Kota Malang | ADADIMALANG.COM — Rumah Prestasi Glintung Go Green (RP 3G) semakin dikenal sebagai destinasi pembelajaran bagi kalangan akademik dari berbagai penjuru dunia. Setelah sebelumnya dikunjungi mahasiswa dari Washington DC, dan National University of Singapore (NUS), kini giliran rombongan mahasiswa dan dosen dari Madras Institute of Technology (MIT) India yang datang untuk belajar langsung dari sosok penggerak lingkungan, Ir. H. Bambang Irianto, yang juga Pembina Lingkungan tingkat nasional asal Malang.
Kunjungan ini juga melibatkan mahasiswa Jurusan Arsitektur Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Malang, yang turut mendampingi kegiatan lapangan ke Kampung Wonosari Go Green (WNS) — kawasan binaan Bambang Irianto yang dikenal sebagai contoh nyata lingkungan hijau berbasis masyarakat.
Setelah menyusuri kampung yang telah menerapkan prinsip ekologi secara nyata, rombongan melanjutkan dengan sesi penyampaian materi dari Bambang Irianto. Dalam sesi tersebut, baik mahasiswa India maupun Indonesia antusias mengikuti pemaparan yang membahas peran komunitas dalam menanggulangi perubahan iklim.
Dr. Neeti Trivedi, B.Arch., M.Phil., Ph.D., selaku dosen pendamping dari MIT India, mengungkapkan rasa kagumnya terhadap apa yang telah dicapai oleh Bambang dan warga WNS.
“Apa yang telah dilakukan oleh Pak Bambang Irianto sangatlah luar biasa. Ini terbukti dari berbagai penghargaan dan pengakuan yang telah beliau terima dari berbagai pihak,” tutur Dr. Neeti.
Ia juga menekankan pentingnya inisiatif nyata dalam menghadapi krisis iklim yang kini makin terasa dampaknya.
“Tantangan ini bukan hanya tanggung jawab komunitas tertentu, tapi merupakan tugas kolektif. Kita semua harus mendidik generasi muda untuk sadar dan siap menghadapi perubahan iklim yang sedang terjadi. Mereka perlu dilibatkan agar bisa memimpin gerakan serupa di masa depan,” imbuhnya.
Dr. Neeti menyebut bahwa India pun membutuhkan gerakan seperti yang telah dijalankan di Malang, terlebih budaya gotong royong yang menjadi ciri khas masyarakat Indonesia sangat layak untuk ditiru.
“Saya merasa beruntung bisa belajar langsung dari pengalaman Pak Bambang. Nilai-nilai kolaborasi masyarakat seperti ini sangat penting untuk dibawa dan diterapkan juga di India,” tambahnya.

Sementara itu, Bambang Irianto menyampaikan bahwa Rumah Prestasi Glintung Go Green tidak hanya menjadi tujuan wisata, tapi telah berkembang menjadi tempat belajar yang diminati kalangan akademik dari dalam dan luar negeri.
“Sekarang yang datang ke sini bukan sekadar ingin berwisata, tapi untuk belajar dan berdiskusi. Banyak mahasiswa, dosen, dan akademisi yang tertarik datang dari berbagai daerah di Indonesia bahkan mancanegara seperti hari ini,” jelas Bambang.
Ia juga mengingatkan kembali soal pentingnya Gerakan Menabung Air (Water Banking Movement) yang telah dirintisnya dan sempat mewakili Indonesia di ajang internasional di Guangzhou, Tiongkok.
“Gerakan ini bukan cuma berlaku di lingkup lokal, tapi sudah menjadi kebutuhan di banyak tempat. Harapan saya, penerapan gerakan ini bisa terus meluas dan menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan berkelanjutan di masa depan,” pungkas Bambang Irianto. (A.Y)
