Diolah menjadi keripik, sabun dan media pengembangbiakan cacing Lumbricus Rubellus.
ADADIMALANG – Melalui program kreativitas Mahasiswa Pengabdian kepada masyarakat (PKM – PM), empat mahasiswa Politeknik Negeri Malang (Polinema) mengolah batang pisang (gedebok) menjadi produk bernilai ekonomi tiunggi.
Empat mahasiswa dari jurusan Teknik Kimia Polinema tersebut antara lain Marshanda Ira Prameswara, M. Reza Zulfani, Safira Fereste serta Marsha Berliana Bahirah melaksanakan PKM – PM di Desa Sukodono, Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang dibimbing oleh Rosita Dwi Chrisnandari, S.Si., M.Si.
Dalam PKM-KM yang mengambil judul ‘GEDEBOK MAKMUR’ tersebut melakukan pemanfaatan limbah batang Pisang berbasis usaha kreatif berkelanjutan dengan mengusung konsep pemberdayaan masyarakat desa untuk mengolah limbah batang pisang.
Dengan pemanfaatan batang pisang tersebut akan dihasilkan produk bernilai ekonomis tinggi yang diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa Sukodono Dampit.
Pemilihan pengolahan batang pisang di Desa Sukodono tersebut dinilai sudah tepat, mengingat desa tersebut memiliki pohon pisang yang melimpah namun hanya dimanfaatkan buah dan daunnya saja.
Ketua Tim PKM-PM Polinema, Marshanda Ira Prameswara menjelaskan jika tanaman pisang tersebut diolah maka setiap bagian dari tanaman pisang tersebut dapat dimanfaatkan sebagai produk yang berguna.
“Kami melakukan sosialisasi pengolahan limbah batang pisang menjadi keripik, sabun, dan media pengembangbiakan cacing Lumbricus rubellus kepada kelompok tani yang ada di Desa Sukodono pada tanggal 25 Juli 2021 lalu,” ungkap Marshanda.
Sementara itu dosen pembimbing tim yakni Rosita Dwi Chrisnandari, S.Si., M.Si. berharap melalui kegiatan PKM–PM tersebut mahasiswa Polinema akan mampu berkontribusi langsung dalam membantu menyelesaikan persoalan di masyarakat dengan menawarkan solusi yang menguntungkan dan berkelanjutan.
“Selain mengaplikasikan pengetahuan yang diperoleh selama perkuliahan, mahasiswa mampu mengasah soft skill seperti kecakapan berkomunikasi di depan umum (public speaking), bernegosiasi dan juga bekerja dalam tim yang dapat menjadi bekal mahasiswa ketika sudah lulus nanti,” ujar Rosita Dwi Chrisnandari. (A.Y)

Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.