Jurusan Manajemen Universitas Negeri Malang Perkenalkan Era Society 5.0

Baca Juga

Plt. Walikota Malang tawari Teh Pucuk Harum Gelar Event Kuliner Skala Nasional di Kota Malang

Kota Malang – Bertempat di lapangan Rampal kota Malang, event festival kuliner ‘Pucuk Coolinary Festival’ dibuka secara resmi sekitar...

1,5 Bulan Ini Naga Menghidupi Ibunya Seorang Diri

Anak 8,5 tahun mengemis untuk hidupi ibunya yang patah tulang korban kecelakaan. ADADIMALANG - Tidak ada yang menyangka bahwa roda...

Organisasi Pemuda Internasional AIESEC lakukan Studi Budaya ke KBP

Mahasiswa Asing mendominasi kunjungan studI budaya AIESEC ke Kampung Budaya Polowijen. Kota Malang - Didominasi oleh mahasiswa asing, orgaanisasi Association...

Persiapan saat era Revolusi Industri 4.0 selesai dan berganti era yang selanjutnya.

ADADIMALANG – Perkembangan teknologi yang begitu pesat saat ini merupakan salah satu bagian dari Revolusi Industri 4.0. Dengan perkembangan teknologi yang cepat membuat hampir semua sisi kehidupan terpengaruh dan mau tidak mau harus turut dalam penerapan teknologi yang lebih mengrah pada digital dan mobile ini.

Meski perkembangan Revolusi Industri 4.0 hingga saat ini di Indonesia masih terus berjalan dan belum mencapai titik puncaknya, namun di belahan dunia yang lain justru telah muncul tahapan atau kondisi yang disebut dengan ‘Era Society 5.0’ yang dianggap sebagai kelanjutan dari revolusi industri 4.0 saat ini. Salah satu negara yang mulai mengembangkan Society 5.0 adalah Jepang dengan segala macam kemajuan teknologi yang dimilikinya saat ini.

Kemunculan Society 5.0 tersebut diangkat menjadi salah satu tema dalam kegiatan Seminar Nasional Manajemen dan Pendidikan Bisnis (SNMPB) yang dilaksanakan oleh Jurusan Manajemen Universitas Negeri Malang (UM) hari ini, Kamis (05/09).

“Kegiatan Seminar Nasional Manajemen dan Pendidikan Bisnis dan Call Paper ini adalah kegiatan yang pertama kali dan rencananya akan dilaksanakan secara reguler setiap tahunnya,” ungkap Ketua Panitia SNMPB UM, Rachmad Hidayat.

Salah satu yang menarik dalam pelaksanaan SNMPB adalah tema yang cukup baru yakni membahas tentang Society 5.0 yang dinilai sebagai kelanjutan dari revolusi industri 4.0 saat ini.

“Kami ingin memperkenalkan tentang Era Society 5.0 agar para peserta seminar mengetahui dan bisa mempersiapkan diri saat era Society 5.0 ini akan menggantikan Revolusi Industri 4.0 saat ini,” ungkap Rachmad Hidayat.

Seminar Nasional jurusan Manajemen UM ini diikuti sekitar 250 peserta dari berbagai daerah di Indonesia dimana ada 34 Paper yang lolos yang akan direview dalam kegiatan tersebut pula.

Senada dengan Rachmad Hidayat. Dekan Fakultas Ekonomi UM, Cipto Wardoyo juga membenarkan bahwa pelaksanaan seminar nasional manajemen dan pendidikan bisnis untuk menyongsong era Society 5.0 tersebut adalah upaya memperkenalkan Society 5.0 meskipun saat ini era Revolusi Industri 4.0 juga masih belum mencapai puncaknya.

“Nantinya pasti revolusi industri 4.0 ini akan terlewati juga kan. Nah kami memperkenalkan tentang Society 5.0 yang di Jepang misalnya telah mulai berjalan,” ungkap Dekan FE UM ini.

Dengan mengetahui dan mempersiapkan diri, menurut Cipto Wardoyo jika saat terjadi pergeseran dari Revolusi Industri 4.0 menuju era Society 5.0 para peserta seminar nasional tadi bisa benar-benar siap dan tidak hanya menjadi follower seperti era-era sebelumnya termasuk di era revolusi industri 4.0 saat ini.

“Ini juga bagian dari usaha kami untuk terus melakukan updatinh wawasan, kemampuan para mahasiswa ataupun pendidik kami terhadap hal-hal baru yang terjadi agar saat lulus nanti tidak terlalu jauh gap antara lulusan dan realitas yang ada di dunia kerja sebenarnya,” ungkap Dekan FE UM yang ramah ini. (A.Y)

1 KOMENTAR

  1. […] Dekan FE UM yang ramah ini menyampaikan bahwa revolusi industri 4.0 telah sangat mempengaruhi sendi-sendi kehidupan sehingga mahasiswa dan para pendidik juga harus terus update tentang perubahan atau perkembangan yang ada. “Setidaknya dengan mengetahui ini sejak awal maka bisa mempersiapkan diri agar tidak tertinggal jauh saat benar-benar terjadi. Dengan perubahan yang sangat cepat terjadi, kita semua tidak bisa memprediksikan apa yang bakal terjadi lima hingga sepuluh tahun ke depan. Oleh karenanya kita berusaha mempersiapkan diri,” pungkas Cipto Wardoyo. (SO) Source : Malang Berita & Ada Di Malang […]

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -

Berita Terbaru

2.500 Vaksin Astra Zeneca Siap Disuntikkan Di Kampus Unitri Malang Senin Besok

Diberikan kepada dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa dan masyarakat umum. ADADIMALANG - Di tengah gempuran serbuan vaksin yang dilaksanakan berbagai instansi...

Mahasiswa FISIP Unitri Ikuti Yudisium Dengan Mengenakan Baju Adat

Diikuti 56 orang mahasiswa dengan tema Keberagaman Budaya Indonesia. ADADIMALANG - Mengambil tema 'Keberagaman Budaya', sebanyak 56 orang mahasiswa Universitas Tribhuwana Tunggadewi (UNITRI) Malang mengikuti...

Disporapar Kota Malang Raih Penghargaan Di Ajang Planet Tourism Indonesia Award 2021

MarkPlus Tourism memberikan penghargaan untuk entitas pariwisata nasional di ajang Planet Tourism Indonesia Awards 2021. Jakarta ADADIMALANG – Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) berhasil...

Gedung Bhayangkari Kota Malang Mulai Dibangun

Ingin hadirkan pojok UMKM Bhayangkari di areal Gedung Bhayangkari tersebut. ADADIMALANG - Dalam rangka mendukung pelaksanaan tugas suami yang bertugas sebagai aaprat kepolisian di Polresta...

Siswa Dan Tenaga Pendidikan Di Kota Malang Mulai Jalani Swap Hari Ini

Dilakukan secara reguler, orang tua siswa diminta mengijinkan putra putrinya sewaktu-waktu menjalani swap. ADADIMALANG - Dalam rangka mengantisipasi sedini mungkin munculnya klaster penularan Covid-19 dalam...
- Advertisement -

Berita Terkait