Kota Malang | ADADIMALANG.COM — Dengan tujuan mendekatkan para mahasiswa pada masyarakat dan dunia industri, Politeknik Negeri Malang (POLINEMA) telah membuat kebijakan terkait kurikulum dan pengajaran harus menerapkan Project Based Learning (PBL).

Hal tersebut disampaikan Direktur Politeknik Negeri Malang (POLINEMA), Ir. Supriatna Adhisuwignjo, ST., MT., yang menyampaikan bahwa dengan penerapan Project Based Learning tersebut akan melatih proses berpikir kritis (critical thingking) para mahasiswa.

Berbagai karya dari para mahasiswa yang rerata tengah menempuh pendidikan di semester 3 dari berbagai jurusan dan program studi (prodi) di POLINEMA ini kemudian ditampilkan dalam Expo Project Based Learning (PBL) yang digelar di Graha POLINEMA selama dua hari mulai pagi tadi, Selasa (25/11/2025).

Wakil Direktur bidang Akademik POLINEMA, Dr. Kurnia Ekasari, SE., MM., Ak., CA., dalam sambutannya menyampaikan dalam expo PBL selama dua hari ini diikuti 200 booth yang diisi karya para mahasiswa dari 40 prodi yang ada di POLINEMA baik Program Sarjana terapan maupun D3. Termasuk mahasiswa dari  Studi di Luar Kampus Utama (PSDKU) Lumajang, Pamekasan dan juga Kediri.

“Project Based Learning ini dapat menginspirasi adik-adik SMA/SMK untuk meningkatkan minat masuk ke kampus Politeknik Negeri Malang. Sementara untuk mahasiswa POLINEMA agar semakin menginspirasi agar terus berkarya untuk POLINEMA,” ungkap Kurnia Ekasari dalam paparannya.

Ditemui usai meninjau beberapa karya mahasiswa yang dipamerkan, Direktur POLINEMA Ir. Supriatna Adhisuwignjo, ST., MT., menyampaikan bahwa kegiatan Project Based Learning Expo ini merupakan salah satu transformasi dari penyelenggaraan pendidikan pembelajaran di kampus Politeknik Negeri Malang.

“Jadi kita mentransformasikan pembelajaran di kampus itu agar bisa menerapkan metode pembelajaran yang transformatif. Dan ini kita lakukan melalui tiga pendekatan yakni yang pertama kita sebut dengan project based learning, yang kedua kita sebut dengan case methode, dan yang ketiga adalah production based learning,” ungkap Direktur POLINEMA.

Selama dua tahun terakhir ini menurut Supriatna, POLINEMA telah mencoba untuk mengimplementasikan metode pembelajaran transformatif agar pembelajaran mahasiswanya dapat lebih dekat dengan industri dan masyarakat.

“Jadi kita dorong mahasiswa untuk bisa belajar banyak hal kasus-kasus riil yang ada di masyarakat, yang ada di industri, kemudian itu terimplementasikan dalam mata kuliah-mata kuliah yang sedang ditempuh. Jadi ini sebenarnya  bagian dari upaya kita mengekspos karya-karya mahasiswa yang selama dua tahun ini kita mulai dorong untuk menerapkan pembelajaran yang berbasis project based case method maupun production based learning,” ungkap Supriatna.

Ditanya karya mahasiswa ang dipamerkan ini adalah bagian dari 1.500 tugas akhir yang menjawab persoalan di masyarakat (UMKM) dan industri, Supriatna menegaskan ratusan karya yang dipamerkan kali ini merupakan potensi baru di luar potensi tugas akhir mahasiswa yang dibuat untuk menjawab persoalan yang dihadapi pelaku UMKM dan juga industri.

“Jadi potensi yang kita miliki ini sangat banyak, nah ini merupakan salah satu potensi yang kita miliki setelah kita kembangkan pembelajaran Project Based Learning selama dua tahun terakhir ini,” pungkas Direktur POLINEMA,Ir.Supriatna Adhisuwignjo,ST., MT.

Selain berbagai karya inovasi mahasiswa, di Graha POLINEMA juga ditampilkan berbagai karya inovasi dari Pusat Riset Smart Green Energy (SGE) yang merupakan salah satu pusat riset unggulan POLINEMA.

Melalui Pusat Riset Smart Green Energy, Politeknik Negeri Malang berhasil mendapatkan pendanaan untuk melaksanaan program In Saintek untuk membumikan sains kepada masyarakat.

“Alhamdulillah Politeknik Negeri Malang menjadi satu-satunya politeknik Negeri yang lolos dan mendapatkan pendanaan untuk menjalankan program In Saintek dari Dirjen Minat Saintek Kemendikti Saintek,” jelas Ketua Pusat Riset Smart Green Energy POLINEMA, Ferdian Ronilaya, S.T., M.Sc., Ph.D.   (A.Y)