Konsep Bambang Irianto membangun kampung dinilai menjawab kebutuhan perubahan sosial dalam merubah mindset warga menuju kondisi yang lebih baik.
ADADIMALANG.COM | Kota Malang – Setelah melakukan kunjungan ke Kampung Wonosari Go Green dan Rumah Prestasi Glintung Go Green (3G) pada bulan Maret 2023 lalu, program School for International Training (SIT) Study Abroad Indonesia kembali memilih Kota Malang sebagai lokasi tujuan kali ini.
Kunjungan pertama delapan mahasiswa asing asal Amerika Serikat ini pertama dilaksanakan di Kampung Semar yang ada di RT 6 RW 2 kelurahan Arjosari, Kecamatan Blimbing yang merupakan kampung binaan dari Bambang Irianto, seorang Pembina Lingkungan tingkat nasional asal Kota Malang.
Usai berkunjung ke Kampung Semar yang memiliki tujuh dasawisma tersebut, rombongan melanjutkan perjalanan untuk melihat secara langsung Kampung Lansia di RW 19 kelurahan Purwantoro yang juga binaan dari Maestro Kampung Tematik Indonesia, Bambang Irianto.

Usai melakukan showing area di kampung yang dijalankan oleh para lansia (lanjut usia) tersebut, para mahasiswa asing mengakhiri kunjungannya dengan mengikuti materi pembangunan kampung tematik dari Bambang Irianto di Rumah Prestasi Glintung Go Green (3G).
Academy Director SIT Study Abroad Indonesia yakni Ni Wayan Pasek Ariati, Ph.D di sela-sela kunjungan menyampaikan pihaknya menekankan social change yang juga memasukkan perubahan sosial dalam bidang lingkungan saat melakukan kunjungan ke tiga lokasi di Kota Malang kali ini.
“Kami ke sini untuk melihat bagaimana masyarakat mengubah pola pikir mereka sehingga mampu merubah kampung mereka menjadi tujuan wisata. Nah itu sangat menarik untuk menjadi pembelajaran bagi mahasiswa dari Amerika ini karena apa yang ditemui di Malang ini mungkin ada yang dapat dibawa ke Amerika untuk diterapkan di sana,” ungkap Ari.
Ditanya alasan kembali datang berkunjung ke Rumah Prestasi Glintung Go Green, Ari menyampaikan pihaknya sangat mengapresiasi hal-hal yang telah dilakukan oleh sosok Bambang Irianto dimana dengan teori-teori yang dipakai dalam membangun kampung ternyata mampu merubah mindset masyarakat sehingga kampung mampu berubah dan menjadi lebih baik.
“Ini adalah kunjungan kami yang kedua dan pasti kami akan kembali datang ke sini karena kami ingin memperkenalkan kampung-kampung go green yang ada di sini kepada mahasiswa yang datang ke Indonesia,” ujar Ari.
Sementara itu, inisiator Glintung Go Green yakni Bambang Irianto bersyukur karena dari kunjungan yang pertama rombongan SIT Study Abroad Indonesia bulan Maret 2023 lalu Rumah Prestasi Glintung Go Green (3G) dinilai layak menjadi lokasi pembelajaran bagi mahasiswa internasional.
“Kali ini kami diberi kepercayaan lagi dengan menjadi lokasi kunjungan program SIT Study Abroad Indonesia dari para mahasiswa asing kembali. Karena mereka ingin mengetahui secara langsung tentang perubahan sosial di masyarakat, maka saya ajak mereka berkunjung ke Kampung Semar yang telah mengalami perubahan sosial yang luar biasa,” elas pria yang dipercaya menjadi Pembina Lingkungan tingkat Nasional ini.
Bambang Irianto mengaku belum genap satu tahun dirinya mendampingi dan membina warga di Kampung Semar Arjosari, namun telah terjadi perubahan mindset yang luar biasa pada warga dan terjadi perubahan lingkungan di kampung tersebut.
Selain di Malang, sosok Bambang Irianto telah banyak melakukan pendampingan dan pembinaan di berbagai wilayah di Indonesia yang kemudian tergabung dalam kelompok besar yakni jaringan Kampung Tematik Indonesia.
Salah satu mahasiswa asing asal Amerika Serikat usai berkunnjung ke Rumah Prestasi 3G yakni Chriss Martin mengakui dirinya sangat terkesan setelah melakukan kunjungan ke tiga lokasi di Kota Malang hari ini.
“Ada beberapa masalah besar di Amerika Serikat terkait dengan kebiasaan yang tidak ramah lingkungan dan boros, sehingga saya sangat terkesan dengan komunitas masyarakat di sini yang memiliki banyak cara, melakukan efisiensi dan ramah lingkungan. Mungkin ada hal-hal baik di sini yang dapat saya bawa pulang untuk diterapkan di sana,” ungkap Chriss.
Menurut mahasiswa yang cukup mahir berbahasa Indonesia ini, semangat dan perubahan mindset yang dilakukan warga dalam membangun kampungnya menjadi cara yang bagus untuk menyatukan warga dan harus ditularkan ke banyak orang.
“Presentasi dari Pak Bambang Irianto sangat menarik karena meskipun saya tidak mengerti sepenuhnya tetapi saya memahami konsep yang ditawarkan itu sudah menjelaskan semuanya,” ungkap Chriss.
Pria ramah ini berharap Bambang Irianto dapat semakin sukses di masa mendatang karena banyak yang membutuhkan peran dan keahliannya untuk menciptakan hal yang lebih baik di berbagai daerah.
“Masih banyak yang harus dikerjakan pak Bambang, tapi dia juga harus beristirahat. Saya berharap dapat datang kembali ke Malang ini di waktu yang akan datang,” pungkas Chriss Martin. (A.Y)

Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.