Kota Malang | ADADIMALANG.COM — Semangat kemerdekaan Republik Indonesia ke-80 tahun ini terasa semakin hangat di Kota Malang. Sabtu pagi (9/8/2025), Balai Kota Malang menjadi saksi kolaborasi besar antara Komunitas Berkat Malang Gema Kasih (BMGK) dan Keuskupan Katolik Malang dalam menggelar kegiatan bhakti sosial bertajuk “Peduli Kasih Semangat Kemerdekaan”.

Acara ini menjadi momen istimewa yang tidak hanya menandai perayaan Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia, tetapi juga memperkuat program unggulan Pemerintah Kota Malang, “Ngalam Ngopeni”, yang berfokus pada peningkatan kesejahteraan warga dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.

Sebanyak 4.000 paket sembako disalurkan kepada masyarakat kurang mampu yang tersebar di lima kecamatan di Kota Malang. Bantuan ini berasal dari donasi berbagai pihak yang peduli terhadap kondisi warga yang membutuhkan.

Ketua Panitia Bhakti Sosial BMGK, Erick Richardo, mengungkapkan bahwa kegiatan ini diharapkan dapat meringankan beban ekonomi masyarakat.

“Jadi kegiatan ini selain untuk memeriahkan Bulan Kemerdekaan RI juga untuk mendukung program Wali Kota dan Wakil Wali Kota Malang yakni ‘Ngalam Ngopeni’,” kata Erick.

Setiap paket sembako berisi lima kilogram beras, dua liter minyak goreng, satu kilogram gula, setengah liter kecap, dan setengah kilogram garam. Seluruh bantuan ini dibagikan secara langsung kepada warga penerima manfaat, baik di Balai Kota Malang maupun melalui pendistribusian ke kecamatan menggunakan truk TNI dari Kostrad, Lanal Malang, dan Lanud Abdulrachman Saleh.

Kegiatan ini turut dihadiri Wakil Direktur BULOG, Mayjen TNI (Purn) Marga Taufiq, bersama perwakilan Divif 2 Kostrad, Lanal Malang, Lanud Abdulrachman Saleh, Polresta Malang Kota, Kodim 0833, Malang Tahes Club, dan berbagai pimpinan instansi serta lembaga lainnya.

“Menurut saya ini adalah kegiatan yang sangat positif ya, di samping pemerintah memberikan bantuan kepada masyarakat, masyarakat juga memiliki kepedulian dan solidaritas yang tinggi untuk membantu sesamanya,” ujar Marga Taufiq, yang pernah menjabat sebagai Pangdivif 2 Kostrad di Singosari, Malang.

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kota Malang, Dr. Ida Ayu Made Wahyuni, SH, M.Si., mewakili Wali Kota Malang, Dr. Ir. Wahyu Hidayat, MM., menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada BMGK atas terselenggaranya acara ini.

“Semoga kegiatan ini bermanfaat bagi masyarakat dalam meringankan sedikit beban hidup mereka, dan semoga mendapat balasan yang berlimpah dari Tuhan Yang Maha Esa,” ujar Wahyu Hidayat dalam sambutannya.

Ketua BMGK, Pendeta Gideon Liang Sugiharto, menjelaskan bahwa bhakti sosial ini adalah wujud kepedulian dari umat Kristiani di Kota Malang bersama umat Katolik untuk memperingati kemerdekaan bangsa.

Senada dengannya, Romo Ignatius Adam Suncoko dari Keuskupan Katolik Malang menegaskan bahwa kegiatan ini adalah pengingat pentingnya berbagi tanpa memandang latar belakang.

“Kita berharap dengan peduli kasih ini kita akan semakin disadarkan kembali bahwa kita masih harus mau berbagi belas kasih kepada siapapun juga, yang tidak terbatas pada latar belakang budaya, suku, dan lain sebagainya,” ujarnya.

Puncak Acara: Bendera Merah Putih Raksasa

Menutup kegiatan, para undangan, panitia, dan peserta membentangkan bendera merah putih raksasa di halaman Balai Kota Malang. Aksi ini menjadi simbol kuat rasa cinta tanah air dan persatuan di bulan kemerdekaan.

Dengan kegiatan ini, BMGK dan Keuskupan Katolik Malang tidak hanya membagikan sembako, tetapi juga menyalakan kembali api solidaritas, gotong royong, dan kepedulian sosial yang menjadi jati diri bangsa Indonesia. (A.Y)