Diberi tantangan Rp.501 miliar.
Kota Malang – Badan Pelayanan Pajak Daerah (BP2D) kota Malang diberikan tantangan baru oleh Walikota Malang, Sutiaji pada tahun 2019 ini. Hal itu disampaikan oleh Sutiaji dalam acara Launching Pajak Daerah 2019 di Balai Kota Malang pagi ini, Senin (25/02)
“Launching ini adalah penanda untuk memulai program pajak 5 tahun ke depan mulai tahun 2019 hingga tahun 2024. Pada tahun ini BP2D kami beri tantangan terkait pajak senilai Rp.501 miliar,” ujar Sutiaji dalam sambutannya.
Jumlah tersebut, lanjut sutiaji akan bertambah untuk tahun – tahun berikutnya, sedangkan dalam jangka waktu 5 tahun ke depan (2019-2023) BP2D kota Malang ditargetkan mendapatkan perolehan sebesar Rp.1,5 Triliun.
Untuk membantu BP2D mencapai target tersebut, Sutiaji mengajak warga Malang untuk rajin membayar pajak karena selain meningkatkan kesejahteraan pajak juga dapat mengontrol inflasi.
“Jika pajak naik maka seluruh aspek kesejahteraan generasi, pertumbuhan ekonomi mikro dan makro berjalan dengan baik, Insyaallah dengan sendirinya income perkapita dari masyarakat kita semakin kompleks,” terangnya.

Sementara itu Kepala BP2D kota Malang, Ade Herawanto meminta para stakeholder yang hadir dalam acara tersebut untuk mengingatkan warga masyarakat agar senantiasa rajin membayar pajak.
“Pajak yang dipungut tidak untuk kepentingan Pemerintah Kota Malang, tapi untuk kepentingan masyarakat di kota Malang ini,” ujar vokalis D’Kross tersebut. (Jaz)

Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.