ADADIMALANG.COM | Kota Malang – Mantan Wali Kota Malang M. Anton yang lebih dikenal dengan sapaan Abah Anton akhirnya mendatangi kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Malang siang hari tadi, Rabu (28/08/2024).
Kedatangan Abah Anton hadir bersama Dimyati sebagai Calon Wakil Wali Kota Malang dalam kontestasi Pemilihan Kepala Daeeah (Pilkada) tahun 2024 ini diiringi oleh ribuan pendukungnya yang mengenakan kaos bertuliskan Abah Anton mulai dari rumah kediaman di Tlogomas sampai di kantor KPU Kota Malang.
Dikawal puluhan orang yang menamakan dirinya laskar, Abah Anton-Dimyati akhirnya masuk ke dalam kantor KPU Kota Malang, meski sempat terhalang di pintu masuk akibat banyak relawan dan pendukungnya yang juga ingin masuk ke dalam kantor KPU Kota Malang yang dijaga aparat keamanan agar yang masuk ke dalam kantor KPU Kota Malang sesuai dengan regulasi hanya 50 orang saja.

Usai penyerahan berkas dan pendaftaran, Abah Anton-Dimyati akhirnya memberikan keterangan kepada awak media yang telah menunggu sejak pagi hari di kantor KPU Kota Malang.
“Alhamdulillah akhirnya Abah Anton dan Dimyati hari ini telah selesai melaksanakan pendaftaran dimana kami datang hari ini diusung dan didukung oleh empat partai yaitu Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Demokrat, Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Ummat. Terimakasih untuk semuanya, termasuk kepada para pendukung,” ungkap Abah Anton.
Menurut Abah Anton, dirinya bersama H. Dimyati tetap konsisten untuk menjaga komitmen peduli wong cilik, yang juga telah diusungnya pada saat Abah Anton mencalonkan diri sebagai kandidat Wali Kota sebelumnya.
“Visi Misi kami untuk Peduli Wong Cilik itu juga menjadi perintah dari ketua partai pengusung kami termasuk untuk membawa kota Malang menjadi lebih baik lagi ke depan,” ujar Anton.
Didukung empat partai, Abah Anton-Dimyati optimis pasangan Abah ANton-Dimyati akan mampu memenangkan kontestasi Pilkada Kota Malang tahun 2024 ini.
“Kami hanya menyerahkan semuanya kepada masyarakat, yang memang meminta dan mempercayai kami untuk maju Pilkada ini. Ingat, saya dan H. Dimyati ini maju karena tugas,” tukas Abah Anton.
Tidak Khawatir Dengan Stigma Mantan Narapidana Korupsi
Mantan Wali Kota Malang Abah Anton sebelumnya sempat teerjerat kasus korupsi Pokok Pikiran (Pokir) yang juga menjerat 40 lebih anggota DPRD Kota Malang ke pemeriksaan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Terkait dengan hal tersebut, Abah Anton menegaskan dirinya bersama pasangannya tidak terlalu khawatir di momen Pilkada Kota Malang ini.
“Saya tidak seperti yang dibayangkan oleh masyarakat bahwa kami diminta dan diharapkan oleh masyarakat ada sebuah kelanjutan program dari yang pernah saya lakukan sebelumnya. Masyarakat memberikan kepercayaan kepada kami atas yang telah saya lakkukan sebelumnya karena dirasakan sangat memberikan manfaat. Saya yakin dan percaya masyarakat Kota Malang sudah cerdas, sehingga tahu mana yang baik dan mana yang tidak baik. tahu mana yang benar dan mana yang tidak benar,” ungkap Abah Anton didampingi para Ketua Partai dan tokoh ulama. (A.Y)
