Tidak berpotensi tsunami.

Kota Malang – Meski dinyatakan tidak berpotensi tsunami, namun gempa yang terjadi pukul 02.30 WIB dini hari tadi cukup mengejutkan warga Malang Raya dan sekitarnya yang merasakan gempa.

Melalui rilis resminya, Kepala Stasiun Geofisika BMKG Musripan menjelaskan bahwa pusat gempa berada di Tenggara Kabupaten Malang dengan kedalaman 42 kilometer.

“Hasil analisis BMKG menunjukkan informasi awal gempa bumi ini berkekuatan M=5,9 yang selanjutnya dilakukan pemutakhiran menjadi M=5,6. Episenter gempabumi terletak pada koordinat 9,67 LS dan 112,74 BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 170 km arah selatan Kota Kepanjen pada kedalaman 42 km,” paparnya.

Dilanjutkan oleh Musripan, dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, tampak bahwa gempabumi berkedalaman dangkal ini diakibatkan oleh aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia yang menyusup ke bawah lempeng Eurasia.

“Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi ini dibangkitkan oleh deformasi batuan dengan mekanisme pergerakan jenis sesar naik (thrust fault),” lanjutnya.

Hingga berita ini diturunkan belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempabumi tersebut. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi tidak berpotensi tsunami.

Sering adanya berita tidak bohong yang mencuat, BMKG menghimbau Kepada masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya

“Pastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG yang disebarkan melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi (Instagram/Twitter @infoBMKG), website (inatews.bmkg.go.id atau www.bmkg.go.id), atau melalui Mobile Apps (IOS dan Android): wrs-bmkg atau infobmkg,” pungkasnya. (Jaz)