Kota Malang, ADADIMALANG.COM – Masa depan dunia kerja makin menantang, khususnya dengan pesatnya perkembangan kecerdasan buatan (AI) dan pembelajaran mesin (machine learning). Menyadari hal ini, Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Malangkuçeçwara membekali para calon wisudawannya dengan amunisi mental dan pengetahuan yang relevan.
Melalui acara pembekalan yang digelar oleh Career Development Centre (CDC), para mahasiswa diajak untuk memiliki bekal utama dalam menghadapi ketatnya kompetisi di dunia profesional.
Acara kali ini mengusung tajuk ‘Adaptability and Growth: Bekal Utama Menghadapi Dunia Kerja yang Dinamis’, menghadirkan Yuliana Astike, S.E., seorang praktisi profesional dari PT. Amerta Indah Otsuka.
Dalam paparannya, Yuliana menegaskan pentingnya memiliki kemampuan adaptasi dan pola pikir berkembang atau growth mindset. Karena menurutnya perubahan adalah keniscayaan yang terus terjadi, baik dalam kehidupan maupun di dunia kerja.
“Hal ini ditambah dengan kehadiran teknologi AI, menuntut setiap individu untuk senantiasa berbenah diri. Saya menyampaikan materi tentang kemampuan beradaptasi dan kemampuan berkembang dimana dua hal tersebut sangat dibutuhkan bagi para wisudawan saat masuk ke dunia kerja. Apalagi perubahan itu terjadi secara terus-menerus di mana kita semua dalam semua kehidupan juga harus selalu berusaha untuk beradaptasi. Karena perubahan itu pasti dan tidak berhenti setelah selesai kuliah saja,” ujar Yuliana.
Yuliana, yang bekerja di perusahaan produsen minuman Pocari Sweat inii menambahkan bahwa untuk bisa beradaptasi, seseorang harus memiliki kemauan untuk terus belajar dan mengasah diri dengan hal-hal baru.
“Nah untuk memiliki kemampuan beradaptasi itu kita harus memiliki mindset untuk terus bertumbuh atau berkembang dengan terus belajar pada hal-hal yang baru. Para calon wisudawan kan sebentar lagi memasuki zona baru yakni dunia kerja, maka mereka harus open mind dulu dan sadar bahwa dunia itu sudah berubah sehingga tidak boleh berhenti belajar,” tutupnya.

Pembekalan ini secara resmi dibuka oleh Wakil Ketua III STIE Malangkuçeçwara, Dr. Drs. Kadarusman Ak., MM., CA., djmana dalam sambutannya ia mengungkapkan bahwa para mahasiswa STIE Malangkuçeçwara telah dibekali dengan berbagai keterampilan teknis (hard skill) dan kemampuan interpersonal (soft skill) selama menempuh studi di kampus. Kedua bekal tersebut diharapkan menjadi landasan yang kuat.
“Apabila bekal hard skill dan soft skill ini diterapkan di dunia kerja maka diharapkan lulusan STIE Malangkuçeçwara dapat lebih adaptif pada perkembangan dan perubahan yang terjadi. Jika mereka bisa adaptif maka akan dapat memiliki growth mindset yang bagus pula,” ungkap Dr. Kadarusman.
Mengenai tantangan era AI, pria yang dikenal ramah ini melihat AI sebagai asisten yang dapat membantu menyelesaikan berbagai pekerjaan. Namun, ia menekankan bahwa kemampuan dasar dan mentalitas berkembang tetap tak tergantikan. Dunia kerja yang serba cepat menuntut lebih dari sekadar rata-rata.
“Tetapi ketika kita berbicara tentang growth mindset, maka mereka harus tetap belajar untuk bisa beradaptasi dengan lingkungan kerja yang dinamis dan mungkin sangat berbeda dengan kehidupan di dunia kampus. Dunia kerja menuntut mereka untuk bekerja melebihi apa yang diekspektasikan oleh perusahaan, apabila mereka bisa bekerja melebihi ekspektasi perusahaan maka itu akan menjadikan mereka jadi orang yang growth mindset dengan terus belajar,” papar Dr. Kadarusman.

Dengan pembekalan ini, diharapkan para lulusan STIE Malangkuçeçwara tidak hanya siap, tetapi juga mampu memenangkan persaingan dengan mentalitas yang adaptif dan terus berkembang, menjadikan mereka pemimpin di bidangnya masing-masing. (A.Y)
