Kota Batu | ADADIMALANG.COM — Potensi wisata dan usaha lokal di Desa Bulukerto Bumiaji yang ada di Kota Batu saat ini semakin mudah ditemukan. Di balik sejuknya udara kawasan perkebunan ini, tersimpan berbagai daya tarik seperti cafe yang estetik, kebun warga, kolam budidaya ikan air tawar, hingga taman asri. Keberadaan potensi tersebut sebelumnya belum terjangkau luas oleh publik karena keterbatasan informasi digital.

Melihat potensi yang perlu dioptimalkan tersebut, tim mahasiswa Universitas Negeri Malang yang tergabung dalam Program UM Belajar Bersama Masyarakat (BBM)Tematik Akuntansi mengambil langkah konkret. Mereka meluncurkan rangkaian program digitalisasi dan promosi potensi desa.

Salah satu hasil nyata dari kegiatan ini adalah pemasangan Peta Potensi Desa Bulukerto di Balai Dusun Cangar yang memuat sebaran titik wisata, lokasi UMKM, serta fasilitas penting lainnya di wilayah desa.

Menyikapi hal tersebut, Kepala Dusun Cangar yakni Sukiswanto mengapresiasi kehadiran peta informasi tersebut yang menurutnya keberadaan peta tersebut akan memudahkan masyarakat maupun pengunjung untuk mengenali berbagai potensi yang ada.

“Programnya sangat membantu, apalagi peta yang dipasang di balai dusun ini. Sekarang warga jadi tahu di mana saja tempat wisata dan usaha di desa kita. Ini juga bisa jadi modal buat desa terus berkembang ke depannya,” ujar Sukiswanto.

Rangkaian kegiatan diawali dengan observasi lapangan dan pemetaan langsung untuk menginventarisasi destinasi alam serta kuliner lokal yang memiliki daya tarik tinggi. Beberapa tempat yang berhasil dipetakan antara lain Taman Kenanga, Puthuk Gede, kawasan perkebunan warga, hingga lokasi budidaya ikan air tawar.

Selain potensi wisata alam yang ada, tim mahasiswa juga mendokumentasikan sejumlah tempat kuliner populer seperti Monstera Market, Coffee Merene, Sontoloyo, dan Warung Ardiasih yang eksis di desa Bulukerto.

“Semua informasi perihal lokasi, fasilitas, jam operasional, hingga keunggulan masing-masing tempat, dihimpun dan dikemas jadi profil digital yang lebih mudah diakses masyarakat maupun calon wisatawan,” ungkap Anggia Ayu Mutiasari, selaku anggota seksi Humas UM BBM HMD Akuntansi Desa Bulukerto.

Pengembangan kemudian dilanjutkan dengan pembuatan video promosi interaktif. Publikasi konten ini dilakukan melalui kerja sama dengan Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) Desa Bulukerto dan KIM Kota Batu agar menjangkau khalayak yang lebih luas. Seluruh titik lokasi tempat wisata dan UMKM tersebut kini telah terintegrasi dengan Google Maps. Akses informasi mengenai rute dan lokasi usaha kini dapat dipandu langsung melalui ponsel pintar secara presisi.

Peta fisik yang terpasang di Balai Dusun Cangar disiapkan sebagai sarana informasi jangka panjang. Sarana ini menjadi pijakan penting dalam memperkuat identitas Bulukerto sebagai kawasan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi digital.

Hadirnya profil digital, dokumen video, integrasi peta navigasi, serta pemetaan fisik ini diharapkan mampu meningkatkan angka kunjungan wisatawan. Peningkatan arus wisatawan ini diyakini dapat menggerakkan roda perekonomian warga, mulai dari pemilik usaha kuliner hingga petani lokal di Desa Bulukerto. (Red)