersedia untuk mendukung mobilitas internal warga kampus sekaligus menekan angka emisi karbon.
Masalah pengelolaan sampah juga mendapat perhatian serius melalui penyediaan sarana pemilahan sampah yang didukung oleh hibah dari Bank Tabungan Negara (BTN) Cabang Malang. Kampus ini juga meluncurkan mesin pencacah ranting dan dahan pohon untuk mengoptimalkan pengolahan limbah organik secara mandiri yang sudah berjalan selama ini.
Pada sektor konservasi air, sistem pemanen air hujan dan pembuatan sumur resapan biopori telah diaplikasikan secara luas. Sementara untuk urusan transportasi, selain penyediaan sepeda listrik, pengaturan kantong parkir kini dibuat terpusat guna melokalisasi jejak karbon kendaraan bermotor agar tidak menyebar di area akademik.
Pengembangan materi pendidikan dan riset juga diarahkan pada isu lingkungan. Banyak penelitian serta program pengabdian masyarakat yang berfokus pada konsep keberlanjutan, khususnya yang diinisiasi oleh Jurusan Teknik Kimia, Teknik Sipil, dan Teknik Mesin.
Aspek terakhir berupa tata kelola dan digitalisasi diterapkan melalui pemanfaatan portal digital dan Learning Management System. Sistem pembelajaran daring ini terbukti efektif memangkas konsumsi kertas secara signifikan. Penggunaan portal terintegrasi ini juga dirancang untuk menciptakan sistem kerja yang mengutamakan transparansi, integritas, serta akuntabilitas di seluruh lini aktivitas institusi. (A.Y)
