Viral Ruang Isolasi RSSA Kota Malang Overload, ini Klarifikasinya

ADADIMALANG – Beredar informasi bahwa ruang isolasi Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Kota Malang overload. Informasi tersebut viral di media sosial Twitter melalui sebuah gambar yang diunggah oleh akun sosial media tersebut menggambarkan terjadinya penumpukan pasien Covid-19 di ruang isolasi RSSA Kota Malang.

Menanggapi hal tersebut Kasubag Humas RSSA Kota Malang, Donny Iryan yang mengkonfirmasi bahwa gambar yang beredar tersebut merupakan IGD Incovit milik salah satu RS rujukan Covid-19 di Kota Malang tersebut.

“Kalau tentang foto yang beredar di Twitter kami tidak tahu sumbernya beredar foto itu dari mana. Namun jika dilihat dari fotonya memang seperti foto IGD Incovit RSSA,” tuturnya siang hari tadi, Sabtu (19/12/2020) melalui sambungan telepon seluler.

Donny mengungkapkan bahwa kondisi IGD Incovit milik RSSA Kota Malang memang mengalami okupansi yang tinggi seperti yang terekam dalam gambar yang beredar di media sosial Twitter.

“IGD incovit pun yang normalnya hanya 20 bed sekarang kami modifikasi sampai 30 bed. Sehingga mungkin itu yg terekam di Twitter,” ujarnya.

Donny mengakui bahwa dalam beberapa kali memang terjadi penumpukan di IGD Incovit milik RSSA Kota Malang karena bed isolasi milik rumah sakit rujukan tersebut penuh.

“Beberapa kali terjadi stagnasi pasien Covid-19. Mereka tidak bisa masuk ke ruang perawatan dan ruang isolasi, jadi bertahan di IGD karena memang ruang isolasi kami sedang penuh,” katanya.

Untuk mengurangi beban di IGD Incovit RSSA Kota Malang, Donny menuturkan saat ini tenaga medis sedang melakukan pendataan pasien Covid-19 yang memiliki gejala ringan hingga sedang untuk dirujuk ke RS Lapangan Idjen Boulevard.

“Kami akan lakukan rujuk ke RS Lapangan terutama yg gejalan ringan dan sedang dalam tahap pemantapan,” ungkapnya. (Red)