ADADIMALANGWali Kota Malang, Drs H. Sutiaji menyampaikan agar segera menuntaskan pekerjaan rumah untuk penanggulangan kemiskinan tahun 2023. Hal tersebut disampaikan Wali Kota Sutiaji saat Rapat Kordinasi (Rakor) Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Kota Malang di Hotel Savana Kota Malang pagi tadi, Kamis (11/05/2023).

Wali Kota Sutiaji fokus menyoroti implementasi dan progres yang sudah dilakukan dimana diingatkan masih banyak pekerjaan rumah yang harus dilakukan dalam rangka mencapai target capaian penurunan angka kemiskinan RPJMD sebesar angka 3.77  persen.

Orang nomor satu di Pemkot Malang ini juga menyampaikan dirinya tidak ingin terbuai dengan pencapaian eksisting tahun 2022 di angka 4,37 persen dimana data eksisting tersebut merupakan data dinamis yang dapat berubah setiap saat sehingga tidak dapat dijadikan patokan.

“Kemiskinan ini perlu mendapat perhatian dan keseriusan dari kita semua, PR kita masih banyak, target RPJMD 3,77 persen itu yang harus kita capai. Maka, perlu bagi kita mengevaluasi lagi. Alhamdulillah saat ini, eksisting data kemiskinan tahun 2022 sebesar 4,37, sedikit lagi kita mencapai target tapi perlu dipahami data ini bersifat dinamis yang dapat berubah sewaktu-waktu. Inilah yang perlu kita upayakan Bersama,” terang Sutiaji.

Wali Kota Malang, Drs H. Sutiaji saat memberikan sambutan
Wali Kota Malang, Drs H. Sutiaji saat memberikan sambutan

Menurutnya segala upaya yang telah dilakukan telah membuahkan hasil berdasarkan data yang menunjukkan ada peningkatan dibanding tahun 2021 namun masih perlu dikuatkan.

Menyinggung upaya yang dilakukan Pemkot Malang, Sutiaji meminta semua perangkat daerah untuk mempunyai rasa tanggung jawab yang sama.

“Langkah awal nya tentu validitas data, ini penting, untuk menentukan bagaimana proses yang harus dilakukan. Kita gunakan 2 sumber data, ada DTKS (Data Terpadu Kesejahteraan Sosial) dan data P3KE (Pensasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan ekstrem). Langkah kedua harus ada updating data, karena memang data ini bersifat dinamis, maka perlu kita kuatkan disini, kita punya aplikasi Sam Gepun Basa, kita juga punya aplikasi Pedekate Sam, mari kita maksimalkan bersama dua aplikasi ini, jangan cuma di launching saja,” cetus Sutiaji.

Senada dengan yang disampaikan Wali Kota Sutiaji, Wakil Wali Kota Malang Ir. H. Sofyan Edi Jarwoko yang juga menjabat sebagai Ketua TKPK Kota Malang mengatakan data DTKS dan P3KE adalah pedoman dasar yang digunakan sehingga pada tahun 2022 lalu Pemkot Malang telah melakukan proses pendataan kesejahteraan sosial di 2 kecamatan, yaitu Sukun dan Kedungkandang.

“DTKS dan P3KE adalah data pedoman yang kita pakai sebagai data dasar, dan sudah dilakukan pendataan tahun 2022 lalu, ada 2 kecamatan yang sudah didata, Kecamatan Sukun dan Kedungkandang. Hasil dari pendataan 2 kecamatan itu, 28.347 KK yang berhasil ditemui, rinciannya 6.909 KK masuk kategori sangat miskin, 11.842 KK dengan kategori miskin, 6.626 masuk kategori hampir miskin, dan 2.970 KK dikategorikan tidak miskin” terang pria yang akrab disapa Bung Edi ini.

Menanggapi hasil tersebut, dirinya selaku Ketua TKPK menginstruksikan kepada jajaran perangkat daerah untuk lebih melakukan intervensi terutama dalam rangka implementasi kebijakan di lapangan. (A.Y)