Fetallic mampu mengurangi angka emisi CO2 berlebih dan mengkonversinya menjadi listrik.
ADADIMALANG – Adrian Adam Indrabayu, mahasiswa Jurusan Teknik Elektro Universitas Brawijaya (UB) mengikuti lomba Indonesian Young Scientists Association (IYSA) pada bulan Maret hinggaApril 2021 lalu.
Dalam kegiatan lomba yang mengambil tema environment tersebut, Adrian Adam Indrabayu bersama Yudika Putra Perdana Pangaribuan dan Kenny Aldebaran Roberts mengembangkan ide yang pernah dibuatnya saat mengikuti lomba karya tulis ilmiah Chemistry In Action (CIA) yang diselenggarakan oleh Institut Pertanian Bogor pertengahan 2020 lalu.
“Pada waktu itu ide saya ini berawal dari permasalahan di kota besar yang cenderung memiliki emisi CO2 berlebih sehingga menurunkan kualitas udara bersih di kota-kota tersebut. Jika ditarik benang merahnya, tingginya angka CO2 disebabkan oleh pemakaian bahan bakar fosil yang cukup tinggi sebagai sumber energi utama penunjang aktivitas seluruh warga di kota tersebut,” ungkap Adrian Adam Indrabayu.
Menyikapi kondisi tersebut, Adrian dan dua temannya dari jurusan Teknik Elektro UB berinisiasi menciptakan inovasi untuk mengurangi angka emisi CO2 tersebut yang bernama Fetallic yang merupakan suatu sistem fotosintesis buatan yang berkatalis heterobimetallic terbuat dari Zirconium dan Cobalt.
“Sesuai namanya, teknologi ini berkemampuan seperti prinsip kerja dari fotosintesis alami pada tumbuhan. Melalui fetallic, dapat dihasilkan sejumlah energy seperti HCOOH dengan mengubah CO2 dan air. Kemudian, HCOOH ini dapat dikonversi menjadi listrik melalui reaksi kimia Direct Formic Acid Fuel Cells (DFAFC),” ungkap Adrian.
Ide inovasi Fetallic tersebut mampu membuat Adrian dan kawan-kawannya membawa pulang juara III nasional lomba CIA IPB.
Menurut Adrian, ide Fetallic tersebut memiliki prospek yang bagus untuk menjadi energi utama di masa depan sehingga ingin dikembangkan dengan mengikutsertakan dalam perlombaan lain dalam skala yang lebih besar yakni lomba inovasi tingkat internasional yang diselenggarakan oleh Indonesian Young Scientists Association (IYSA).
Ajang lomba yang juga bekerjasama dengan BUCA IMSEF Turki, Malaysia Innovation Invention Creativity Association (MIICA), The Union of Arab Academics, Departemen Aktuaria ITS, dan Science Hunter Indonesia tersebut dinilai sesuai dengan ide dan rencana pengembangan Fetallic tersebut.
“Guna mematangkan ide ini kami mengundang dua orang teman lainnya yakni Erina Azahra Amalia dari Jurusan Teknik Kimia dan Adita Aulia A Rachman dari Jurusan Teknik Elektro Universitas Brawijaya, sebagai orang yang paham mengenai reaksi kimia dan sistem kontrol di bawah bimbingan Ir. Nurussa’adah, M.T. sebagai dosen pembimbing kami semakin paham bagaimana optimalisasi gagasan kami,” ungkap Adrian Adam Indrabayu.
Disebutkan Fetallic akan lebih cocok untuk diterapkan di kawasan industri karena dinilai lebih tepat sasaran daripada di kota besar yang padat penduduk mengingat kawasan industri memiliki emisi CO2 yang cukup tinggi dibanding kawasan perkotaan biasa.
Dari pelaksanaan lomba IYSA Festival yang diikuti oleh mahasiswa dari berbagai Negara seperti Malaysia, Vietnam, Korea Selatan dan lainnya, ternyata karya kami Fetallic ini berhasil mendapatkan medali emas untuk kategori perguruan tinggi di bidang lingkungan.
“Kami merasa sangat senang hasil mengikuti lomba IYSA ini dan ke depannya kami berusaha untuk selalu melakukan evaluasi terhadap ide ini termasuk berusaha menerapkan dan mengembangkan Fetallic pada lokasi dan waktu yang tepat,” ungkap Adrian Adam Indrabayu. (A.Y)

Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.