Kota Malang | ADADIMALANG.COM — Rektor Universitas Brawijaya (UB), Prof. Widodo, S.Si., M.Si., Ph.D., Med.Sc., mengapresiasi pertemuan antara Presiden bersama para rektor perguruan tinggi di Indonesia yang digelar baru-baru ini. Menurutnya, pertemuan tersebut menjadi wujud sinergi dan keterbukaan pemerintah terhadap kalangan akademisi dalam mendukung pembangunan nasional.

Prof. Widodo mengatakan Presiden bersama jajaran menteri menunjukkan komitmen untuk membuka ruang dialog dengan perguruan tinggi, termasuk menyampaikan berbagai program kerja dan visi pembangunan pemerintah.

“Pertemuan itu merupakan salah satu bentuk hubungan sinergi yang baik. Presiden dan para menteri hadir serta sangat terbuka terhadap program-program kerja dan visi-misi membangun pemerintahan,” ujar Prof. Widodo.

Ia menilai pemerintah juga memberikan ruang bagi perguruan tinggi untuk menjalankan kebebasan akademik dan kebebasan mimbar akademik. Menurutnya, sikap tersebut menjadi modal penting dalam memperkuat kolaborasi antara pemerintah dan dunia pendidikan tinggi.

Sebagai tindak lanjut dari pertemuan tersebut, Prof. Widodo mengungkapkan pemerintah akan mendorong sejumlah program strategis di sektor pendidikan tinggi. Salah satunya melalui penguatan kerja sama riset antara perguruan tinggi dengan badan usaha milik negara (BUMN).

Selain itu, pemerintah juga berencana memperluas dukungan beasiswa bagi mahasiswa Indonesia, terutama untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang pascasarjana.

“Tindak lanjutnya akan ada banyak program dari pemerintah, khususnya penguatan di sektor pendidikan tinggi agar selaras dengan BUMN dalam melakukan riset bersama, sekaligus memberikan beasiswa kepada mahasiswa Indonesia untuk melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi,” katanya.

Menanggapi kemungkinan pembentukan tim khusus di Universitas Brawijaya untuk menjembatani program tersebut, Prof. Widodo menjelaskan bahwa pada dasarnya setiap program prioritas Presiden telah melibatkan perguruan tinggi sesuai bidang kepakarannya.

Ia menambahkan, sejumlah akademisi dari berbagai perguruan tinggi juga dilibatkan sebagai pakar untuk melakukan kajian, pemantauan, hingga evaluasi terhadap pelaksanaan program-program prioritas pemerintah.

Dengan keterlibatan tersebut, perguruan tinggi diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata melalui riset, inovasi, dan rekomendasi ilmiah guna mendukung keberhasilan program pembangunan nasional. (Ftm/A.Y)