Kota Malang | ADADIMALANG.COM – Terkait dengan kesiapan venue Porprov Jatim 2025 yang ditempatkan di kota Malang, Komisi D DPRD Kota Malang telah melaksanakan survey ke beberapa lokasi di kota Malang yang akan menjadi venue Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jatim 2025.
Setelah dua hari lalu melakukan survey ke Stadion Gajayana kota Malang, siang tadi Komisi D DPRD Kota Malang melakukan survey ke GOR Ken Arok yang juga akan menjadi lokasi pertandingan beberapa cabang olahraga Proprov Jatim 2025.
Usai melaksanakan survey di GOR Ken Arok, Wakil Ketua Komisi D DPRD Kota Malang, Suryadi, S.Pd., MM., menyampaikan dari beberapa survey yang dilakukan oleh Komisi D DPRD Kota Malang maka pihak Komisi D memberikan beberapa rekomendasi kepada Pemerintah Kota Malang.
“Rekomendasi kami yang pertama adalah kami memohon dengan hormat dan memohon dengan sangat agar semangat yang sama ini juga dimiliki oleh pihak eksekutif, mengingat waktu yang sudah cukup dekat maka kami meminta pak Wali Kota dan Wakil Wali Kota Malang untuk segera memimpin Rapat Kordinasi (Rakor) bersama,” ungkap Suryadi.
Menurut Suryadi, Rakor tersebut perlu segera dilaksanakan untuk memastikan kesiapan-kesiapan kota Malang menjadi salah satu tuan rumah pelaksanaan Porprov Jatim 2025.
“Sekiranya di bulan Juni dilaksanakan, maka di bulan Mei ini semuanya harus sudah tuntas. Kenapa Rakor ini menjadi penting, agar semua stakeholder ini mampu untuk memberikan masukan-masukan mumpung masih ada waktu mengingat pelaksanaan akan dilaksanakan pembukaannya pada minggu ke tiga bulan Juni 2025,” ungkapnya.
Rekomendasi ke dua komisi D DPRD Kota Malang menurut Suryadi, Wali Kota Malang selaku Kepala Daerah juga melakukan peninjauan secara langsung sehingga dapat memastikan juga kondisi yang sebenarnya di lapangan.
“Jadi agar tidak hanya menerima laporan tertulis dari Komisi D saja, tapi juga mengetahui secara langsung kondisi sebenarnya dan tahu apa saja yang perlu dilengkapi di lokasi. Barangkali dengan kehadiran Pak Wali Kota bisa memberikan solusi atas kondisi yang ada dengan waktu yang cukup pendek ini,” ungkap Suryadi.
Pemerintah Kota Malang juga diharapkan hadir untuk memberikan pemahaman atau sosialisasi kepada warga sekitar venue Porprov Jatim 2025, sehingga warga di sekitar venue ini juga tahu sedang ada gelaran Porprov Jatim sehingga diharapkan akan ada dampak elektoral dan dampak ekonomi yang terjadi.
“Rekomendasi ke empat kami yakni terkait dengan manajemen dan penataan area parkir, kemudian area-area PKL atau UMKM di sekitar sini ini harus ditata dengan baik dan dengan rapi. Jangan sampai nanti penataannya tidak jelas, penataannya kocar-kacir baik parkir dan juga pelaku usaha. Nah, disitulah pentingnya adanya Rakor Bersama,” ungkap Suryadi.
Politisi partai Golkar ini menegaskan apresiasinya atas upaya yang telah dilakukan oleh Pemerintah Kota Malang dalam menyambut dan melaksanakan Porprov Jatim 2025 kali ini, namun masih ada banyak hal yang perlu dibahas dan dicarikan solusi secara bersama-sama.
“Jika perlu duduk bersama tiga pemerintahan di Malang Raya untuk meminimalisir ego sektoral masing-masing wilayah,” pungkas Suryadi. (A.Y)
