Bung Edi : stunting masih menjadi Pekerjaan Rumah.
Kota Malang – Angka stunting anak di kota Malang dinyatakan masih tergolong di posisi yang aman yakni kurang dari 6 persen. Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Walikota Malang, Sofyan Edi Jarwoko dalam seminar peringatan Hari Gizi pagi ini, Kamis (28/02).
“Stunting kita (di kota Malang) berada di angka lima sekian persen, itu jauh dibawah prosentase Nasional dan Provinsi,” ujar Bung Edi.
Saat ini prosentase stunting di Indonesia mencapai 37 persen dan di Provinsi Jawa Timur berada di angka 25 persen. Meski angka stunting di kota Malang masih dinyatakan aman, namun hal tersebut tidak membuat Pemerintah Kota Malang santai dan merasa aman karena terpicu menjadikan hal tersebut menjadi sebuah pekerjaan rumah (PR) yang harus diselesaikan.

“Kita bersyukur berada di angka yang sangat kecil namun itu juga masih menjadi PR yang harus diselesaikan hingga mencapai angka yang sekecil mungkin,” ujar politisi Partai Golkar ini.
Penekanan yang terus dilakukan untuk mengurangi jumlah penderita stunting di kota Malang tidak lain adalah untuk menjaga kualitas masa depan anak-anak di kota Malang.
“Stunting itu ada hubungannya dengan gizi, yang mana gizi merupakan masalah dasar yang berpengaruh pada masalah pertumbuhan kecerdasan dan kualitas anak dan akan berpengaruh pada prestasi kedepan mereka,” terang pria berkacamata itu.
Adapun salah satu usaha nyata yang dilakukan oleh Pemkot Malang yaitu dengan memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya gizi dalam proses pertumbuhan anak.
“Edukasi diberikan kepada semua kalangan termasuk ibu-ibu PKK, sekolah-sekolah, kelompok tahlil, seluruh potensi yang ada di masyarakat, posyandu,” pungkasnya. (Jaz)

Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.