Kab. Malang – Jamia, warga Loandeng RT 04 RW 05 Desa Kalisongo, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, menjadi salah satu penerima bantuan bedah rumah melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) yang mendukung Program 3 Juta Rumah Presiden Prabowo Subianto. Melalui bantuan senilai Rp25 juta, rumah yang sebelumnya dalam kondisi tidak layak huni kini telah selesai direnovasi dan siap ditempati.
Jamia mengaku tidak mengetahui rumahnya masuk dalam daftar penerima bantuan saat proses pendataan dilakukan beberapa bulan lalu. Ia baru mengetahui setelah sejumlah petugas datang ke rumahnya untuk melakukan survei dan dokumentasi.
“Waktu itu saya pulang kerja, kemudian ada tamu datang. Rumah saya difoto-foto dan bilang izin memotret rumah. Saya tidak tahu kalau akan mendapat bantuan seperti ini. Saya sempat takut karena yang datang banyak, pakai mobil dan sepeda motor,” ujar Jamia.
Menurutnya, proses pendataan dilakukan sekitar Februari 2026. Sementara pembangunan rumah telah rampung sekitar satu pekan lalu setelah berlangsung selama beberapa bulan.
Sebelum direnovasi, kondisi rumah yang ditempatinya bersama keluarga tergolong memprihatinkan. Atap rumah masih menggunakan seng dengan penutup yang tidak sempurna, rangka bangunan menggunakan kayu, sementara dapur dan kamar mandi masih berlantai tanah.

“Semua diperbaiki. Bangunan yang lama dirubuhkan semua lalu dibangun kembali,” katanya.
Meski demikian, dinding rumah sebelumnya sudah menggunakan bata. Renovasi dilakukan secara menyeluruh agar rumah menjadi lebih layak dan aman untuk ditempati.
Jamia sehari-hari bekerja sebagai petani dan mencari rumput untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Suaminya bekerja sebagai kuli bangunan, sementara salah satu anaknya juga bekerja sebagai kuli bangunan.
Rumah berdiri di atas lahan seluas sekitar 40 meter persegi dan dihuni oleh empat orang, yakni Jamia, suami, serta dua anaknya.
Program bedah rumah melalui dukungan CSR tersebut menjadi bagian dari upaya percepatan Program 3 Juta Rumah yang dicanangkan pemerintah untuk meningkatkan kualitas hunian masyarakat berpenghasilan rendah serta mengurangi angka rumah tidak layak huni di berbagai daerah. (Ftm/A.Y)
