ITN Malang berhasil menjadi satu dari empat Insitut Terbesar di Indonesia.
Kota Malang – Dinilai sebagai salah Satu dari Empat Institut Terbesar di Indonesia, Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang ditunjuk menjadi salah satu verifikator database penelitian akademisi (SINTA).
Kepala Subdirektorat Valuasi dan Fasilitasi Kekayaan Intelektual Ristekdikti, Juldin Bahriansyah menjelaskan pihaknya menilai kinerja ITN Malang dalam hal Hak Atas Kekayaan atas Intelektual (HAKI) luar biasa.
“Setelah ITB, IPB, ITS, ada ITN Malang, sehingga kita memberi kepercayaan kepada ITN untuk mencoba menjadi verifikator SINTA,” kata Juldin Bahriasyah sore hari tadi, Senin (25/02).
Perlu diketahui, Kemenristek Dikti menargetkan 4.000 verifikator dari perguruan tinggi yang tersebar di seluruh Indonesia.
“Harapannya SINTA akan menjadi rujukan kegiatan akademik di Indonesia sehingga database dari SINTA baik jurnal, riset serta artikel ilmiah yang diteliti oleh dosen dapat diverifikasi secara maksimal oleh kampus yang telah ditunjuk sebagai verifikator seperti ITN Malang ini,” Juldin Bahriasyah.
Verifikator SINTA menurut Juldin akan melakukan pemeriksaan dan menjamin agar isi SINTA benar-benar berkualitas.

Ditemui di lokasi yang sama di Hotel 101 kota Malang, Rektor ITN Malang Lalu Mulyadi menyambut gembira pemilihan ITN Malang menjadi salah satu verifikator SINTA oleh Kemenristekdikti.
“ITN Malang akan melakukan percepatan untuk mendukung para dosen-dosen ITN Malang yang sedang melakukan penelitian, termasuk yang akan melakukan penelitian,” ungkap Lalu Mulyadi.
Lalu Mulyadi berharap penelitian yang dilakukan oleh para dosen ITN Malang tersebut bisa dipergunakan untuk memperkuat dan mengembangkan ITN Malang. (A.Y)

Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.