ADADIMALANG – Setelah sukses menggelar even Malang Retro pertama di buln Desember 2021 saat pandemi Covid-19 terdahulu, berbagai komunitas di Kota Malang kembali menggelar even serupa.

Kegiatan yang diberi tajuk Malang Retro 2 tersebut dilaksanakan di lantai 2 Sarinah Kota Malang dibuka mulai sore hari ini hingga hari Minggu mendatang.

Kordinator Lintas Komunitas, Wahono Eko Putro menyampaikan kegiatan Malang Retro 2 ini melibatkan berbagai seniman dan pengamen jalanan, penyandang difabel dan berbagai komunitas lainnya.

“Selain bazar dan juga stand komunitas, nanti juga ada talkshow seperti digital marketing, permodalan dan lain sebagainya,” ungkap pria yang akrab disapa Ook ini.

Jika Malang Retro 1 mengusung tema full retro, di even kedua ini menggbungkn konsep retro dan modern.

“Kenapa kok berbeda, karena tempo dulu atau masa lalu itu akan selalu ada di masa kini atau yang kita kenal dengan sebutan modern ini,” pungkas Ook.

Dalam sambutannya sebelum membuka acar, Wakil Wali Kota Malang, Ir. H. Sofyan Edi Jarwoko menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya kegiatan Malang Retro 2 tersebut.

“Sarinah ini sangat hebat karena kabarnya lantai ini kosong kemudian digelar berbagai kegiatan termasuk kegiatan Malang Retro 2 setelah sukses menggelar even retro yang perdana dulu,” ungkap pria yang krab disapa Bung Edi ini.

Dengan gelaran even retro 2 tersebut, Bung Edi menyampaikan bahwa even tersebut akan mampu menggerakkan perekonomian rakyat termasuk para pelaku UMKM termasuk para penjual barang-barang retro tersebut.

Usai membuka acara, Wakil Wali Kota Malang berkesempatan mengunjungi berbagai stan yang ada dalam even tersebut termasuk mencoba printer 3 DImensi yang menggunakan dirinya sebagai modelnya.

Selain dihibur berbagai penampilan yang dihadirkan panitia, masyarakat dapat mendapatkan koleksi komik atau majalah lawas, koleksi kaset, cd hingga piringan hitam yang dijual di lokasi. Thrifting, produk kecantikan hingga cek kesehatan juga dihadirkan di lokasi.

Salah satu pengunjung yakni Andi mengaku sengaja membeli mainan tempo dulu yang berbentuk ayam dan katak untuk dikoleksi dan suatu saat akan diperlihatkan kepada anak-anaknya tentang mainan masa kecilnya tersebut. (A.Y)