PLC mampu meminimalisir terjadinya kematian ikan koi yang seringkali merugikan pelaku usaha akibat pemadaman listrik.

ADADIMALANG – Kualitas air menjadi salah satu hal yang penting dalam budi daya ikan, termasuk budi daya ikan Koi. Namun kualitas air seringkali terganggu saat terjadi pemadaman listrik yang tidak terduga.

Hal yang sama juga terjadi pada CV Proklamator Koi Farm Blitar, dimana tim dari Polinema melaksanakan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM).

Menyiasati kondisi tersebut, tim PKM Polinema yang terdiri dari Andrian Septa Firmasnyah dan Awaludin Ramadhan dari Prodi D-IV Sistem Kelistrikan, Yasinta Ika Wardani dari Prodi D-III Teknik Listrik, Eric Bagus Pratama dari Prodi D-IV Teknik Jaringan Telekomunikasi Digital, serta Syayyidah Fatimatuz Zahro dari Prodi D-IV Teknologi Kimia Industri ini berhasil menciptakan perangkat Programmable Logic Controller (PLC) untuk menjadi solusi persoalan budidaya ikan Koi di CV Proklamator Koi Farm Blitar.

Salah satu anggota tim yakni Andrian Septa Firmasnyah menjelaskan bahwa CV Proklamator Koi Farm Blitar memiliki omset hingga Rp.1.152.000.000 setiap tahunnya dengan jumlah ikan mencapai 90 ribu ekor dan 37 kolam berbagai ukuran.

“Namun CV Proklamator Koi Farm ini ternyata tidak selalu dapat berjalan dengan baik karena ada beberapa kendala pada proses menjaga kualitas air tetap baik khususnya saat terjadi pemadaman listrik. Padahal kualitas air sangatlah penting untuk menjaga kontinuitasnya guna memberikan kenyamanan pada ikan Koi,” ungkap anggota Tim PKM Polinema yang dibimbing oleh Dr.Rahman Azis Prasojo, S.ST.,MT. ini.

Dengan terjadinya pemadaman listrik, maka pompa air yang menyuplai air juga akan berhenti bekerja yang akan menimbulkan permasalahan terkait kualitas air akibat matinya pompa air, aerator dan juga heater.

“Jika permasalahan ini dibiarkan atau tidak segera diatasi maka ikan Koi akan mengalami penurunan aktivitas hingga kematian yang menimbulkan kerugian hingga ratusan juta rupiah bagi CV Proklamator Koi farm ini,” ujar Andrian yang melaksanakan PKM mulai tanggal 13 Juni hingga 9 September 2022 mendatang.

Sementara itu anggota tim yang lainnya yakni Awaludin Ramadhan menegaskan dengan adanya inovasi berupa PLC tersebut diharapkan dapat menjadi solusi permasalahan untuk mencegah kerugian sekaligus memberikan efektivitas terhadap penggunaan dan letak kabel panjang yang berbahaya karena penempatan yang sembarangan saat terjadi pemadaman listrik dari genset untuk dinyalakan menuju kolam tambak ikan Koi.

Pembimbing tim PKM Polinema yakni Dr.Rahman Azis Prasojo, S.ST.,MT., mengapresiasi kerja tim PKM Polinema yang telah mampu memberikan solusi bagi permasalahan di CV Proklamator Koi Farm Blitar.

“Di Polinema itu selain teori, mahasiswa juga melakukan praktik di bengkel untuk mengimplementasikan alat seperti pengeboran, pengergajian, pemasangan komponen, wiring dan troubleshooting. Saya bangga dengan tim PKM inikarena telah melaksanakan pekerjaan dengan baik,” ungkap Rahman Azis Prasojo.

Rahman Azis lebih lanjut menyampaikan bahwa melalui program PKM tersebut maka mahasiswa dilatih untuk menyelesaikan permasalahan di sekitar secara kreatif dan solutif.

“Ini juga sebagai bentuk implementasi keilmuan yang mereka dapat dari kampus Polinema,” ungkap Rahman.

Sementara itu pemilik CV Proklamator Koi Farm Blitar selaku Mitra Usaha tim PKM Polinema yakni Tony Wijaya mengucapkan terimakasih kepada tim PKM PI Polinema, karena telah membantu menyelesaikan permasalahan pemadaman listrik yang selama ini dialami usahanya.

“Terima kasih kepada  TIM PKM PI Polinema, dengan alat otomatis ini, mitra lebih mudah dan efisien tanpa menyiapkan kabel dan sebagainya pada saat adanya pemadaman listrik dan tentunya ini meminimalisir kerugian kami karena dengan alat ini hampir tidak ada kematian ikan pada saat mati listrik.,” ungkapnya. (A.Y)