Angka Stunting Di Kota Malang Masih 5 Persen

Baca Juga

Plt. Walikota Malang tawari Teh Pucuk Harum Gelar Event Kuliner Skala Nasional di Kota Malang

Kota Malang – Bertempat di lapangan Rampal kota Malang, event festival kuliner ‘Pucuk Coolinary Festival’ dibuka secara resmi sekitar...

1,5 Bulan Ini Naga Menghidupi Ibunya Seorang Diri

Anak 8,5 tahun mengemis untuk hidupi ibunya yang patah tulang korban kecelakaan. ADADIMALANG - Tidak ada yang menyangka bahwa roda...

Organisasi Pemuda Internasional AIESEC lakukan Studi Budaya ke KBP

Mahasiswa Asing mendominasi kunjungan studI budaya AIESEC ke Kampung Budaya Polowijen. Kota Malang - Didominasi oleh mahasiswa asing, orgaanisasi Association...

Bung Edi : stunting masih menjadi Pekerjaan Rumah.

Kota Malang – Angka stunting anak di kota Malang dinyatakan masih tergolong di posisi yang aman yakni kurang dari 6 persen. Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Walikota Malang, Sofyan Edi Jarwoko dalam seminar peringatan Hari Gizi pagi ini, Kamis (28/02).

“Stunting kita (di kota Malang) berada di angka lima sekian persen, itu jauh dibawah prosentase Nasional dan Provinsi,” ujar Bung Edi.

Saat ini prosentase stunting di Indonesia mencapai 37 persen dan di Provinsi Jawa Timur berada di angka 25 persen. Meski angka stunting di kota Malang masih dinyatakan aman, namun hal tersebut tidak membuat Pemerintah Kota Malang santai dan merasa aman karena terpicu menjadikan hal tersebut menjadi sebuah pekerjaan rumah (PR) yang harus diselesaikan.

“Kita bersyukur berada di angka yang sangat kecil namun itu juga masih menjadi PR yang harus diselesaikan hingga mencapai angka yang sekecil mungkin,” ujar politisi Partai Golkar ini.

Penekanan yang terus dilakukan untuk mengurangi jumlah penderita stunting di kota Malang tidak lain adalah untuk menjaga kualitas masa depan anak-anak di kota Malang.

“Stunting itu ada hubungannya dengan gizi, yang mana gizi merupakan masalah dasar yang berpengaruh pada masalah pertumbuhan kecerdasan dan kualitas anak dan akan berpengaruh pada prestasi kedepan mereka,” terang pria berkacamata itu.

Adapun salah satu usaha nyata yang dilakukan oleh Pemkot Malang yaitu dengan memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya gizi dalam proses pertumbuhan anak.

“Edukasi diberikan kepada semua kalangan termasuk ibu-ibu PKK, sekolah-sekolah, kelompok tahlil, seluruh potensi  yang ada di masyarakat, posyandu,” pungkasnya. (Jaz)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -

Berita Terbaru

HUT Kota Batu Ke 20, The Singhasari Resort Beri Hadiah 3 Penghargaan Internasional

3 Penghargaan diraih dari Haute Grandeur Global Hotel Award 2021. ADADIMALANG - Melanjutkan keberhasilan sebelumnya di tahun lalu, The Singhasari...

FISIP UB Turut Serta Dalam Gerakan Nasional Revolusi Mental

Sosialisasikan urgensi vaksinasi kepada masyarakat. ADADIMALANG - Dalam rangka turut menyukseskan Gerakan Nasional Revolusi Mental, Universitas Brawijaya mengambil peran untuk terjun langsung melakukan pendampingan melalui...

Pengalaman Menteri Sandiaga Uno Menginap Di Home Stay Desa Serang Blitar

Mewujudkan mimpi warga untuk mendorong Indonesia bangkit. Blitar ADADIMALANG - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno menjadi Menteri pertama yang menginap di Home...

AKBP Budi Hermanto : Jangan Cuma Menerapkan Prokes Saat Petugas Datang Patroli

Tidak ingin mempersulit masyarakat menjalankan usahanya dengan catatan tetap mematuhi protokol kesehatan. ADADIMALANG – Kesadaran masyarakat yang tinggi akan vaksinasi guna mewujudkan kekebalan komunal (herd...

Ulang Tahun ke-15, d’Kross Terus Berkarya Meski Masih Pandemi

Siapkan karya untuk berkolaborasi bersama penyanyi Ibukota. ADADIMALANG - Tepat Hari Minggu ini (17/10/2021), D'Kross Community menginjak usia ke-15 tahun, dimana peringatan Hari Ulang Tahun kali...
- Advertisement -

Berita Terkait