Warga, Pengusaha Hotel, Pemilik Toko hingga Tukang Parkir Kayutangan curhat ke Anggota DPRD Kota Malang.

ADADIMALANG – Minimnya sosialisasi yang disampaikan oleh warga Kayutangan yang terdampak pembangunan Kayutangan Heritage beberapa waktu yang lalu, kini juga diperkuat oleh pelaku usaha di wilayah Kayutangan.

Keluhan pedagang, pengusaha hotel, pemilik toko hingga tukang parkir di wilayah Kayutangan tersebut disampaikan saat bertemu dengan salah satu anggota DPRD Kota Malang, Arief Wahyudi pagi tadi, Sabtu (14/11/2020).

Bahkan kepada Anggota DPRD kota Malang asal Daerah Pemilihan (Dapil) Klojen tersebut, warga dan pelaku usaha di wilayah Kayutangan ini memberikan beberapa usulan agar dapat meminimalisir dampak ekonomi banyak pihak.

“Saya sudah menyampaikan bahwa ke depan program ini akan menguntungkan masyarakat, bukan hanya masyarakat Kayutangan saja tetapi masyarakat seluruh kota Malang. Namun ketika proses pembangunan yang memakan waktu cukup lama ini mereka menyampaikan dampak yang telah mereka rasakan akibat penutupan jalan Basuki Rahmat tersebut. Kemarin baru kena Covid-19, PSBB dan lain-lainnya, saat ini kena lagi penutupan Jalan Basuki Rahmat,” ungkap Arief Wahyudi usai bertemu dengan masyarakat Kayutangan di Pujasera Kayutangan.

Menurut politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) kota Malang ini, mulai dari pengusaha hotel sampai tukang parkir mengeluh dengan dampak penutupan Jalan Basuki Rahmat tersebut yang disebut-sebut membuat mati seluruh usaha di wilayah tersebut.

“Warga dan pelaku usaha juga memberikan usulan seperti membuka jalan tersebut mengingat masih ada putar balik di beberapa titik atau pembangunan secara bertahap hingga yang lainnya,” ungkap pria yang tinggal di wilayah Bareng kota Malang ini.

Selain menyampaikan keluhan dan usulan, Arief menyampaikan warga atau pelaku usaha yang terdampak penutupan jalan untuk pembangunan Kayutangan Heritage tersebut juga meminta kompensasi akibat tidak adanya pemasukan paska adanya penutupan jalan Basuki Rahmat.

“Saya yakin ada itu, bisa diambilkan melalui dana tanggap darurat atau dari yang lainnya dan itu wajarlah bagi mereka untuk meminta kompensasi,” ungkap Arief Wahyudi yang menyatakan Komisi B DPRD Kota Malang juga turut berkeliling di wilayah Kayutangan untuk mengetahui secara langsung informasi dari masyarakat Kayutangan. (A.Y)