Kota Malang | ADADIMALANG.COM — Upaya mendekatkan dunia akademik dengan realitas sosial mendapat dukungan penuh dari lembaga Legislatif kota Malang. Anggota DPRD Kota Malang, Dito Arif Nurrakhmadi, S.AP., M.AP., memberikan apresiasi tinggi atas langkah Fakultas Vokasi Universitas Brawijaya (Vokasi UB) yang menerjunkan 322 mahasiswanya untuk melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di wilayah perkotaan.
Berbeda dengan pola KKN pada umumnya yang menyasar daerah pelosok, 322 mahasiswa ini akan mengabdi di 23 kelurahan yang tersebar di Kecamatan Lowokwaru dan Kecamatan Klojen. Lokasi-lokasi ini merupakan wilayah yang bersentuhan langsung dengan aktivitas kampus atau yang dikenal sebagai Kampung Lingkar Kampus.
Dalam seremoni pemberangkatan yang berlangsung pagi tadi, Dekan Fakultas Vokasi UB, Mukhammad Kholid Mawardi, S.Sos., M.A.B., Ph.D., menegaskan komitmen institusinya untuk menghapus stigma kampus sebagai menara gading.
“Kegiatan KKN di 23 kelurahan ini sebagai wujud bahwa kampus harus menyajikan pendidikan yang berdampak. Artinya ada keterkaitan yang nyata antara apa yang kita kembangkan di dalam kampus dengan kontribusi kepada masyarakat sekitar,” jelas Kholid Mawardi.
Hadirnya Dito Arif Nurrakhmadi dalam acara tersebut mempertegas dukungan DPRD terhadap kolaborasi lintas sektor. Menurutnya, potensi besar Kota Malang yang memiliki sekitar 70 perguruan tinggi harus dioptimalkan untuk mendorong pembangunan daerah melalui skema kolaborasi pentahelix.
Ketua Fraksi Nasdem PSI Kota Malang ini menilai bahwa inisiatif Vokasi UB merupakan sebuah terobosan baru bagi Universitas Brawijaya yang biasanya mengirimkan mahasiswa KKN ke luar daerah.
“Kami sangat mengapresiasi kolaborasi ini. Sejak awal kami mendorong adanya kolaborasi masyarakat dengan kampus. Dengan potensi kurang lebih 70 kampus di Kota Malang, perguruan tinggi harus bisa menggerakkan banyak hal untuk kemajuan kota,” ungkap Dito.
Dito, yang juga merupakan alumni Universitas Brawijaya ini juga menegaskan titikberat pada sektor ekonomi kreatif yang menjadi nafas pembangunan Kota Malang saat ini. Ia berharap langkah Vokasi UB ini menjadi pemantik bagi fakultas-fakultas lain di UB untuk melakukan hal serupa.
Kehadiran mahasiswa dengan berbagai latar belakang keilmuan spesifik diharapkan mampu menyentuh potensi ekonomi lokal dan membantu menyelesaikan persoalan di tingkat kelurahan secara langsung.
“Harapannya fakultas lain juga bisa berkolaborasi dengan Pemerintah Kota Malang dan masyarakat. Dengan begitu, peran kampus pada proses pembangunan Kota Malang akan jadi lebih terasa dampaknya, baik secara langsung maupun tidak langsung kepada warga,” pungkas Dito. (A.Y)
