Kota Malang | ADADIMALANG.COM – Fakultas Vokasi Universitas Brawijaya (UB) menunjukkan komitmennya dalam memperkuat penerapan Good University Governance (GUG) dan Zona Integritas (ZI) di lingkungan perguruan tinggi. Melalui program pengabdian masyarakat, Vokasi UB kini menjadi mitra strategis dalam meningkatkan kapasitas internal auditor kampus.
Program bertajuk “Pengembangan Kapasitas Internal Auditor melalui Pelatihan Risk-Based Audit untuk Satuan Pengawas Intern (SPI)” ini dirancang untuk menguatkan peran SPI sebagai mitra manajemen dalam mengelola risiko universitas secara efektif.
Dipimpin oleh San Rudiyanto, SE., MSA. CPA., tim dosen dan mahasiswa Vokasi UB menyelenggarakan kegiatan ini pada tanggal 25 Agustus 2025 dengan melibatkan 15 auditor dari salah satu perguruan tinggi negeri di Kota Malang, Jawa Timur.

San Rudiyanto menjelaskan bahwa pendekatan Risk-Based Audit (RBA) kini jauh lebih krusial karena mendorong auditor untuk tidak sekadar memeriksa dokumen saja, tetapi berperan sebagai penasihat strategis dalam mencapai tujuan organisasi.
Pelatihan yang dilakukan membekali peserta dengan pemahaman mendalam tentang konsep RBA, mulai dari pemetaan risiko, penyusunan rencana audit berbasis risiko (risk-based audit plan), hingga penerapan teknologi audit berbasis data terkini.
Pria yang juga menjabat sebagai Wakil Dekan III Vokasi UB ini menambahkan bahwa peserta juga mendapatkan workshop tentang penggunaan Microsoft Excel automation, pivot dashboard, dan risk register template untuk mendukung digitalisasi audit internal.
Dari hasil evaluasi yang dilakukan usai pelatihan menunjukkan dampak positif yang luar biasa, dimana kompetensi auditor mitra meningkat tajam dari nilai rata-rata 40 persen menjadi 80 persen setelah mengikuti seluruh rangkaian pelatihan.
Tidak hanya peningkatan keterampilan, tim pengabdian Vokasi UB juga berhasil menyusun Modul Pelatihan Risk-Based dan draf kebijakan integrasi antara manajemen risiko dan audit internal. Modul ini siap untuk diimplementasikan oleh SPI mitra, menjadi panduan praktis dalam tata kelola.

“Selain itu, program pengabdian ini juga menghasilkan artikel ilmiah berjudul “Strengthening Risk-Based Internal Audit in Higher Education Institutions” yang telah dikirim ke jurnal terakreditasi Sinta 6. Program ini menumbuhkan budaya sadar risiko (risk awareness culture) di lingkungan universitas mitra, serta memperkuat tata kelola yang transparan dan akuntabel,” ujarnya.
Sebagai tindak lanjut dan komitmen berkelanjutan, Fakultas Vokasi UB bersama SPI mitra telah merencanakan pelatihan lanjutan yang akan difokuskan pada “Advanced Risk-Based Audit & Analytics”, penerapan Risk Register Universitas, dan pengembangan sistem e-Audit berbasis dashboard risiko.
“Kami ingin Fakultas Vokasi menjadi pionir reformasi tata kelola di pendidikan vokasi Indonesia. Kolaborasi antara akademisi dan praktisi ini bukan hanya meningkatkan kapasitas SPI, tetapi juga memperkuat kepercayaan publik terhadap universitas,” tegasnya.
Melalui inisiatif ini, Fakultas Vokasi UB mempertegas komitmennya untuk mewujudkan universitas yang bersih, berintegritas, dan berdaya saing global, sejalan dengan semangat Sustainable Development Goals (SDGs), terutama SDG 16 (Peace, Justice, and Strong Institutions) dan SDG 4 (Quality Education). (Red)
