Ritual yang sudah terhenti selama tiga tahun akibat adanya pandemi Covid-19.
ADADIMALANG – Setelah sempat terhenti akibat adanya pandemi Covid-19 yang membuat banyak aktivitas fisik dan di luar ruangan dihentikan, ritual ‘Jeguran‘ di kampus STIE Malangkuçeçwara (ABM) Malang kembali dilaksanakan mulai siang hari tadi, Rabu (03/08/2022).
Ritual ‘Jeguran’ di kolam Sarjana STIE Malangkuçeçwara ini diakui merupakan salah satu momen yang juga ditunggu-tunggu para mahasiswa setelah dinyatakan lulus ujian akhir kuliah (skripsi).
“Alhamdulillah kami bisa lulus dan bisa mengikuti salah satu kegiatan yang menjadi ciri khas dari ABM yaitu Jeguran. Kami merasa senang karena hampir tiga tahun lamanya kegiatan Jeguran ini tidak dilaksanakan akibat pandemi,” ujar salah satu mahasiswi angkatan 2018 yang mengikuti Jeguran 2022 ini, Aini R. Masruroh.
Keseruan mengikuti kegiatan Jeguran tersebut juga ditegaskan oleh mahasiswi ABM yang lainnya yakni Jennifer Olivia yang mengaku sempat kedinginan hingga menggigil saat berada di dalam Kolam Sarjana STIE Malangkuçeçwara yang menjadi lokasi Jeguran tersebut.
Jeguran dilaksanakan setelah mahasiswa STIE Malangkuçeçwara mengikuti ujian skripsi dan di momen Jeguran tersebut hasil Ujian Skripsi mahasiswa akan diumumkan secara terbuka setelah para mahasiswa melintas di Jembatan Sarjana STIE Malangkuçeçwara.
Kemudian dosen penguji skripsi akan membacakan hasil ujian setiap mahasiswa, dimana yang dinyatakan lulus akan langsung menceburkan diri (njegur) ke dalam Kolam Sarjana yang ada di bawah Jembatan Sarjana.
“Jadi mereka nanti akan melintasi Jembatan Sarjana untuk mendengarkan pengumuman kelulusan. Jika lulus akan menceburkan diri satu persatu menggunakan tangga yang ada untuk turun ke dalam Kolam Sarjana,” ujar Agus Hilman, salah satu panitia Jeguran STIE Malangkuçeçwara 2022 ini.
Keseruan mengikuti kegiatan Jeguran menurut salah satu panitia Jeguran 2022 yang lain yakni Dr. Aminul Amin, MM., CPA ditujukan agar para mahasiswa memiliki kenangan yang kuat kepada kampus STIE Malangkuçeçwara (ABM) Malang di penghujung masa studi mereka.
“Ini merupakan kegiatan Jeguran pertama setelah pandemi Covid-19 mulai mereda. Kegiatan Jeguran terpaksa dihentikan saat pandemi, mengingat ujian skripsipun juga dilaksanakan secara daring. Setelah Jeguran, biasanya para mahasiswa yang lulus ini juga akan menggelar acara yang lain dengan teman atau keluarga mereka masing-masing,” ujar Aminul Amin.
Pelaksanaan Jeguran tahun 2022 kali ini menurut Amin dilaksanakan selama dua hari, dimana hari pertama kegiatan Jeguran diikuti lebih dari 60 orang mahasiswa yang telah mengikuti ujian skripsi hari ini.
“Hari Kamis besok masih ada lagi, dimana peserta ujian skripsi akan mengetahui hasil ujian mereka di lokasi Jeguran. Sayangnya lulusan ABM saat pandemi kemarin jadi lebih sedikit kenangannya karena datang ke kampus juga jarang, termasuk tidak ada kegiatan Jeguran ini,” tukas Aminul Amin.
Berbagai bekal seperti baju ganti dan lain sebagainya untuk mengikuti Jeguran diakui oleh Achmad Dzulfikry Nasrultsani telah disiapkan jauh-jauh hari sebelum mengikuti ujian skripsi.
“Jadi sebelum ujian skripsi itu kita semua sudah diberitahu tentang kegiatan jeguran tersebut, termasuk perbekalan apa saja yang harus dibawa seperti baju ganti dan lain sebagainya. Seru ya ikut Jeguran, syukur kami panjatkan karena angkatan kami ini dapat mengikuti kegiatan Jeguran dan lulus bersama-sama,” ungkap Achmad Dzulfikry Nasrultsani.
Kegiatan Jeguran selain dihadiri dosen penguji skripsi dan juga mahasiswa peserta ujian skripsi, teman dan pendukung mahasiswa skripsi juga hadir untuk memberikan semangat. termasuk anggota UKM Kesenian STIE Malangkuçeçwara yang mengiringi kegiatan dengan alunan drum perkusi. (A.Y)

Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.