Menciptakan kondusifitas wilayah kota Malang saat pelaksanaan pesta demokrasi tahun 2024 mendatang.
ADADIMALANG – Pada tahun 2024 mendatang, Indonesia akan kembali melaksanakan pesta demokrasi. Dimana pesta demokrasi dalam wujud pemilihan umum (Pemilu) ini tingkatannya lebih besar mengingat tahun 2024 tersebut dilaksanakan secara serentak baik Pilpres ataupun Pileg baik di daerah ataupun di Pusat.
Terkait dengan pelaksanaan Pemilu secara serentak tersebut, masyarakat diharapkan lebih mampu lagi memberikan suaranya agar dapat menghasilkan pemimpin atau wakil rakyat yang sesuai dengan keinginannya yang juga berkualitas tentunya.
“Tahun 2024 nanti Indonesia akan menggelar Pesta Demokrasi, dimana dari pesta demokrasi tersebut diharapkan akan menghasilkan pemimpin ataupun wakil rakyat yang benar-benar mewakili kepentingan atau suara rakyat. Oleh karena itu kami dari Bakesbangpol Kota Malang memberikan bekal kepada para tokoh agama (Toga) dan tokoh masyarakat (Tomas) terkait dengan pendidikan politik sehingga nantinya dapat memberikan hak suaranya untuk mampu memilih partai ataupun wakil rakyatnya yang benar-benar memperjuangkan kepentingan masyarakat untuk kesejahteraan masyarakat,” ungkap Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kota Malang, Dra Rinawati MM., di sela-sela kegiatan pendidikan Politik mulai pagi tadi, Kamis (11/11/2021).

Dengan pembekalan pendidikan politik tersebut, Rinawati berharap akan terjadi peningkatan kualitas demokrasi karena pemimpin atau wakil rakyat yang dipilih atau terpilih benar-benar dari proses Pemilu yang lebih berkualitas.
“Jadi dengan ini masyarakat akan mengetahui tentang Pemilu yang transaksional termasuk black campaign di dalamnya sehingga akan mampu menolak itu semua dan menghasilkan demokrasi dengan kualitas yang lebih baik lagi. Hari ini kita berikan pendidikan politik kepada Toga dan Tomas, sementara pertemuan yang pertama bagi kader partai di tingkat kecamatan dan yang terakhir adalah untuk pemilih pemula atau pelajar,” ungkap Rinawati.
Pemberian pendidikan politik kepada masyarakat melalui Toga dan Tomas tersebut diapresiasi oleh Wali Kota Malang, Drs H. Sutiaji yang hadir secara langsung di lokasi kegiatan yang mengambil tema ‘Pendidikan Politik, Etika Budaya Politik dan Peningkatan Demokrasi’ tersebut.
“Sebenarnya Indonesia ini dimudahkan dengan adanya RT dan RW sebagai tokoh masyarakat termasuk tokoh agama di dalamnya. Karena dengan peran Tomas dan Toga tersebut maka program atau kebijakan pemerintah itu dapat tersampaikan langsung ke masyarakat. Termasuk dalam hal peningkatan kualitas demokrasi melalui pendidikan politik seperti ini,” ungkap Wali Kota Sutiaji.
Menurut Wali Kota Malang, Tokoh Masyarakat dan Tokoh Agama dapat berperan optimal dalam peningkatan kualitas demokrasi dengan memberikan sosialisasi atau meneruskan pendidikan politik yang telah diterimanya tersebut kepada kelompok masyarakat yang dibina atau ada di wilayahnya.
“Seorang calon pemimpin setidaknya memiliki atau memenuhi beberapa persyaratan seperti memiliki ilmu yang linear atau kompetensi, memiliki integritas yang tinggi dan juga memiliki moral yang baik. Toga dan Tomas ini dapat berperan aktif untuk mewujudkan hal tersebut,” pungkas Wali Kota Malang, Drs H. Sutiaji dalam sambutannya. (A.Y)

Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.