Untuk memperkuat literasi aplikasi teknologi di kalangan mahasiswa dan pengajar ITN Malang.
Kabupaten Malang – Dengan tujuan untuk memperkuat literasi di kalangan mahasiswa dan para pengajarnya, Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang menggelar Seniati mulai pagi hari ini, Sabtu (02/02).
Seminar Nasional Inovasi dan Aplikasi Teknologi di Industri (Seniati) kali ini dilaksanakan masih dalam rangkaian Dies Natalis ITN ke 50.
Hal tersebut disampaikan Ketua Panitia Seniati Eko Yohanes yang menyatakan bahwa Seniati kali ini merupakan yang ke empat kalinya sejak Seniati digelar oleh ITN Malang.
“Seminar kali ini diikuti peserta dari 47 perguruan tinggi di seluruh Indonesia dengan 400 lebih paper yang diterima oleh panitia,” ungkap Eko Yohanes.
Sementara itu, Rektor ITN Malang Lalu Mulyadi menjelaskan bahwa Seniati merupakan salah satu upaya ITN Malang dalam memperkuat literasi di kalangan mahasiswa dan pengajar ITN Malang.
“Tetapi jangan lupa juga, bahwa ITN Malang selain memperkuat literasi teknologi, juga memperkuat keimanan dan ketaqwaan (imtaq) dalam setiap aktifitasnya,” ungkap Rektor ITN Malang.
Saat ini ITN Malang telah membangun tiga tempat ibadah yakni Masjid, Kapel dan juga Pure sebagai upaya untuk mendekatkan diri mahasiswa kepada tokoh agama ataupun tempat ibadah.
Seniati 2019 menghadirkan dua narasumber yakni Dirjen Penguatan Riset dan Pengembangan Ristekdikti, M. Dimyati dan peneliti bidang energi Surya dari Universitas Sumatera Utara (USU), Himsar Ambarita.
Terkait dengan Seniati yang mengambil tema Teknologi di Era Revolusi Industri 4.0, Dirjen Penguatan Riset dan Pengembangan Ristekdikti, M. Dimyati menyatakan boleh saja ingin mencapai kemajuan di era revolusi industri 4.0 tetapi akan lebih baik jika bisa meningkatkan kemampuan untuk bisa bersaing dan survive di era 4.0.
“Paling tidak saat ini kita bisa mempersiapkan apa saja yang harus kita kuasai untuk bisa hidup, bersaing dan memenangkan persaingan di era teknologi 4.0 ini,” ujar M. Dimyati.
Perguruan Tinggi seperti ITN Malang menurut Dimyati sudah harus mulai menghasilkan mahasiswa yang sudah siap bersaing di era 4.0. “Berarti kurikulum juga sudah harus disesuaikan dengan kebutuhan yang akan datang. Seperti saat ini, Menristek Dikti telah mengijinkan pelaksanaan kelas jarak jauh yang juga bagian perubahan itu sendiri,” ungkap M. Dimyati. (A.Y)

Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.